back to top
Senin, Februari 16, 2026

Musim Kemarau adalah Sunnatullah

Lihat Lainnya

Frida Agung Rakhmadi
Frida Agung Rakhmadi
Staf Pengajar UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Sains dan Teknologi. Santri Pondok Pesantren Islam al-Mukmin Ngruki Tahun 1991-1997.

Musim adalah waktu tertentu.yang berjalan dengan keadaan iklim. Demikian salah satu definisi musim dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Di Indonesia terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan berkisar antara bulan Oktober hingga Maret, sedangkan musim kemarau berlangsung antara bulan April hingga September.

Musim Kemarau adalah Sunnatullah

Musim hujan dan musim kemarau adalah sunnatullah. Keduanya merupakan fenomena alam atas kuasa Allah Swt. Oleh karenanya, kehadiran keduanya harus kita syukuri dengan sebenar-benar dan sebaik-baik syukur. Bilamanal kita jumpai hal-hal negatif di dalam kedua musim tersebut, mari kita tumbuh-kembangkan sikap sabar terhadapnya. Dengan mensyukuri dan menyabari keduanya, kita akan memperoleh banyak sisi-sisi positif darinya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Fenomena musim hujan dan kemarau merupakan fenomena alam yang wawasannya termaktub dalam Al-Qur’an. Salah satu ayat Al-Qur’an yang membincang tentang musim kemarau adalah ayat ke-130 surah al-A’raf.

وَلَقَدْ اَخَذْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ بِالسِّنِيْنَ وَنَقْصٍ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

Artinya: “Sungguh, Kami telah menghukum Fir‘aun dan kaumnya dengan (mendatangkan) kemarau panjang dan kekurangan buah-buahan agar mereka mengambil pelajaran.”

Ayat di atas memuat wawasan tentang musim kemarau panjang. Dalam ayat tersebut, kemarau panjang diungkapkan dengan istilah al-siniin. Dalam ayat tersebut diinformasikan bahwa Allah swt. mendatangkan kemarau panjang kepada Fir’aun dan kaumnya sebagai bentuk hukuman karena Fir’aun dan kaumnya telah menganiaya Bani Israil dan tidak mengikuti ajakan Nabi Musa AS. Akibat dari musim kemarau berkepanjangan (bertahun-tahun), Fir’aun dan kaumnya kekurangan buah-buahan.

Baca Juga:  Cara Membangkitkan Kembali Umat Islam di Indonesia

Mudah-mudahan kemarau panjang tidak terjadi di Indonesia. Semoga masyarakat Muslim di Indonesia senantiasa menjadi hamba-hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt.

Musim Kemarau di Indonesia

Sebagaimana telah diutarakan di atas bahwa musim kemarau di Indonesia secara umum berlangsung selama enam bulan yakni dari bulan April hingga September. Namun demikian, terdapat sebagian wilayah Indonesia yang mengalami musim kemarau lebih pendek dan ada pula yang lebih panjang. Hal itu terjadi pula untuk musim kemarau tahun 2025 ini.

Negara kita tercinta Indonesia memiliki lembaga yang bertugas mempelajari musim, yakni Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Di BMKG terdapat divisi klimatologi. Divisi inilah yang bertugas mempelajari tentang iklim, termasuk menyajikan prakiraan durasi musim kemarau serta awal dan puncak musim kemarau.

Menurut prakiraan BMKG, pada musim kemarau tahun 2025 ini sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan akan mengalami musim kemarau yang singkat yakni selama 6 dasarian atau 2 bulan. Namun demikian, sebagian wilayah Sulawesi diprediksi pleh BMKG akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang, yakni selama 24 dasarian atau 8 bulan.

Awal Musim Kemarau 2025 di Indonesia

BMKG melalui stafnya (Rini Eka Saputri) telah merilis prediksi musim kemarau tahun 2025 di Indonesia. Prediksi tersebut dapat diakses oleh masyarakat pada laman website https://www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-musim/prediksi-musim-kemarau-tahun-2025-di-indonesia.

Dipaparkan oleh Rini Eka Saputri bahwa 57,7% wilayah Indonesia (403 ZOM) diperkirakan akan memasuki musim kemarau pada bulan April hingga Juni 2025. Wilayah yang diprediksi memasuki musim kemarau lebih awal daripada wilayah lainnya adalah Nusa Tenggara. Dijelaskan pula oleh Rini Eka Saputri bahwa wilayah yang memasuki musim kemarau normal hingga lebih lambat dari normalnya berjumlah 59% (409 ZOM).

Baca Juga:  Citra, Jenggala, dan Bencana

Mungkinkah masih turun hujan di awal musim kemarau? Jawabannya adalah masih mungkin. Pada awal musim kemarau di Indonesia diperkirakan akumulasi curah hujannya pada kategori normal (sama dengan biasanya), yakni tidak lebih basah atau tidak lebih kering.

Puncak Musim Kemarau 2025

Oleh BMKG diprediksi bahwa puncak musim kemarau di sebagian besar ZOM di Indonesia terjadi pada bulan Agustus 2025. Puncak musim kemarau tahun 2025 ini diperkirakan akan sama dengan tahun 2024 di hampir seluruh wilayah Indonesia. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan sebagian wilayah Indonesia puncak musim kemaraunya akan maju.

Informasi puncak musim kemarau dari BMKG di atas dapat digunakan oleh pemerintah dari tingkat pusat hingga tingkat daerah untuk menentukan kebijakan mitigasi bencana musim kemarau. Pun demikian, lembaga-lembaga swasta dapat menggunakan informasi dari BMKG di atas untuk penyusunan program-programnya.

Syukur-syukur bisa terjalin sinergitas program mitigasi bencana puncak musim kemarau antara lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga swasta, sehingga dampak negatif dari puncak musim kemarau dapat diminimalkan.

Penutup

Demikian paparan singkat tentang sunnatullah awal dan puncak musim kemarau 2025 di Indonesia dalam perspektif bayani, burhani, dan irfani. Semoga memperkuat semangat tumbuh-kembang keilmuan yang terpadu (integratif).

Mudah-mudahan musim kemarau tahun 2025 di Indonesia tidak sampai berdampak negatif kekeringan. Jika nantinya berdampak negatif kekeringan, maka nilai dasar Islam tolong-menolong harus kita kita bumikan.

Baca Juga:  Makna Istiwa' dalam Ta'wil Mutawalli asy-Sya'rawi

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat.

Wa Allah a’lamu bi al-shawab

Editor: Soleh

Peristiwa

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru