Beranda Feature Essay Standarisasi Rumah Sakit "Islami" Muhammadiyah-Aisyiyah

Standarisasi Rumah Sakit “Islami” Muhammadiyah-Aisyiyah

Oleh: Agus Samsudin

Beberapa waktu lalu, Majelis Pelayanan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat menyelenggarakan workshop Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (SIRsMA) dan akreditasi di RS PKU Gamping tanggal 29-30 Juli 2019. Persiapan acara ini sebenarnya telah dilakukan lebih dari enam bulan dengan membentuk Pokja yang diketuai oleh Dr Faesol SpRad, Mkes. MMR. Konsep ini juga telah di verifikasi oleh Majelis Tarjih Pimpinan Pusat. Disampaikan terima kasih kepada Prof Samsul Anwar, drs Mas’udi MAg dan, Ruslan Fariadi S.Ag, MSI.

Diikuti oleh 50 orang dari berbagai rumah sakit workshop standarisasi dan sertifikasi ini mengesahkan sekaligus uji coba. Standarisasi ini terdiri atas dua aspek yaitu Islami dan Unggul. Mengapa dua hal tersebut? Islami, ya tentu saja karena Muhammadiyah adalah organisasi Islam dan berusaha mewujudkan menjadi islam yang sebenar-benarnya. Dalam bahasa yang berbeda kehidupan di rumah sakit sebagai perwujudan dari masyarakat islam yang sebenar-benarnya

Ruang lingkupnya meliputi Manajemen Rumah Sakit, Manajemen Sumberdaya Islami, Manajemen Bangunan Fisik dan Pelayanan. Salah satu tujuan akhir dari standarisasi ini adalah memastikan nilai-nilai kemuhammadiyahan benar-benar dilaksanakan. Memastikan bahwa pengkaderan dilakukan. Bahwa ada kegiatan dakwah di sekitar rumah sakit. Singkatnya apakah pedoman hidup islami dijalankan di amal usaha.

Selain Islami yaitu aspek Unggul terdiri atas Tata Kelola, Networking dan Sistem Rujukan serta Keunggulan Kompetitif. Setiap rumah sakit diharapkan mentaati peraturan yang berlaku, mempunyai sistem rujukan dan memiliki keuggulan tertentu dibandingkan dengan rumah sakit disekitarnya atau di tingkat propinsi bahkan nasional. Muhammadiyah lekat dengan gerakan berkemajuan sehingga diharapkan tetap terjaga sampai di tingkat amal usaha. Perlu diketahui juga bahwa akreditasi ini akan melengkapi akreditasi yang dilakukan oleh KARS.

Ketua tim surveyor Dr. drg. Eddy Soemarwoto MHKes mengatakan “hari ini Muhammadiyah membuat sejarah dengan assessment RS PKU Gamping sebagai rumah sakit Islami yang Unggul. Disinilah sebuah proses besar dimulai dalam menata ulang Amal Usaha Muhammadiyah Kesehatan (AUMKES).”

Menurut Eddy, Amal usaha yang satu ini memang mempunyai fenomena yang unik. Pertama, model gedungnya tidak ada yang sama kecuali logo Muhammadiyah. Ada yang sangat bagus dan tertata tetapi ada juga yang apa adanya. Kedua, Warnanyapun bervariasi, ada yang hijau ada yang biru. Ketiga, lokasinya sangat beragam. Ada yang di pinggir jalan besar, di tengah kota tapi ada juga yang di gang sempit ditengah perkampungan. Keadaan di atas adalah konsekwensi dari model yang berkembang di Persyarikatan dimana 90% amal usaha dimulai dari bawah diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Daerah dan Wilayah.

“Sepanjang yang saya ketahui ini adalah model yang unik dan hampir tidak ada yang sama, utamanya tidak ada kepemilikan pribadi. Semua asset milik Persyarikatan Muhammadiyah” imbuhnya.

Kondisi di atas bisa dilihat dari dua sudut. Secara optimis kita bilang inilah PKU dengan segala pernak-perniknya dimana setiap cabang daerah wilayah mempunyai kreatifitas sehingga ada bermacam-macam bentuk dan aktifitas. Keragaman adalah cerminan dari kemampuan dan kebutuhan masyarakat setempat. Dari sudut pesimis berucap bahwa PKU sangat tidak beraturan dan sulit ditata. Yes, memang perlu ekstra usaha untuk hasil ekstra.

Perubahan budaya dan standarisasi adalah sebuah perjalanan panjang dan perlu dilakukan secara sistemik. Masih perlu enerji besar untuk membawa 115 RSMA menjadi rumah sakit Islami yang Unggul. Akan tetapi bukankah A journey of a thousand miles begins with a single step?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Prawoto Mangkusasmito: Guru Muhammadiyah Menjadi Ketum Partai Masyumi

Oleh: Mu'arif*   Lahir di Tirto, Grabag, Magelang, pada 4 Januari 1910, Prawoto Mangkusasmito adalah putra dari Supardjo Mangkusasmito dan Suendah. Menempuh Pendidikan dasar di Hollands...

“Islam Berkemajuan” ala Buya HAMKA

Oleh: Mu’arif Buya HAMKA merupakan ulama Muhammadiyah yang berhasil meninggalkan warisan intelektual Islam yang besar berupa tafsir Alqur’an, yaitu Tafsir Al-Azhar. Selain itu memiliki gagasan...

Manusia Angka

Oleh: Faris Ibrahim*   Cukup aneh bukan? Manusia bisa memprediksi dengan tepat kapan Mars akan berada di langit‒ bahkan untuk seratus tahun ke depan. Namun, lucunya,...

MDMC Sampaikan Strategi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Forum ASEAN

IBTimes.ID - Singapura (21/08) – Setelah Juni lalu diminta berbicara di PBB, pada tanggal 21 Agustus 2019, Dr. Rahmawati Husein, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan...

Kompleksitas Papua I: Adakah Faktor Amerika?

Oleh: Hasnan Bachtiar Masalah konflik Papua sebenarnya rumit. Lebih rumit dari bayangan kita selama ini. Karenanya, hal ini tidak bisa didudukkan sebagai sekedar masalah pelanggaran...