KHUTBAH: Dahsyatnya Pertumbuhan Muslim di Dunia

 KHUTBAH: Dahsyatnya Pertumbuhan Muslim di Dunia

DEARBORN, MI – APRIL 21: An interfaith group rallies at the Islamic Center of America to show unity and condemn the planned Good Friday protest by Pastor Terry Jones at the mosque April 21, 2011 in Dearborn, Michigan. Jones burned a copy of the Koran, the religious text of Islam, last month. (Photo by Bill Pugliano/Getty Images)

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، نحمدُهُ سبحانَهُ حمدًا يليقُ بجلالِ وجهِهِ وعظيمِ سلطانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ، أمَرَ بالمداومةِ عَلَى العبادةِ والطاعةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنبيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ النبيُّ الأمينُ، عَبَدَ رَبَّهُ شاكرًا حتَّى أتاهُ اليقينُ، فاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدين.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى وَطَاعَتِهِ، يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.

Jamaah Shalat Jum’at Rahimani wa Rahimakumullah

Dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, sebagaimana dibaca di atas, kita mendapatkan petunjuk dari Allah, bahwa “orang yang bertakwa” adalah mereka yang memperhatikan “kehidupan hari esok”. Pertanyaanya adalah bagaimana caranya “orang beriman” dan “orang berilmu” “memprediksi hari esok”? Tentu tidak dengan menggunakan “ramalan” sebagaimana masyarakat jahiliyah yang masih mempercayai tahayul dan khurafat. Tetapi, khotib ingin menyatakan bahwa bagi orang yang beriman dan bertakwa dalam ayat ini menakankan pentingnya berpikir ke depan, sekaligus mempersiapkan apa yang harus dilakukan di esok hari.

Jamaah Shalat Jum’at Rahimani wa Rahimakumullah

Dalam khutbah kali ini, kami ingin mengajak para jamaah untuk membicarakan tentang masa depan dunia muslim beberapa dekade ke depan. Salah satunya adalah dengan cara merujuk hasil penelitian yang dilakukan Pew Research Center  tentang The Future of World Religions: Population Growth Projections, 20102050 (Masa Depan Agama-agama Dunia: Proyeksi Pertumbuhan Penduduk, 2010-2050). Hasil riset ini menarik karena menyatakan bahwa profil religius dunia berubah dengan cepat.

Menurut penelitian ini, selama empat dekade ke depan hingga tahun 2050, umat Kristen akan tetap menjadi kelompok agama terbesar, namun Islam akan tumbuh lebih cepat daripada agama besar lainnya. Islam tumbuh tercepat hampir akan mengejar ketinggalan pada pertengahan abad ke-21. Antara tahun 2010 dan 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan meningkat menjadi 9,3 miliar, meningkat 35 %.

Baca Juga  Buletin Jumat: Meneladani Dakwah Nabi

Pada periode yang sama, umat Islam diproyeksikan meningkat sebesar 73%. Jumlah orang Kristen juga diproyeksikan meningkat, namun lebih lambat, pada tingkat yang sama (35%) sebagai populasi global. Akibatnya, menurut proyeksi Pew Research, pada tahun 2050 akan ada dua agama bersar, yaitu umat Islam (2,8 miliar, atau 30% dari populasi) dan Kristen (2,9 miliar, atau 31%), hal ini mungkin untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia.

Jamaah Shalat Jum’at Rahimani wa Rahimakumullah

Ini adalah salah satu tren keagamaan global yang disorot dalam proyeksi demografi baru oleh Pew Research Center. Pada tahun 2010, lebih dari seperempat populasi dunia (27%) berusia di bawah 15 tahun. Namun, persentase Muslim yang lebih tinggi (34%) dan Hindu (30%) lebih muda dari 15, sementara bagian orang Kristen Di bawah 15 cocok dengan rata-rata global (27%). Populasi pemuda yang menonjol ini merupakan salah satu alasan mengapa umat Islam diproyeksikan tumbuh lebih cepat daripada populasi keseluruhan di dunia dan bahwa umat Hindu dan Kristen diproyeksikan untuk mengimbangi pertumbuhan populasi di seluruh dunia.

Semua kelompok yang tersisa memiliki populasi pemuda yang lebih kecil dari rata-rata, dan banyak di antara mereka memiliki jumlah penganut yang tidak proporsional selama usia 59 tahun. Misalnya, 11% populasi dunia berusia setidaknya 60 tahun di tahun 2010. Namun secara keseluruhan 20 % Orang Yahudi di seluruh dunia berusia 60 atau lebih, sama seperti 15% umat Budha, 14% orang Kristen, 14% penganut agama lain (diambil secara keseluruhan), 13% dari yang tidak berafiliasi dan 11% penganut agama rakyat .

Sebaliknya, hanya 7% Muslim dan 8% orang Hindu termasuk dalam kategori usia tertua ini.Jika model proyeksi utama diperluas melampaui tahun 2050, pangsa Muslim dari populasi dunia akan setara dengan pangsa Kristen, masing-masing sekitar 32%, sekitar tahun 2070. Setelah itu, jumlahnya Muslim akan melebihi jumlah orang Kristen, namun kedua kelompok agama akan tumbuh, secara kasar bersamaan, seperti yang ditunjukkan pada grafik di atas. Pada tahun 2100, sekitar 1% lebih banyak populasi dunia akan beragama Islam (35%) daripada orang Kristen (34%).

Baca Juga  Buletin Jumat: Nabi Penebar Rahmat Bukan Pelaknat

Jamaah Shalat Jum’at Rahimani wa Rahimakumullah

Pada sisi lain, kemunculan Generasi M juga menjadi peta baru perkembangan umat Islam di Dunia, yang selama ini belum terpetakan. Shelina Janmohamed, dalam bukunya M Generation: Generasi Muda Muslim dan Cara Mereka Membentuk Dunia menjelaskan “rata-rata generasi muda amerika pada 2010-an mengalami disorientasi agama”. Pendapat ini berpijak pada hasil riset Jeand Twenge, Universitas Negeri San Diego yang menyatakan bahwa generasi Millenial AS semakin tidak berminat dengan kegiatan keagamaan, dan semakin kehilangan spiritualitas juga individualism semakin meningkat.

Religiusitas di Amerika dan Eropa telah mendominasi wacana dunia, sehingga membuat anggapan bahwa ada penurunan religiusitas. Dengan kata lain sekulerisasi dan modernitas mengalahkan agama. Tetapi hasil riset Pew Research Center, menunjukkan perkembangan Muslim yang semakin meningkat.

Juga kemunculan Generasi M yang memiliki tingkat religiusitas yang tinggi ditambah sikap kepedulian terhadap social yang juga tinggi perlu menjadi perhatian bagi para pengamat agama-agama di dunia. Dengan adanya Generasi M, semakin menguatkan tesis bahwa “modernitas bukanlah lawan agama, sebaliknya agama tidak menghalangi kemajuan” sebagaimana tesis zaman Renaisans, dan faktanya iman umat muslim kian meningkat.

Jamaah Shalat Jum’at Rahimani wa Rahimakumullah

Selain itu, di Indonesia juga akan mengalami apa yang disebut bonus demografi, yakni disaat 100 orang usia produktif (15-64 tahun) menanggung kurang dari 50 orang usia tidak produktif. Puncak bonus demografi Indonesia adalah tahun 2028-2031, saat 100 orang usia produktif menanggung 46,9 orang tidak produktif.Tentu, kita sebagai umat Islam Indonesia petut bersyukur dengan prediksi ini.

Tugas kita sebagai “Mukmin Muttaqin” adalah menyiapkan kualitas generasi muslim yang kuat, tangguh dan berkualitas, sebagaimana Allah menyatakan dalam QS. An-Nisa: 9:   “dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.”

Pertanyaanya, bagaimana seharusnya kita mempersiapkan generasi yang kuat? Sekali lagi ini adalah nikmat dari Allah Swt yang harus disyukuri oleh seluruh muslim. Syarat wajib mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari bonus demografi adalah investasi bidang pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja berkualitas. Walhasil, bonus demografi adalah anugerah yang sebenarnya sama sekali tidak boleh dibiarkan lewat sia-sia begitu saja. Ummat Islam harus memiliki generasi M (Muslim) yang tangguh yang mampu menguasai aspek politik, ekonomi dan budaya di dunia. Dengan begitu umat Islam akan kembali meraih kejayaannya.

Baca Juga  Buletin Jumat: Merawat Harmoni untuk Negeri

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِينَ الطَّاهِرِينَ وَعَلَى أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


IBTimes.ID - Dihidupi oleh jaringan penulis yang memerlukan dukungan untuk bisa menerbitkan tulisan secara berkala. Agar kami bisa terus memproduksi artikel-artikel keislaman yang mencerahkan masyarakat, silakan sisihkan sedikit donasi untuk keberlangsungan kami.

Transfer Donasi ke
BNI 0342383062 A.n Qurrota A'yun

RedaksiIB

https://ibtimes.id

IBTImes.ID - Beyond the Inspiration: Keislaman, Kemodernan, dan Keindonesiaan

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *