back to top
Kamis, Februari 5, 2026

Ormas Islam Setuju Indonesia Gabung Board of Peace

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Sejumlah 16 ormas Islam, tokoh Islam, hingga pimpinan pondok pesantren menyetujui Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau dewan perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump setelah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan itu berlangsung sekitar empat jam di Gedung Istana Merdeka Jakarta, Selasa (Kompas TV/3/2).

Di hadapan para ulama dan kiai yang hadir, Prabowo menjelaskan secara gamblang alasan-alasan pemerintah memutuskan bergabung dalam organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump itu. Salah satu alasannya, karena Prabowo ingin membela dan membantu kemerdekaan rakyat Palestina.

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa para ormas Islam sepakat mendukung keputusan Indonesia bergabung Board of Peace.

“Setelah Pak Presiden menyampaikan secara utuh mulai dari penjelasan umum, situasi global, kemudian situasi di Palestina dan apa yang telah dilakukan Indonesia dan komitmen Indonesia, termasuk kaitannya dengan BoP itu Alhamdulillah semua ormas Islam sangat mendukung langkah politik pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam BoP,” tuturnya pada Rabu.

Mu’ti menyebut, adanya perbedaan pendapat dikarenakan beberapa ormas dan tokoh Islam belum mendapatkan penjelasan secara utuh soal alasan Indonesia bergabung dalam BoP. Muhammadiyah pun mendukung keputusan Prabowo.

“Ya sama dengan ormas yang lain juga. Kami sangat memahami dan mendukung langkah-langkah pemerintah terkait dengan BoP ini,” terangnya.

Baca Juga:  Setahun Kabinet Prabowo-Gibran: Kinerja Abdul Mu’ti Mendapatkan Skor Tertinggi

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap waspada dalam keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

“Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina,” ujarnya pada Selasa.

Gus Yahya mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam skema yang justru berpotensi merugikan perjuangan rakyat Palestina.

“Kami memahami langkah-langkah yang ditempuh Pak Presiden, dengan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang nantinya justru bisa merugikan Palestina,” pungkasnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sebelumnya sempat meminta pemerintah menarik diri dari BoP pun, akhirnya berbalik arah. Ketua MUI, Anwar Iskandar menyampaikan pihaknya mendukung keputusan Prabowo bergabung BoP sepanjang organisasi tersebut berjuang untuk kemaslahatan umat.

“Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja. Karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan,” tandasnya.

Total ada 16 ormas Islam yang hadir dalam pertemuan bersama Prabowo. Mulai dari, PBNU, MUI, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Persatuan Islam (PERSIS), PP Muslimat NU, Wahdah Islamiyah, hingga Persatuan Ummat Islam.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru