IBTimes.ID – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali memperluas akses kebutuhan dasar dengan meresmikan sumber mata air baru di Desa Tliu, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Senin (10/2).
Sumber air tersebut diberi nama Oe Upun dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi krisis air bersih di wilayah itu.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa mata air tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat Desa Tliu. Penamaan Oe Upun merujuk pada kondisi sekitar sumber air yang dikelilingi pohon mangga, sekaligus menjadi identitas lokal yang melekat.
“Dengan adanya yang kedua ini, baik dengan pertama dan yang kedua itu di angka 116, dari sekitar 230 KK (Kepala Keluarga). Alhamdulillah sumber mata air ini sudah melayani sampai lebih dari 500 jiwa,” katanya.
Menurut Yamin, pengelolaan yang lebih tertata akan membuat manfaat sumber air ini semakin luas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat, termasuk Universitas Muhammadiyah Kupang, PWM NTT, masyarakat setempat, dan Danone Indonesia.
“Dan ditopang – didukung juga oleh Danone Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan sumber mata air yang insyallah bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi Sosial dan Harmoni Lintas Komunitas
Sumber mata air Oe Upun berada di lahan milik Suku Ita. Meski demikian, pemanfaatannya dibuka untuk kepentingan seluruh warga. Ketua PWM NTT, Mukhsin Masri, mengapresiasi sikap Suku Ita yang mengikhlaskan lahannya demi kebutuhan bersama.
“Semoga sumber mata air ini dapat memberi manfaat dengan baik. Di sisi lain juga untuk tetap menjaga kekompakan,” pesannya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Nazaruddin Malik, menilai ketersediaan air bersih dapat menjadi pintu masuk penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap Universitas Muhammadiyah Kupang nanti bisa melanjutkannya dengan membangun lingkungan dan ekonomi yang bisa mendorong masyarakat lebih produktif,” katanya.
Firman Kusuma, Senior Manager Public Affair and Sustainability Danone Indonesia, menyebut kerja sama ini telah berjalan sejak 2023 dan diharapkan terus berlanjut untuk menjawab kebutuhan dasar air di NTT.
Di tingkat lokal, Ketua PCM Amanuban Timur, Abdul Kadir, menekankan dampak sosial dari program ini.
“Semoga dengan adanya sumber mata air yang kedua ini, dapat merekatkan persatuan umat beragama di desa kami semakin kuat,” ungkapnya.
Kepala Suku Ita, Semi Ita, turut menyampaikan rasa syukur.
“Tentu kami ikut senang, kami memiliki tanah bermanfaat untuk kita-kita semua. Terbantu oleh semua – majelis pemberdayaan Muhammadiyah,” katanya.
Oe Upun kini terintegrasi dengan sumber air lain dalam program MPM Feto Mone, seperti Oe Bone, Oe Fau, serta Zam-zam atau Ahmad Yamin. Kehadirannya menegaskan komitmen Muhammadiyah menghadirkan solusi nyata yang tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat di wilayah timur Indonesia.
(NS)


