back to top
Rabu, Februari 25, 2026

Hilman Latief: Tauhid Murni Perlu Melibatkan Akal

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief menyebut bahwa Muhammadiyah menyebut tauhid harus murni. Dari hal tersebut muncul pertanyaan apakah berarti ada tauhid yang murni.

Hal tersebut ia sampaikan dalam Pengkajian Ramadan PP Muhammadiyah pada Rabu (25/2/2026) di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Menurut Hilman, karna ada banyak orang yang ingin memurnikah tauhid, maka muncul beragam pendapat terkait dengan tauhid murni. Menurutnya, Risalah Tauhid karya Muhammad Abduh menyebut tauhid murni harus melibatkan akal.

“Abduh sangat rasional karna ingin memurnikah tauhid itu,” ujar Hilman.

Ia menyebut bahwa iman dimaknai sebagai pembenaran dalam hati, dinyatakan secara verbal, dan didemonstrasikan dalam perbuatan (amalu bil arkan). Dalam konteks mendemonstrasikan dalam perbuatan, ada persoalan kontemporer yang terkait dengan rukum iman.

“Misalnya, pandangan warga Muhammadiyah terhadap wujudul hilal bisa berubah. Pandangan lama sudah sama sekali tidak dipakai. Tapi sebagai produk pengetahuan, memang ada keniscayaan untuk berubah,” imbuhnya.

Ada juga tentang pembagian zakat fitri sepanjang tahun. Ia menceritakan pengalaman di Lazismu, ketika pihaknya menerima dana miliaran rupiah dan harus dihabiskan sebelum salat Idulfitri. Maka ia minta fatwa ke Kiai Hamim Ilyas terkait dengan apakah boleh membagi zakat fitri sepanjang tahun.

Ia menyebut, standar penerapan fikih terkadang tidak jelas. Mana yang harus menggunakan bayani, burhani, dan ‘irfani. Misalnya, Majelis Tarjih sangat progresif dalam konteks KHGT, namun belum mengeluarkan fatwa terkait penyaluran daging had oleh jamaah haji.

Baca Juga:  Doa Agar Dikaruniai Keluarga Sakinah

“KHGT saja bisa pakai Alaska, ini daging had belum bisa. Saya kira karna standarnya belum jelas,” imbuhnya.

Ke depan, perlu pembacaan baru. Tajdid Muhammadiyah terkait dengan amalu bil arkan perlu diperkuat lagi. Selain itu juga perlu inovasi dalam memahami teks-teks keagamaan.

(FI)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru