Agama

Gen Z Lebih Toleran Ketimbang Milenial dan Baby Boomers

2 Mins read

IBTimes.ID – Di tengah kekhawatiran sebagian kalangan terhadap masa depan kehidupan beragama, sebuah temuan justru menghadirkan optimisme. Generasi Z (Gen Z) sebagai kelompok usia muda yang kerap dilekatkan dengan dunia digital ternyata tampil sebagai generasi paling toleran terhadap kelompok agama lain daripada generasi Milenial dan Baby Boomers.

Tak hanya itu, Gen Z juga tercatat sebagai generasi dengan kemampuan membaca Al-Qur’an tertinggi. 

Gambaran ini terungkap dalam Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 yang dilakukan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Alvara Strategic Research.

Survei berskala nasional ini melibatkan 1.208 responden Muslim yang tersebar di 34 provinsi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka langsung.

Dengan margin of error sebesar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei ini dinilai cukup representatif untuk menggambarkan kondisi kehidupan beragama umat Islam di Indonesia.

“Secara resmi, rilis survei akan diumumkan pada Januari 2026. Terdapat banyak temuan survey di bidang kehidupan beragama. Hasilnya cukup menggembirakan dan memberikan optimisme,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, dikutip dari laman resmi Bimas Islam, Senin (5/1/26).

Ia menegaskan bahwa temuan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai laporan semata. 

“Laporan ini idealnya menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tanah air,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk dalam kategori tinggi. 

Dari berbagai dimensi yang diukur, aspek akhlak menempati posisi tertinggi dengan skor 81,88, menunjukkan kuatnya fondasi moral dalam praktik keberagamaan umat.

Baca Juga  Nasib Antar Generasi di Indonesia di Bawah Rezim Ekstraktif

Lebih jauh, survei ini menyoroti peran strategis Generasi Z dalam perjalanan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. 

3 Temuan Survei Kemenag dan Alvaera Strategic Research

Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi, menyebut Gen Z sebagai motor utama perubahan sosial dan keagamaan di masa depan.

Pada aspek literasi Al-Qur’an, khususnya kemampuan membaca dengan tartil, Gen Z mencatatkan indeks tertinggi dibandingkan generasi lainnya. 

Skor mereka mencapai 56,29, unggul atas Milenial (54,06), Generasi X (53,97), dan Baby Boomers (50,95).

Keunggulan Gen Z juga terlihat pada indikator toleransi beragama. 

Dalam sikap menolak pembubaran kegiatan keagamaan kelompok atau aliran lain, indeks Gen Z tercatat sebesar 80,03—lebih tinggi dibandingkan Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81).

Secara agregat, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada di angka 79,65. Angka ini hanya terpaut tipis dari Generasi X (79,67), namun tetap lebih tinggi dibandingkan Milenial (79,07) dan Baby Boomers (78,63). 

Indikator toleransi ini mencakup sikap menerima ibadah agama lain, tidak mencela keyakinan berbeda, menolak persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.

“Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” ujar Lilik.

Survei ini juga mencatat potensi positif kehidupan beragama di kawasan perkotaan yang didominasi oleh penduduk usia muda. 

Meski indeks dimensi ibadah di wilayah urban (78,38) sedikit berada di bawah kawasan perdesaan (79,37), kuatnya pemahaman keagamaan dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan spiritual ke depan.

“Gen Z dan Milenial adalah pilar masa depan. Walaupun terdapat tantangan dalam pengamalan ibadah harian, modal intelektual melalui pemahaman Al-Qur’an dan sikap toleransi yang matang merupakan aset besar bagi kohesi sosial,” pungkas Lilik.

Baca Juga  Benarkah Gen Z Haus Validasi?

Hasil survei ini menegaskan bahwa di tangan generasi muda, masa depan kehidupan beragama Indonesia bukan hanya tetap terjaga, tetapi juga berpeluang tumbuh lebih inklusif dan dewasa.

(MS)

Related posts
Agama

Muhammadiyah Dorong Pemulihan Mental Pascabencana, 600 Guru dan Siswa Sumatera Ikuti Pelatihan Psikososial

1 Mins read
IBTimes.ID – Muhammadiyah memperkuat fase pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Sumatera dengan menaruh perhatian khusus pada kesehatan mental dan keberlanjutan pendidikan. Memasuki masa…
Agama

Muhammadiyah Tetapkan Jadwal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha 2026 Berdasarkan Hisab Global

1 Mins read
IBTimes.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan jadwal awal Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi….
Agama

Ramadan 2026 Jatuh 18 Februari, Muhammadiyah Jelaskan Dasar Perhitungannya

1 Mins read
IBTimes.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *