Bung Karno: Quran Pembentuk Manusia baru

 Bung Karno: Quran Pembentuk Manusia baru

Saudara-saudara, Allahu Akbar!

Memang alangkah hebatnya kitab ini saudara-saudara! Kitab yang kita namakan kitab Quran. Kadang-kadang setebal ini kalau aksara-aksaranya besar, kadang-kadang kecil, sekecil dua jari. Saudara-saudara tahu akan Quran kecil yang kadang-kadang dikalungkan kepada anak-anak? Tetapi alangkah hebatnya isi kitab ini saudara-saudara, yang tadi ini telah diterangkan oleh Pak Mulyadi Joyomartono, segala hal termaktub di dalamnya.

Kitab ini, yang telah mengadakan revolusi mahahebat di dalam peri kehidupan manusia, bukan saja peri kehidupan manusia di Arabiyah, tetapi peri kehidupan manusia di permukaan bumi ini, mengadakan satu revolusi mahahebat. Satu revolusi yang bukan lagi revolusi sebagai kita punya revolusi, satu revolusi puncak, lima macam. Tetapi mungkin ini revolusi yang diadakan oleh Tuhan via Quran itu adalah Revolusi Dasamuka—bukan Rahwana dan Dasamuka—tetapi revolusi yang sepuluh macam sekaligus. Sebagaimana revolusi kita, yang puncak saya namakan, “a summing up of many revolutions in one generation..”Macam-macam revolusi sekaligus terjadi di Indonesia ini di dalam satu angkatan saja: ya, revolusi nasional kataku, ya revolusi nasional, ya revolusi politik, ya revolusi sosial, ya revolusi kultural, ya revolusi membentuk manusia Indonesia baru. Tetapi apa yang termaktub di dalam satu kitab ini: inilah kitab sekian tebal entah sekedar diwajari kecilnya, apa yang diadakan oleh kitab yang satu ini, adalah benar-benar revolusi yang berlipat-lipat ganda besarnya.

Quran mendatangkan revolusi batin manusia. Quran mendatangkan revolusi di dalam pandangan manusia terhadap kepada Tuhan. Quran mengadakan, mendatangkan revolusi ekonomi—Pak Mulyadi tadi menceritakan ayat-ayat yang mengenai ekonomi—Quran mendatangkan revolusi yang mengenai hubungan manusia dengan manusia, dus revolusi sosial. Quran mendatangkan revolusi yang mengadakan perubahan yang mutlak membentuk manusia baru. Quran mendatangkan revolusi moral, moral yang meliputi seluruh dunia. Pak Mulyadi tadi telah berkata bahwa apa yang ditulis di dalam Quran itu adalah buat segala manusia, buat segala tempat, buat segala zaman, moral dunia terbentuk, terbangun, oleh Quran ini.

Baca Juga  Perlunya Ekoteologi untuk Menjaga Kehidupan

Alangkah hebatnya saudara-saudara, Quran besar atau kecil cetakannya, demikian hebatnya sehingga ayat yang pertama membuat Nabi kita, Muhammad SAW, gemetar! Tatkala Jibril berkata kepada nabi kita: iqra, iqra, iqra. Bacalah, bacalah, bacalah. Gemetarlah Nabi beberapa kali. Bahkan pun sesudah Nabi mengikuti ucapan daripada Jibril ini, beliau pulang masih gemetar, masih beliau berkata kepada Khadijah, “…ya Khadijah, aku takut…” dan bukan saja pada saat itu, pada tanggal 17 Ramadhan, lebih 1350 tahun yang lalu, di Gua Hira, saudara-saudara, tetapi juga kemudian, kemudian, kemudian, daripada itu, tiap-tiap kali firman Allah ini datang, Muhammad masih gemetar.

Apakah oleh sebab tidak dijanjikan kepada Muslimin? Kenapa Tuhan memakai perkataan Mu’min dan tidak memakai perkataan Muslimin? Jikalau Tuhan menjanjikan “falakh” kepada manusia, tidak lain tidak bukan sebagai tadi dikatakan, Mu’min adalah orang yang benar-benar menangkap “Api Islam” ini. Hidup di dalam Api Islam ini, menjalankan segala sesuatu yang tulus di dalam Quran itu, dan dialah yang akan mendapatkan “falakh.” Dialah yang akan mendapatkan kebaikan. Dialah yang akan mendapat sukses. Dialah yang akan mendapatkan kejayaan.

Quran membentuk manusia baru. Bandingkan manusia sebelum turun Quran. Kemarin dulu aku berkata di Masjid Bait ar-Rahman, bahwa kita ini, jikalau kita betul-betul enggan menjadi orang mu’min, orang yang benar-benar beragama Islam, kita tegak seperti tadi dikatakan oleh Pak Mulyadi Joyomartono, tegak, janganlah orang Islam, umat Islam ini orang-orang yang jiwanya mengkeret, badannya mengkeret, sikapnya mengkeret. Hal yang demikian itu bukan kehendak Quran, bukan kehendak Islam.

Lihat saudara-saudara, dari semua makhluk hidup, makhluk bergerak yang diciptakan oleh Tuhan. Lihatlah saudara-saudara, perbedaan antara manusia dengan binatang! Ular merayap, buaya merayap, saudara-saudara! Sapi meskipun mempunyai kaki empat, badannya “slonjor” saudara-saudara. Kerbau meskipun mempunyai kaki empat bandannya “slonjor.” Horizontaal. Bahkan ada yang horizontalnya itu nempel kepada bumi. Burung yang bisa terbang berkaki dua, badannya masih kebanyakan horizontal. Manusia, satu-satunya makhluk yang diciptakan oleh tuhan berdiri tegak. Lurus tegak, verticaal.

Maka Tuhan menyatakan demikian, Tuhan malahan memberi kepada manusia ini ajaran-ajaran yang termaktub di dalam Quran itu, kok kita yang menerima ajaran ini lantas mengkeret kita punya sikap, tidak sesuai saudara-saudara, dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sumber: “Al-Quran Pembentuk Manusia Baru: Amanah Paduka yang Mulia Presiden Soekarno di Istana Negara pada tanggal 17 Ramadhan 1380 H (6 Maret 1961),”penerbitan oleh Jawatan Penerangan Agama Departemen Agama 1961, ditulis dengan Bahasa Arab Melayu.

Penerjemah: Arif

Baca Juga  Swasembada Pangan Hanya Halusinasi

Editor: Nabhan


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan masyarakat, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
BNI 0342383062 A.n Qurrota A'yun

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTImes.ID - Beyond the Inspiration: Keislaman, Kemodernan, dan Keindonesiaan

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *