IBTimes.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyebut program revitalisasi 214 sekolah di Provinsi Papua pada 2026 sebagai langkah pemerintah untuk memperbaiki kualitas sarana dan prasarana pendidikan serta mewujudkan pemerataan layanan pendidikan.
“Program revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memperluas akses terhadap fasilitas belajar yang layak,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti dikutip dari Antara pada (20/10).
Abdul Mu’ti menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 214 sekolah di Provinsi Papua telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) untuk mengikuti program revitalisasi pada 2026. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp208,56 miliar.
“Pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan peserta didik di Papua memperoleh kesempatan belajar dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu layanan pendidikan, terutama di kawasan timur Indonesia. Dengan perbaikan fasilitas sekolah, peserta didik diharapkan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dalam lingkungan yang lebih memadai.
“Pemerintah terus mendorong pelaksanaan program revitalisasi agar pembangunan fasilitas pendidikan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi satuan pendidikan penerima bantuan,” Mendikdasmen.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 2 Jayapura, Lea Ansanai menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya dengan nilai Rp2,09 miliar.
“Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membangun tiga ruang kelas baru dengan konstruksi dua lantai serta merehabilitasi empat ruang kelas lainnya,” katanya.
Lea berharap pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi fasilitas yang ada dapat menunjang kelancaran proses belajar mengajar. Perbaikan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
(MS)


