back to top
Kamis, Februari 12, 2026

Konflik Thailand-Kamboja Reda, Ribuan Pengungsi Pulang ke Rumah

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Perlahan-lahan, kehidupan mulai bergerak kembali di Thailand bagian timur. Pada Selasa, 30 Desember, ribuan warga yang sebelumnya mengungsi akibat ketegangan bersenjata di perbatasan Thailand–Kamboja mulai pulang ke rumah masing-masing.

Harapan itu muncul seiring diberlakukannya gencatan senjata selama 72 jam yang memberi ruang bernapas bagi warga sipil setelah hari-hari penuh kecemasan.

Di Provinsi Sa Kaeo, suasana di pusat-pusat evakuasi perlahan berubah. Jika beberapa hari lalu tempat-tempat itu dipadati keluarga yang membawa barang seadanya, kini arus keluar terlihat stabil. 

Otoritas setempat mencatat, dari sekitar 17 ribu warga—setara dengan 5.000 keluarga—yang sempat mengungsi di 40 lokasi penampungan, hanya sekitar 20 persen yang masih bertahan. Selebihnya memilih kembali, menjemput rutinitas yang tertunda.

Namun, kepulangan itu tidak berlangsung seragam. Mereka yang berasal dari wilayah relatif aman, seperti Aranyaprathet, menjadi kelompok pertama yang meninggalkan penampungan. 

Sementara itu, warga dari desa-desa yang masuk zona pertempuran masih menunggu dengan sabar. Bukan karena ragu, melainkan karena prosedur keselamatan yang belum rampung. Tim penjinak bahan peledak masih menyisir sejumlah titik, memastikan tidak ada sisa ancaman sebelum izin pulang diberikan.

Pemerintah daerah memperkirakan lampu hijau bagi wilayah berisiko tinggi akan keluar pada Rabu sore, setelah proses sterilisasi dinyatakan selesai. 

Di setiap pernyataan resmi, satu pesan terus diulang: keselamatan warga adalah prioritas utama dalam setiap tahap pemulangan.

Baca Juga:  Introducing the Jargon of Progressive Women to the World, Muhammadiyah-'Aisyiyah Holds a Global Conference on Women's Rights in Islam

Tanda-tanda normalisasi juga terlihat dari kebijakan keamanan. Satgas Burapha, satuan yang bertanggung jawab atas stabilitas kawasan perbatasan sebagaimana dilansir dari laman Antara pada (31/12), mengumumkan pencabutan jam malam di empat distrik. Keputusan ini disambut lega oleh warga, meski tetap diiringi kewaspadaan.

Sebab, di balik meredanya ketegangan, garis depan belum sepenuhnya tenang. 

Di Ban Nong Chan, sebuah pemandangan mencuri perhatian: prajurit Thailand mengibarkan bendera nasional di atas kontainer yang dijadikan pagar perbatasan sementara. Aksi itu bukan sekadar seremonial. 

Otoritas menyebutnya sebagai penegasan simbolis kedaulatan, menyusul laporan—meski belum terkonfirmasi—tentang pergerakan pasukan Kamboja di sekitar wilayah sengketa.

Di tengah bendera yang berkibar dan rumah-rumah yang kembali dihuni, suasana perbatasan masih menyimpan ketegangan halus. Warga pulang dengan rasa lega bercampur waspada, berharap gencatan senjata ini bukan sekadar jeda singkat, melainkan awal dari ketenangan yang lebih panjang.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru