back to top
Kamis, Maret 12, 2026

1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026 Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Penetapan 1 Syawal 1447 H tahun ini merujuk pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang diputuskan dalam Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah. Berdasarkan perhitungan kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

KHGT merupakan sistem kalender hijriah yang dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara global. Dalam pendekatan ini, bumi dipandang sebagai satu kesatuan wilayah pengamatan (matlak), sehingga awal bulan hijriah berlaku serentak di seluruh dunia.

Dengan konsep tersebut, penentuan awal bulan tidak lagi bergantung pada batas wilayah negara atau kawasan tertentu. Sebaliknya, awal bulan ditetapkan berdasarkan terpenuhinya parameter astronomi di salah satu wilayah di bumi.

Ada beberapa kriteria utama yang digunakan dalam sistem Kalender Hijriah Global Tunggal. Pertama, seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak sehingga awal bulan berlaku secara bersamaan. Kedua, bulan baru dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC telah terpenuhi syarat elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam di suatu tempat di dunia.

Ketiga, jika parameter tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, maka bulan baru tetap dapat dimulai dengan syarat kriteria tersebut terjadi di wilayah daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum waktu fajar di Selandia Baru.

Data Astronomi Penentuan 1 Syawal 1447 H

Berdasarkan data astronomis, seluruh parameter dalam sistem KHGT telah terpenuhi untuk penentuan 1 Syawal 1447 H. Peristiwa ijtimak tercatat terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Baca Juga:  Religion, Identity Politics and 2024 Election

Setelah ijtimak terjadi, posisi bulan terus bergerak menjauhi matahari hingga memenuhi syarat visibilitas yang ditetapkan dalam kriteria kalender global.

Lokasi pertama yang memenuhi parameter astronomi tersebut berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di lokasi tersebut, matahari terbenam pada pukul 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC. Pada saat itu, tinggi bulan tercatat 6,49 derajat dengan elongasi mencapai 8 derajat, sehingga memenuhi syarat minimal KHGT.

Parameter yang sama juga tercatat terpenuhi di Makkah, Arab Saudi. Pada 19 Maret 2026, matahari terbenam di kota tersebut pada pukul 18:34:04 waktu setempat atau 15:34:04 UTC. Saat itu tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik 08° 05′ 24″, nilai yang melampaui batas minimal yang dipersyaratkan.

Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pukul 16:50:02 UTC. Data ini memastikan bahwa seluruh parameter astronomi yang ditetapkan dalam sistem KHGT telah terpenuhi dalam rentang waktu yang disyaratkan.

Dengan terpenuhinya syarat elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Penetapan ini berlaku secara global sesuai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadikan seluruh dunia sebagai satu sistem kalender hijriah terpadu.

Baca Juga:  Tiga Syarat Percepatan Digitalisasi Muhammadiyah

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru