Internasional

8 Pemuda Muslim Bawa Pesan Perdamaian dan Harapan Baru Hubungan Indonesia dan Jepang

1 Mins read

IBTimes.ID – Sejak 2017, Pemerintah Jepang secara konsisten mengundang pemuda-pemudi dari organisasi Islam Indonesia dalam rangka memperdalam saling pengertian antara masyarakat Muslim dan Jepang, sekaligus mendorong pertukaran generasi muda kedua negara. Tahun ini, giliran delapan orang terpilih tiga dari Nahdlatul Ulama (NU), tiga dari Muhammadiyah, satu dari Masjid Istiqlal, serta satu dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang mendapat kesempatan berharga tersebut. Mereka mengunjungi Jepang selama sepekan penuh, 11–18 November 2024, melalui program pertukaran pemuda JENESYS.

Kunjungan yang berbasis di Tokyo dan Nagasaki ini bukan sekadar wisata budaya. Para peserta diajak menyelami sejarah kelam sekaligus inspiratif Jepang melalui Museum Bom Atom Nagasaki, mengikuti kuliah tentang kehidupan Muslim di Jepang, belajar mitigasi bencana di Kantor Wali Kota Isahaya, mengunjungi kuil dan sekolah, hingga merasakan kehangatan keluarga angkat selama tiga hari dua malam.

Bagi Nabhan Mudrik Alyaum, salah satu peserta, kunjungan ke Museum Bom Atom menjadi momen yang tak terlupakan.

“Sangat senang bisa berkunjung dan bertukar pengalaman dengan warga asli Jepang. Belajar banyak juga soal perdamaian lewat kunjungan dan kuliah di Museum Bom Atom Nagasaki,” ujar Nabhan.

Lebih lanjut, Nabhan menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya terhadap hubungan bilateral antara Indonesia dan juga Jepang.

“Terima kasih kepada Pemerintah Jepang dan semoga persahabatan Indonesia-Jepang di bidang budaya, ekonomi, sampai pendidikan terus meningkat,” tukas Nabhan.

Pengalaman serupa dirasakan seluruh peserta. Mereka juga berkesempatan mengunjungi pabrik matcha tradisional, berdiskusi dengan pelajar SMA Jepang, dan melihat langsung bagaimana sebuah negara yang pernah hancur akibat perang kini menjadi simbol kedamaian dan kemajuan teknologi.

Puncak kegiatan di tanah air digelar pada 18 November 2024 melalui acara penyambutan resmi di Jakarta yang dihadiri Direktur Bagian Politik Kedutaan Besar Jepang, Tanaka Motoyasu. Dalam sambutannya, Tanaka menegaskan bahwa generasi muda adalah pondasi persahabatan Indonesia dan Jepang

Baca Juga  Buya Syafii: Agama dan Kebhinekaan untuk Kemanusiaan Universal

“Generasi muda seperti para peserta ini adalah fondasi persahabatan masa depan Jepang-Indonesia,” kata Tanaka.

Di hadapan perwakilan organisasi Islam dan tamu undangan, kedelapan pemuda tersebut mempresentasikan pengalaman mereka lengkap dengan dokumentasi foto dan video, sekaligus memaparkan rencana tindak lanjut: menyebarkan semangat perdamaian dan pemahaman lintas budaya melalui seminar, diskusi kampus, hingga kegiatan di pesantren dan masjid.

Program JENESYS sekali lagi membuktikan bahwa ketika pemuda dari latar belakang berbeda bertemu dengan hati terbuka, yang lahir bukan hanya kenangan indah, melainkan komitmen nyata untuk membangun dunia yang lebih saling menghormati satu perjalanan pada satu waktu.

Related posts
Internasional

Kasus Penangkapan Maduro oleh AS: Apakah Seorang Kepala Negara Boleh Menangkap Kepala Negara Lain?

2 Mins read
IBTimes.ID – Ketegangan di arena geopolitik dunia meningkat tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan suksesnya operasi militer skala besar di Venezuela….
Internasional

Tangkap Nicolas Maduro, Trump: Kami Kuasai Venezuela

2 Mins read
IBTimes.ID – Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya setelah Amerika melancarkan serangan militer pada Sabtu (3/1/2026) pagi. Maduro dan…
Internasional

Trump Soroti Aksi Aparat Iran, AS Disebut Siap Turun Tangan

1 Mins read
IBTimes.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapan Washington untuk turun tangan apabila…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *