back to top
Kamis, Februari 5, 2026

Kolaborasi IMM dan Mahasiswa Palestina Menguatkan Pendidikan Global

Lihat Lainnya

IBTimes.IDDewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menerima kunjungan Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia (PMPI) dalam sebuah pertemuan yang menandai penguatan hubungan antarmahasiswa lintas negara.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk membangun sinergi program, mempererat solidaritas kemanusiaan, serta membuka peluang kolaborasi jangka panjang di bidang pendidikan, kepemudaan, dan isu global.

Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menyambut hangat kehadiran delegasi PMPI dan menilai dialog tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun jejaring mahasiswa internasional yang berkelanjutan.

“Kami menyambut baik kedatangan saudara-saudara dari Persatuan Mahasiswa Palestina di Indonesia. Hubungan seperti ini sangat baik dan kami berharap bisa menjadi pertemuan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Riyan (03/02/26).

Ia menjelaskan bahwa IMM memiliki kader dari jenjang sarjana hingga doktoral yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Karena itu, IMM membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa Palestina untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kaderisasi. Keterlibatan tersebut mencakup forum-forum intelektual yang rutin diselenggarakan, termasuk Darul Arqam Paripurna (DAP).

“Kami berharap teman-teman mahasiswa Palestina bisa hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan kami, seperti Darul Arqam Paripurna, yang juga membuka ruang diskusi isu-isu global,” tambahnya.

Sinergi Akademik dan Diplomasi Kemahasiswaan

Sementara itu, Ketua Umum PMPI, Shaker Abu Shukor, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan IMM. Ia juga menegaskan komitmen mahasiswa Palestina di Indonesia untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan diplomasi kemahasiswaan.

Baca Juga:  Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Mata Psikolog Pendidikan

“PMPI aktif dalam berbagai kegiatan, seperti kegiatan sosial, kunjungan ke pemerintah Indonesia hingga berbagai rapat dan diskusi yang juga dilakukan secara daring,” jelas Shaker.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa Palestina di Indonesia menempuh studi di bidang teknik dan kedokteran. Pada 2025, sekitar 50 mahasiswa Palestina tercatat aktif, sementara total mahasiswa Palestina di Indonesia saat ini berjumlah 91 orang.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM, Fadil Mahdi, menilai pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana persaudaraan yang kuat.

“Kami menyambut baik kedatangan saudara Palestina. Rasanya seperti dikunjungi saudara lama yang sudah lama tidak bertemu,” ujarnya.

Fadil menambahkan, IMM membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, khususnya dalam penyebaran informasi beasiswa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

“Kami memang tidak memiliki wewenang langsung untuk memberikan beasiswa, tetapi IMM siap menjadi perpanjangan tangan dalam menghubungkan informasi beasiswa bagi mahasiswa Palestina,” jelasnya.

Selain itu, IMM juga mendorong keterlibatan mahasiswa Palestina sebagai narasumber dalam forum kaderisasi untuk membahas isu geopolitik internasional, termasuk dinamika Timur Tengah. Pertemuan ini menjadi fondasi awal bagi penguatan solidaritas mahasiswa Indonesia–Palestina dalam konteks kemanusiaan, akademik, dan gerakan pemuda global.

(NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru