Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT di launching oleh Muhammadiyah pada tanggal 25 Juni 2025 M di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Sebelumnya, KHGT secara resmi telah ditanfizkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Surat Keputusan (SK) dengan 86/KEP/I.0/B/2025. Juga disahkan melalui Tanfidz Pengembangan Pedoman Hisab Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal, tertanggal 4 Syakban 1446 H/3 Februari 2025 M. Selain itu, KHGT juga di muat Berita Resmi Muhammadiyah (BRM) nomor 05/2022-2027/Zulkaidah 1446 H/Mei 2025 M. Melalui tanfiz, dijabarkan bahwa KHGT memiliki Prinsip, Syarat, dan Parameter (PSP) sebagai sebuah sistem kalender hijriah yang kini digunakan.
Prinsip KHGT
KHGT merupakan kalender (pen: hijriah) yang menggunakan siklus sinodis Bulan dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Prinsip KHGT meliputi:
- Keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia. Keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia dalam memulai bulan baru, artinya satu hari satu tanggal di seluruh dunia seperti halnya dalam sistem kalender Masehi.
- Penggunaan hisab. Dalam penentuan awal bulan kamariah, hisab sama kedudukannya dengan rukyat (Putusan Tarjih XXVI, 1424 H/2003 M). Oleh karena itu penggunaan hisab dalam penentuan awal bulan kamariah adalah sah dan sesuai dengan Sunah Nabi Saw.
- Kesatuan matlak. Kesatuan matlak merujuk pada konsep bahwa seluruh permukaan bumi dianggap sebagai satu kesatuan zona kalender.
- Pemberlakuan parameter kalender global, parameter kalender yang telah terpenuhi di suatu kawasan di muka bumi diberlakukan secara global ke seluruh kawasan dunia.
- Penerimaan Garis Tanggal Internasional (GTI). Seluruh masyarakat dunia dan termasuk umat Islam telah menerima GTI yang berlaku sekarang sebagai garis batas pemisah dua hari/tanggal berurutan. Garis itu terletak pada garis meridian (bujur) 180° (Bujur Timur).
Syarat KHGT
KHGT harus memenuhi syarat dari suatu kalender Islam sebagai di bawah ini:
- Kalender Islam harus merupakan suatu sistem yang dapat menampung urusan agama dan dunia sekaligus.
- Kalender Islam harus didasarkan kepada bulan kamariah di mana durasinya tidak lebih dari 30 hari dan tidak kurang dari 29 hari.
- Kalender Islam harus merupakan kalender unifikatif dengan ketentuan satu hari satu tanggal di seluruh dunia.
- Kalender Islam tidak boleh menjadikan sekelompok orang muslim di suatu kawasan di muka bumi memulai bulan baru sebelum yakin terjadinya terpenuhinya parameter kalender di suatu tempat mana pun di muka bumi.
- Kalender Islam tidak boleh menahan sekelompok orang muslim di suatu kawasan di muka bumi untuk memasuki bulan baru sementara hilal telah terpampang secara jelas di ufuk mereka.
Parameter KHGT
- Seluruh kawasan dunia dianggap sebagai satu kesatuan matlak; bulan baru dimulai secara bersamaan di seluruh kawasan.
- Bulan baru dimulai apabila di bagian bumi mana pun di dunia sebelum pukul 24.00 GMT (penulis: maksudnya pkl. 00:00 UTC pada tanggal konjungsi) telah terpenuhi kriteria: elongasi 8° atau lebih dan ketinggian hilal di atas ufuk saat matahari terbenam minimal 5°.
- Apabila kriteria di atas terpenuhi setelah lewat tengah malam (pukul 24:00 GMT[1]), maka bulan baru tetap dimulai dengan ketentuan berikut:
- Apabila parameter di atas telah terpenuhi di suatu tempat di manapun di dunia dan ijtimak di New Zealand terjadi sebelum fajar.
- Parameter di atas pada butir 1) terjadi di wilayah daratan Benua Amerika.
Tidak sedikit yang masih belum memahami KHGT secara operasional atau pada tataran implementatifnya, bagaimana memahami degan mudah KHGT saat ingin menentukan bulan-bulan hijriah? Bagaimana alur dan Langkah-langkahnya? Pada tulisan ini penulis mencoba memaparkan dengan pendekatan agar benar-benar mudah difahami. Harapan nya semua pihak dapat mengenal lebih baik tentang KHGT, dan meminimalisir kesalahan fahaman tentang KHGT.
Alur Perhitungan atau Penentuan Bulan Hijriah pada KHGT
Untuk memudahkan dalam penentuan atau perhitungan bulan hijriah menurut KHGT maka disusun istilah Parameter Kalender Global atau PKG, yang untuk menentukan awal bulan terpenuhi menurut KHGT jika:
- Telah terpenuhinya ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° dimanapun, sebelum pkl. 00:00 UTC pada tanggal terjadinya konjungsi, ini disebut Parameter Kalender Global pertama atau PKG-1,
- Jika ada suatu lokasi yang memenuhi ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° melebihi pkl. 00:00 UTC pada tanggal konjungsi, dan waktu konjungsi terjadi sebelum waktu fajar di New Zealand, lokasi yang memenuhi kriteria harus berada di daratan Amerika (main-land), ini disebut Parameter Kalender Global kedua atau PKG-2.
Secara garis besar, Langkah-langkah yang dilakukan untuk penentuan bulan hijriah menurut KHGT adalah:
- Menentukan waktu dan tanggal konjungsi, sekaligus menghitung waktu fajar di New Zealand pada tanggal konjungsi yang sudah ditemukan,
- Menghitung waktu terbenam Matahari untuk semua lokasi pada tanggal konjungsi,
- Menghitung ketinggian dan elongasi pada saat Matahari terbenam di semua titik koordinat pada tanggal konjungsi,
- Melihat titik koordinat atau lokasi yang memenuhi kriteria ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8°, untuk dilihat keterpenuhan PKG-1 atau PKG-2,
Pada praktiknya dalam yang dimaksud dengan semua lokasi adalah semua titik koordinat dari 180° Bujur Timur (BT) sampai 180° Bujur Barat (BB) dan 65° Lintang Selatan (LS) sampai 65° Lintang Utara (LU), yang artinya ada sebanyak 47.291 titik koordinat yang harus dihitung. Untuk waktu fajar yang digunakan dengan standar ketinggia Matahari yang sudah sesuai dengan keputusan Munas Tarjih ke-31 yaitu ketinggian Matahari -18°, dan untuk lokasi New Zealand yang digunakan adalah lokasi Wellington (41°17’02.9″ LS, 174°46’39.0″ BT). Selanjutnya ketinggian Bulan dan elongasi yang digunakan pada KHGT adalah ketinggian Bulan dan elongasi geosentrik.
Yang perlu diingat, ada beberapa kesalahfahaman terhadap KHGT mengenai area cakupan pemberlakukan sistem kalendernya, atau istilah yag lebih dikenal adalah matlak-nya. Misalnya, pada penentuan awal bulan Ramadan 1447, beberapa pihak mengatakan “Muhammadiyah menggunakan matlak Alaska”. Padahal, sejatinya matlak yang digunakan pada KHGT adalah matlak global. Hal ini berarti seluruh permukaan Bumi yang dimulai dari 180° Bujur Timur (BT) sampai 180° Bujur Barat. Maka pemberlakukan PSP KHGT adalah dengan menghitung seluruh Kawasan dari 180° BT sampai 180° BB. Untuk contoh kasus awal Ramadan 1447, pemahaman yang benar adalah karena konjungsi awal Ramadan 1447 H terjadi pada tanggal 17 Februari 2026 pkl. 12:01:09 UTC, dan lokasi pertama yang memenuhi kriteria adalah dengan titik koordinat 56°48’49” Lintang Utara dan 158°51’44” Bujur Barat, dan lokasi tersebut ada di Alaska, seperti pada Gambar 1.

Gambar 1 Peta KHGT untuk Ramadan 1447 H (sumber: khgt.muhammadiyah.or.id)

Gambar 2 Peta KHGT untuk Syawal 1447 H (sumber: khgt.muhammadiyah.or.id)
Untuk memahami peta KHGT yang telah dihasilkan dan dapat diakses melalui aplikasi berbagai platform, sebagai contoh pada Gambar 1 dan Gambar 2 perlu diperhatikan catatan berikut:
- Ada judul yang bertuliskan “Peta Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) pada Gambar 1 untuk Ramadan 1447 Hijriah” yang menunjukkan peta tersebut adalah peta untuk menentukan bulan Ramadan 1447 H menurut KHGT dan beberapa informasi dan data astronomis yang diperlukan, atau pada Gambar 2 untuk Syawal 1447 H,
- Pada Gambar 1 di bagian kanan bawah, ada informasi status keterpenuhan PKG, pada peta tersebut menunjukkan bahwa PKG-1 tidak terpenuhi, sedangkan PKG-2 terpenuhi. Sedangkan pada Gambar 2 menunjukkan status PKG-1 dan PKG-2 terpenuhi,
- Pada bagian kiri bawah terdapat informasi waktu dan tanggal konjungsi, serta infromasi waktu dan tanggal untuk waktu fajar di New Zealand,
- Ada garis berwarna hitam yang menunjukkan semua titik koordinat yang pada waktu Matahari terbenam di tanggal konjungsi meminiki elongasi geosentrik sebesar 8°,
- Garis berwarna merah menunjukkan semua titik koordinat yang pada waktu Matahari terbenam di tanggal knjungsi memiliki altitude geosentrik sebesar 5°,
- Garis berwarna oranye menunjukkan semua titik koordinat yang memiliki waktu terbenam Matahari di tanggal konjungsi bertepatan dengan Pkl. 00:00 UTC (tanggal yang sama),
- Pada Gambar 2, ada 2 (dua) area berwarna yaitu area berwarna hijau tua yang menunjukkan semua titik koordinat yang memiliki altitude minimal 5° dan elongasi minimal 8° sebelum pkl. 00:00 UTC pada waktu Matahari terbenam di tanggal konjungsi,
- Pada Gambar 2, untuk area berwarna hijau muda menunjukkan semua titik koordinat yang memiliki altitude minimal 5° dan elongasi minimal 8° setelah pkl. 00:00 UTC pada waktu Matahari terbenam di tanggal konjungsi.
- Untuk memudahkan, jika ada area yang berwana hijau tua maka PKG-1 terpenuhi dan secara otomatis PKG-2 juga terpenuhi, jika ada area berwarna hijau muda di daratan Amerika maka PKG-2 terpenuhi, sedangkan jika area berwarna hijau muda tidak berada di daratan Amerika maka PKG-2 tidak terpenuhi.
Contoh PKG-1 Terpenuhi
Untuk menggambarkan penentuan bulan hijriah menurut KHGT yang memenuhi PKG-1, yaitu telah terpenuhinya ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° dimanapun, sebelum pkl. 00:00 UTC pada tanggal terjadinya konjungsi, dapat dilihat pada penentuan Syawal 1447 H seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2 yang menunjukkan lokasi atau titik koordinat pertama yang memenuhi kriteria yaitu di 65°00’00” Lintang Utara dan 42°03’03” Bujur Timur, dan kriteria ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° terjadi di titik koordinat tersebut sebelum pkl. 00:00 UTC, sehingga statu PKG-1 terpenuhi yang juga secara otomatis PKG-2 terpenuhi juga.
Contoh PKG-2 Terpenuhi
Sedangkan untuk menggambarkan keterpenuhan PKG-2 karena PKG-1 tidak terpenuhi, dapat dilihat pada Gambar 1 untuk penentuan bulan Ramadan 1447 H yang menunjukkan tidak ada lokasi atau titik koordinat yang memenuhi ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° sebelum pkl. 00:00 UTC pada tanggal konjungsi (tanggal 17 Februari 2026 M) sehingga PKG-1 tidak terpenuhi, tetapi ada lokasi atau titik koordinat yang memenuhi ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° setelah pkl. 00:00 UTC yaitu di 56°48’49” Lintang Utara dan 158°51’44” Bujur Barat, dan waktu konjungsi terjadi sebelum waktu fajar di New Zealand, yaitu waktu konjungsi terjadi pada pkl. 12:01:09 UTC tanggal 17 Februari 2026 M sedangkan waktu fajar di New Zealand terjadi pada pkl. 16:06:13 UTC tanggal 17 Februari 2026 M, atau waktu konjungsi terjadi 4 jam 5 menit 4 detik sebelum waktu fajar di New Zealand pada tanggal 17 Februari 2026 M.
Contoh PKG-1 dan PKG-2 Tidak Terpenuhi
Pada KHGT, ada penekanan jika PKG-1 tidak terpenuhi maka PKG-2 harus memastika 2 (dua) catatan penting yaitu terpenuhinya kriteria atau ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° harus terjadi di Daratan Amerika, dan waktu konjungsi harus terjadi sebelum waktu fajar di New Zealand.

Gambar 3 Peta KHGT untuk Jumadilawal 1447 (sumber: khgt.muhammadiyah.or.id)
Pada Gambar 3 menunjukkan adanya area berwarna hijau muda, atau ada titik-titik koordinat yang memenuhi kriteria atau ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8° dan waktu konjungsi yaitu pkl. 12:25:11 UTC tanggal 21 Oktober 2025 terjadi sebelum waktu fajar di New Zealand yaitu pkl. 15:41:14 UTC tanggal 21 Oktober 2025, atau konjungsi terjadi 3 jam 16 menit 3 detik sebelum waktu fajar di New Zeland, tetapi karena area hijau muda atau titik koordinat yang memenuhi kriteria tidak ada satupun yang berada di daratan Amerika, maka PKG-2 tidak terpenuhi yang secara otomatis juga PKG-1 tidak terpenuhi.

Gambar 4 Peta KHGT untuk Zulhijah 1447 H (sumber: khgt.muhammadiyah.or.id)
Sedangkan untuk Zulhijah 1447 H seperti pada Gambar 4 menunjukkan adanya area berwarna hijau muda atau titik-titik koordinat yang memenuhi kriteria atau ketinggian minimal 5° dan elongasi minimal 8°, dan pada area hijau muda ada yang berada di daratan Amerika, namun PKG-2 tidak terpenuhi dikarenakan waktu konjungsi terjadi setelah waktu fajar di New Zealand. Waktu konjungsi terjadi pada pkl. 20:01:03 UTC pada tanggal 16 Mei 2026 M dan waktu fajar di New Zealand terjadi pada pkl. 17:47:32 UTC pada 16 Mei 2026 M, atau waktu konjungsi terjadi 2 jam 13 menit 31 detik setelah waktu fajar di New Zealand, sehingga PKG-2 tidak terpenuhi dan secara otomatis PKG-1 juga tidak terpenuhi.
Wacana Awal Hari Pada KHGT
Perlu diingat, KHGT yang merupakan sebuah sistem kalender harus dengan rigid mendefinisikan unit-unit waktunya, minimal unita waktu berupa hari dan bulan. Untuk unit waktu berupa durasi hari dalam satu bulan, pada syarat KHGT nomor 2 telah menyebutkan bahwa durasi bulan dalam KHGT minimal 29 hari dan maksimal 30 hari. Karena terjadinya konjungsi pada tiap bulan tidak terjadi pada lokasi yang selalu sama dan terus berubah-ubah, maka diterapkannya Garis Tanggal Internasional (GTI) sebagai “marker” agar prinsip KHGT nomor 1 (satu) yaitu keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia, atau dikenal dengan istilah ‘Satu Hari Satu Tanggal’ dapat terpenuhi, maka perlu definisi rigid tentang durasi hari. Mendefinisikan durasi hari tentu tidak terlepas kapan hari itu dimulai atau awal hari dalam KHGT, yang juga akan menjadi awal bulan pada bulan-bulan hijriah pada KHGT.
KHGT sendiri melalui Surat Keputusan (SK) PP Muhammadiyah nomor 86/KEP/I.0/B/2025 sudah berstatus putusan. Namun, yang dituangkan melalui Tanfidz PP Muhammadiyah tentang KHGT yang dimuat pada Berita Resmi Muhammadiyah nomor 05/2022-2027/Zulkaidah 1446 H/Mei 2025 M. Halaman 1 sampai halaman 26 tidak memuat tentang konsep awal hari, dimana menurut BRM tersebut yang dimuat diantaranya adalah Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 86/KEP/I.0/B/2025 pada halaman 1 dan 2, dan lampirannya pada halaman 3 sampai halaman 26. Pada lampiran SK PP Muhammadiyah tersebut, setidaknya memuat: Pendahuluan (pada halaman 3), Dalil Syar’I dan Argumen Sains, (Sub tentang Dalil Syar’i pada halaman 7, dan Sub tentang Argumen Sains pada halaman 15), Prinsip, Syarat dan Parameter KHGT pada halaman 18 sampai 22, Ijtihad Muhammadiyah pada halaman 22 sampai 24, Penutup pada halaman 24, dan daftar Pustaka pada halamman 25 sampai 26. Ada 2 (dua) wacana konsep awal hari yang berkembang sampai pada saat ini, yaitu:
- Wacana konsep awal hari pkl. 00:00, dan
- Wacana konsep awal hari pkl. 18:00.
Untuk contoh, seperti pada penentuan Ramadan 1447 H yang ditunjukkan oleh Gambar 1, jika menurut konsep awal hari pkl. 00:00 maka awal hari pertama di lokasi 180° Bujur Timur pada pkl. 00:00 waktu setempat pada tanggal 18 Februari 2026 M, atau pkl. 12:00 UTC tanggal 17 Februari 2026 M, juga misalnya untuk Yogyakarta (7°48’04.7″LS, 110°21’29.1″ BT) akan memulai masuk 1 Ramadan 1447 H pada pkl. 00:00 WIB tanggal 18 Februari 2026 M atau pkl. 17:00 UTC tanggal 17 Februari 2026 M.
Sedangkan bulan Ramadan 1447 H seperti pada Gambar 1 menurut konsep awal hari pkl. 18:00 sebagai representasi dari fenomena Matahari terbenam atau magrib, 1 Ramadan 1447 H yang pertama kali masuk di titik koordinat 180° Bujur Timur pada pkl. 18:00 (UTC+12) waktu setempat pada tanggal 17 Februari 2026 M, atau pkl. 06:00 UTC tanggal 17 Februari 2026 M, juga misalnya untuk Yogyakarta (7°48’04.7″LS, 110°21’29.1″ BT) akan memulai masuk 1 Ramadan 1447 H pada pkl. 18:00 WIB (UTC+7) pada tanggal 17 Februari 2026 M atau pkl. 11:00 UTC tanggal 17 Februari 2026 M.
Penutup
Beberapa catatan penting tentang implementasi KHGT diantaranya:
- Untuk altitude dan elongasi yang digunakan pada KHGT adalah altitude dan elongasi geosentrik, dan waktu fajar menggunakan standar ketinggian Matahari -18° sesuai Putusan Munas Tarjih ke-31,
- Perhitungan untuk penentuan bulan hijriah pada KHGT harus dilakukan secara menyeluruh yaitu menghitung sebanyak 47.291 titik koordinat yang terdiri dari 180° Bujur Timur sampai 180° Bujur Barat, dan 65° Lintang Selatan sampai 65° Lintang Utara, dan perhitungan dilakukan setiap 1° atau dengan increment 1° agar menghasilkan data hasil perhitungan yang akurat atau hisab hakiki,
- Perhitungan tidan bisa dilakukan dengan melakukan sampling, atau dengan increment besar, misalnya tiap 2° atau lebih, karena berpotensi menghasilkan kesimpulan akhir yang keliru karena bisa jadi titik-titik koordinat yang akan memenuhi kriteria untuk terpenuhinya PKG-1 atau PKG-2 terlewat.
- Perlu diputuskan segera definsi durasi hari khususnya konsep awal hari pada sistem KHGT.
Demikian, semoga bermanfaat.
Editor: Ikrima



