back to top
Sabtu, Mei 2, 2026

Kesejahteraan Guru yang Bermutu

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam reformasi kebijakan pendidikan nasional. Guru sebagai garda terdepan mendapat perhatian serius. Meski demikian, kesejahteraan guru masih menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Data lapangan bicara lantang. Guru PPPK paruh waktu di banyak daerah hanya digaji Rp35.000 hingga Rp1,5 juta per bulan. Mayoritas jauh di bawah UMR. Bahkan di beberapa wilayah upah cuma Rp50.000 hingga Rp139.000 per bulan.

Penelitian Saidun Hutasuhut dkk. (2025) dalam Future Academia mencatat guru honorer rata-rata menerima Rp300.000 hingga Rp1 juta per bulan. Beban kerja mereka setara guru tetap.

Guru honorer senior sering terjebak status paruh waktu. Pemda jarang buka formasi penuh. Kesenjangan antar status guru pun masih terasa. Dari ASN, PPPK, honorer, hingga guru swasta. Forum GTKN mencatat disparitas gaji yang memprihatinkan. Banyak guru non-ASN bergaji di bawah standar hidup layak.

Ini bukan sekadar soal uang. Kesejahteraan guru adalah fondasi pengembangan kualitas guru. Tanpa pemenuhan kebutuhan dasar, motivasi mengajar turun. Guru terpaksa cari kerja sampingan. Fokus ke siswa berkurang.

Penelitian Hutasuhut dkk. (2025) menegaskan hal ini. Kesejahteraan buruk langsung memicu penurunan mutu pendidikan. Studi Mai Afinda Sari dkk. (2024) yang mereka kutip juga membuktikan: kesejahteraan finansial guru sangat memengaruhi motivasi mengajar dan hasil belajar siswa.

Pemerintah tak tinggal diam. Negara lewat Kemendikdasmen gerak cepat. Guru honorer non ASN dinaikkan derajatnya. Tahun 2026, Rp14 triliun digelontorkan untuk tunjangan guru. Insentif guru non-ASN naik dari Rp300.000 jadi Rp400.000 per bulan.

Baca Juga:  Buya Syafii Maarif Raih Penghargaan 'International Man of Peace 2019'

Anggaran Rp1,8 triliun menjangkau 377.143 guru. Tunjangan profesi guru (TPG) naik menjadi Rp2 juta per bulan. Anggaran Rp11,5 triliun untuk 392.870 guru, naik Rp663 miliar. Tunjangan khusus guru di wilayah 3T tetap Rp2 juta per bulan.

Lebih dari 900 ribu guru honorer sudah diangkat PPPK dalam lima tahun terakhir. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) diikuti 750 ribu guru non-ASN. Sertifikasi terus diperluas. Langkah ini selaras dengan rekomendasi penelitian Hutasuhut dkk.: gaji tetap, perlindungan kesehatan, pelatihan berkelanjutan, dan regulasi yang melindungi hak guru.

Momentum Hardiknas 2026 di Banyuwangi, 2 Mei lalu, semakin menguatkan komitmen. Mendikdasmen Abdul Mu’ti memimpin upacara dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Dalam amanatnya, Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia dorong Pembelajaran Mendalam sebagai prioritas. Program pemenuhan kualifikasi guru juga digencarkan. Tahun 2025, pemerintah beri beasiswa kepada 12.500 guru. Tahun 2026, target 150 ribu guru yang belum D4/S1 lewat program rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

Berbagai pelatihan disiapkan: Pembelajaran Mendalam, Bimbingan Konseling, Koding dan Kecerdasan Artifisial, Kepemimpinan Sekolah, serta Bahasa Inggris. Sertifikasi guru terus ditingkatkan. Tunjangannya dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan. Guru honorer pun dapat insentif bulanan. Sehingga bukan hanya soal kesejahteraan guru, tapi pengetahuan guru beriringan ditingkatkan.

Pembelajaran Mendalam diintegrasikan dengan penguatan karakter. Budaya sekolah ASRI: Aman, Sehat, Resik, Indah dikuatkan, dielaborasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).

Baca Juga:  Apa Sebenarnya Mens Rea?

“Kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid yang terbebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan,” kata Abdul Mu’ti.

Negara juga tidak menutup mata melihat fenomena infrastruktur satuan pendidikan yang masih rapuh. Program revitalisasi satuan pendidikan sudah menjangkau 16.167 sekolah. Digitalisasi pembelajaran lewat Interactive Flat Panel menjangkau lebih dari 288 ribu satuan. Empat pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, media kini terintegrasi.

“Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” ajak Mendikdasmen.

Pemerintah sedang membangun fondasi yang kuat. Anggaran naik. Program masif dijalankan. Kolaborasi lintas sektor diperkuat. Guru berada di tempat yang mulia. Motivasi mengajar naik. Mutu pembelajaran pun bergerak ke arah lebih baik.

Kesejahteraan guru yang bermutu bukan lagi sekadar wacana. Langkah nyata sudah dijalankan dan disempurnakan. Dengan dukungan semua pihak, kesejahteraan dan kualitas guru bermutu akan terwujud.

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua!

(Assalimi)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru