PSIPP ITB AD Kumpulkan Ortom dalam Webinar Dari Kita untuk Mereka - IBTimes.ID
News

PSIPP ITB AD Kumpulkan Ortom dalam Webinar Dari Kita untuk Mereka

2 Mins read

IBTimes.ID – Pada hari Senin (14/9), Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangunan (PSIPP) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Jakarta kembali menggelar Webinar Daring “Dari Kita untuk Mereka”. Webinar ini adalah lanjutan dari Webinar yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 7 September 2020. Diskusi ini mengambil tema “Peran Organisasi Otonom Muhammadiyah: Sikap dan Kebijakan Internal dalam Penghapusan Kekerasan Seksual.”

Pembicara dalam Webinar ini adalah perwakilan ortom Muhammadiyah, antara lain Cak Nanto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah; Najih Prasetyo, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah; Hafidz Syafa’aturrahman, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah; dan Khotimun Sutanti, Wakil Sekretaris ex Officio Focal Point Protection from Sexual Exploitation and Abuse (PSEA) MDMC.

Dede Dwi Kurniasih, Ketua Departemen Sosial Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah juga dijadwalkan untuk menjadi pembicara, namun ia membatalkan kehadiran karenya ayahnya sedang sakit. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama antara PSIPP ITB Ahmad Dahlan Jakarta dengan The Asia Foundation.

Turut hadir pula M Khoriul Huda, tim Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah dan Fahmi Syahirul Alim, dari International Center for Islam and Pluralism sebagai penanggap dalam Webinar tersebut. Yulianti, Ketua PSIPP ITB AD Jakarta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PSIPP sedang konsen pada pencapaian SDGs poin kelima tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, PSIPP juga fokus pada isu tentang ekonomi pembangunan terutama dalam hal nafkah. Dari Kita untuk Mereka adalah program untuk mengajak semua pihak supaya mendukung korban kekerasan seksual agar mereka dapat bersuara dan memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Mengingat selama ini masih banyak korban yang tidak berani bersuara dan tidak mendapatkan hak yang semestinya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Akan Hadiri Puncak Milad 1 Abad Mu'allimin-Mu'allimaat Yogyakarta

Imal Isti’mal, Wakil Rektor III ITB Ahmad Dahlan Jakarta juga memberikan sambutan sekaligus membuka Webinar ini. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa ITB Ahmad Dahlan Jakarta tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa akhlak yang mulia. Oganisasi Otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah sering menggagas penerjemahan dari spirit Al-Maun seperti peka terhadap sesama dan hadir di pusaran ketidak adilan.

“Jika ini tidak kita gunakan sebagai kampanye agar orang tidak lagi melakukan kekerasan seksual, maka ada yang salah dalam diri kita. Kita berhadapan langsung dengan permasalahan yang ada, dan kita harus turut andil untuk melakukan dakwah bil hal,” ujarnya.

Khotimun, selaku pembicara pertama menyampaikan bahwa dalam penanggulangan bencana, ada tahap-tahap yang harus dilalui. Dalam semua tahap, pendekatan yang harus dilakukan adalah pendekatan berbasis hak. Sayangnya, menurut Khotimun, perempuan sering tidak dilibatkan dalam berbagai tahapan. Misalnya tahap perencanaan, assessment, lapangan, recovery, bantuan, dan lain-lain

“Dalam kebencanaan, perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan laki-laki. Ada prinsip untuk melihat perbedaan kebutuhan. Perempuan sering tidak mendapatkan akses yang sama untuk belajar dalam skil-skil penyelamatan, seperti melompat pagar, memanjat pohon, naik kuda, dan lain-lain. Hal tersebut masih dianggap tabu, padahal itu penting untuk penyelamatan perempuan dalam bencana,” jelasnya.

Hafizh menjelaskan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah memiliki Peer Counselor IPM (PCI) yang bergerak dalam bullying di sekolah. Ia melihat bahwa kekerasan seksual juga berdampak pada dunia pelajar.

Sementara itu, Najih Prasetyo menyampaikan bahwa ada kecenderungan IMM yang abai terhadap isu-isu kekerasan seksual. Maka, kasus-kasus terbaru yang ada menjadi satu titik kulminasi bagi IMM. Menurutnya, SPI 2011 ada poin yang mengandung perkaderan immawati.

Baca Juga  Musda Mulia: HAM dalam Pandangan Islam

“Kita masih cenderung alpa pada perkara-perkara yang arahnya menuju kekerasan seksual. Ini menjadi problematika yang cukup pelik,” jelasnya.

Menurutnya, dalam proses evaluasi yang sering dilakukan, kader-kader IMM yang secara kasuistik melakukan kekerasan seksual adalah mereka yang berinteraksi dengan lingkaran gerakan yang berbeda. Ia juga menyampaikan bahwa instruktur IMM sedang menyiapkan solusi kepada kader-kader IMM agar dapat lebih memahami problem gender.

Editor: Yusuf

Redaksi
35 posts

About author
IBTimes.ID - Kanal Moderasi Islam. Sebuah media online yang berprinsip pada wasathiyah Islam dengan memadukan doktrin keislaman, perkembangan sains mutakhir, dan nilai keindonesiaan.
Articles
    Related posts
    News

    CITMS bersama Pascasarjana UIN Jogja Launching buku Terbaru Amin Abdullah

    1 Mins read
    IBTimes.ID – Pada hari Kamis (15/10), Center for Islamic Thoughs and Muslim Societies (CITMS), Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan IBTimes.ID menggelar…
    News

    Muhammadiyah Tidak Ikut Aksi, Berikut Alasannya!

    1 Mins read
    IBTimes.ID, Jakarta — Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti menyampaikan, Muhammadiyah tidak ada hubungan dan tidak ikut dalam aksi…
    News

    ICAS 2020, Upaya Membangun Sistem Pengetahuan 'Aisyiyah

    3 Mins read
    IBTimes.ID – “Aisyiyah bergerak dan menebarkan Islam yang berkemajuan dengan terus membawa semangat beragama yang mencerahkan yang menghadirkan risalah agama yang memberikan…

    Tinggalkan Balasan