back to top
Rabu, Maret 4, 2026

Anwar Abbas: Dulu Kiai Dahlan Ditertawakan Orang, Sekarang Dihargai

Lihat Lainnya

RedaksiIB
RedaksiIB
IBTimes.ID - Cerdas Berislam. Media Islam Wasathiyah yang mencerahkan

IBTimes.id “Kiai Dahlan ditertawakan orang pada masanya, tapi sangat dihargai setelahnya,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas ketika mengawali Seminar Pra Muktamar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hari ini (Sabtu, 15/2). Dalam pidatonya, Anwar Abbas berpesan agar ke depan Muhammadiyah lebih fokus bagaimana caranya menguasai kapital.

Potensi Ekonomi

Anwar Abbas menjelaskan bahwa sampai hari ini potensi ekonomi Muhammadiyah belum dikelola dengan baik. Ada 5 sumberdaya yang hari ini belum dikelola secara baik, yaitu pertama, iuran anggota, kedua iuran amal usaha, ketiga efisiensi, keempat uang yang ditaruh di bank, dan kelima zakat, infak, sedekah.

“Ada iuran dari sekitar 10 juta anggota, kemudian ada iuran amal usaha. Soal efisiensi, Muhammadiyah itu gerakan ilmu, tapi ilmu tidak dibawa ke dalam kehidupannya. Membeli banyak itu lebih murah daripada membeli sedikit,” papar Anwar Abbas. “Kemudian soal menaruh uang di bank juga tidak pakai ilmu. Soal zakat, infak, sedekah, LazisMu sudah ada dana 600 M.”

Lebih lanjut Anwar Abbas menegaskan bahwa Muhammadiyah sebenarnya menjadi satu-satunya ormas yang siap kaya. Akan tetapi, ia mempertanyakan mengapa justru persyarikatan ini tidak siap kaya? “Karena kita tidak memahami Al-Quran Surat Ar-Ra’d ayat 11. “Bacalah. Kemajuan Korea karena mengagumi ayat itu,” Anwar Abbas menceritakan kisah ketika bertemu Tan Sri Dato Seri Sanusi Junid.

Baca Juga:  Pelunasan Biaya Perjalanan Haji 2023 Resmi Ditutup

“Muhammadiyah bisa menjadi organisasi yang mandiri secara ekonomi. Jika seperti itu, Muhammadiyah akan menentukan arah negeri ini. Pada 2040-2050 nanti, yang mau jadi bupati, gubernur, presiden adalah orang-orang yang didukung oleh Muhammadiyah. Itu karena Muhammadiyah pemilik kapital,” pungkasnya.

Sebagaimana rilis yang diedarkan panitia seminar pra muktamar, sampai saat ini, arsitektur dan ekosistem filantropi yang dapat menjadi pengembang ekonomi Muhammadiyah belum dioptimalkan pelaksanaannya. Muhammadiyah hingga kini belum memiliki skema yang kuat dan komprehensif bagaimana merumuskan Kemandirian Ekonomi warga yang berbasis Filantropi Islam. Atas dasar inilah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengamanatkan kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk menggelar Seminar Nasional Pra Muktamar dengan tema, “Kemandirian Ekonomi Berbasis Filantropi: Ekosistem Filantropi dan Arsitektur Ekonomi Muhammadiyah.”

Seminar Pra Muktamar

Seminar Nasional Pra Muktamar diselenggarakan pada hari Sabtu, 15 Februari 2020, pukul 07.30 sampai selesai di Gedung AR Fachruddin A Lt.3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Keynote speakers disampaikan oleh Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto, M.P, IPM dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Anwar Abbas.

Adapun para pembicara seminar adalah tokoh-tokoh yang sudah masyhur di bidang pengembangan ekonomi dan filantropi di Indonesia, seperti Prof Dr Bambang Sudibyo, Prof Dr Amelia Fauzia, Dr Aries Muftie, SE, SH, MH, Prof Dr. Hilman Latief, Prof dr Dian Masyita, dan Dr Lilies Setiartiti, SE, MSi.

Baca Juga:  Mu'ti: Mudik Bukan Ajaran Agama, Silaturahim Bisa Dengan Cara Lain

Reporter: Nabhan
Editor: Arif 

Peristiwa

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru