Beranda Report National PP Pemuda Muhammadiyah: Membagi Takjil, Merawat Kebersamaan

PP Pemuda Muhammadiyah: Membagi Takjil, Merawat Kebersamaan

Jakarta-IBTimes-Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) menyampaikan pesan perdamaian dan ketentraman untuk persatuan dan kesatuan Bangsa di tengah gejolak politik pasca-pemilu, Rabu 29 Mei 2019. Pesan perdamaian dikemas dalam Aksi Simpatik melalui bagi takjil berbuka puasa di empat titik.

Kegiatan yang mengangkat tema “Pemuda Bergerak, Maju Bersama Membangun Bangsa” itu membagikan  takjil buka puasa adalah di Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia, Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan terakhir di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Secara keseluruhan ada sekitar 3000 nasi boks yang dibagikan.

“Semua kami lakukan untuk merawat kebersamaan yang selama ini kita bangun bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto yang memimpin langsung pembagian takjil di Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 29 Mei 2019.

Cak Nanto didampingi Sekjend Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketua Hukum HAM dan Advokasi Razikin, Ketua Seni-Budaya, Olah Raga dan Pariwisata Rachmatulloh, Ketua Infrastruktur dan Perhubungan Sandro Andriawan, Sekretaris Kehutanan dan Lingkungan Hidup Ihsan Jauhari dan segenap unsur Pimpinan Pemuda Muhammadiyah lainnya serta KOKAM.

Menurutnya, saat ini rasa persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia perlu diperkuat kembali dalam rangka memperkuat kedaulatan bangsa sekaligus memberikan pesan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia dalam keadaan aman dan baik-baik saja.

Di sisi lain, Cak Nanto juga menyoroti proses Pemilu Serentak 2019 yang sudah memasuki tahap akhir. Baik pemilihan anggota Legislatif di semua tingkatan, DPD RI serta Pemilihan Presiden. Sejumlah nama yang mendapatkan suara dan lolos ke Senayan merupakan putra-putra terbaik bangsa.

Bagi pihak yang merasa keberatan dengan perolehan suara yang disampaikan KPU, Cak Nanto mendorong agar mereka menempuh jalur yang telah disediakan yakni Mahkamah Konstitusi (MK).

“Bagi yang merasa tidak mendapatkan keadilan dalam proses yang telah dilewati, tahapan sanggah itu bisa ditempuh melalui jalur yang konstitusional, proses secara hukum di MK,” tegasnya.

Dalam pembagian takjil di Gedung Bawaslu sendiri, Cak Nanto dan Dzulfikar membagikan langsung takjil kepada polisi yang tengah bertugas di kantor yang terletak di depan tempat perbelanjaan Sarinah. Kedua pucuk Pimpinan Pemuda Muhammadiyah itu membagikan takjil sambil menyapa satu-persatu petugas.

Pembagian takjil juga dilakukan di perempatan lampu merah. Masyarakat yang lalu-lalang di sekitar Sarinah diberikan satu-satu nasi boks, berikut pengguna jalan yang tengah berhenti menunggu lampu hijau menyala. [YFR]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Antropologi Islam: Pendekatan Talal Asad

Muhamad Rofiq* Diskusi tentang bagaimana mengkonseptualisasikan Islam sebagai obyek penelitian (the object of inquiry) telah banyak menyita perhatian para pengkaji Islam dari luar (outsider). Pertanyaan...

Prabowo dan Sandiaga Imbau Pendukungnya Tak Kerahkan Massa ke MK

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengimbau pendukungnya untuk tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar ke Mahkamah Konstitusi (MK) saat persidangan sengketa pemilihan presiden nanti....

Bapakku dan Pak Wakidi: Praktik Nahi Munkar dengan Amar Ma’ruf

Oleh : Ahmad Muttaqin Alim*   Saya tumbuh di sebuah kampung abangan. Jauh sebelum saya lahir dan bertempat tinggal di situ, tingkat keabangan kampung itu cukup...

Jangan Bikin Susah Muhammadiyah

Oleh : Nurbani Yusuf*   Nomor baku Muhammadiyah sudah saya dapatkan sejak dari kakek buyut saya---meski saya juga tak tahu kegunaannya dari kartu ini. ^^ Masuk menjadi anggota...

Sejarah Metode Hisab Muhammadiyah

Oleh Mu’arif Penentuan hilal Ramadhan maupun Idul Fitri dan Idul Adha menggunakan metode hisabmerupakan tradisi praktik keagamaan peninggalan K.H. Ahmad Dahlan, pendiri dan Presidentpertama Hoofdbestuur(HB)...