Agama

Penyuluh Agama Karanganyar Gotong Royong Bersihkan Rumah Ibadah Lintas Agama Sambut Nataru

2 Mins read

IBTimes.ID – Dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Pimpinan Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Karanganyar menggelar aksi bersih-bersih rumah ibadah lintas agama. Kegiatan ini mengusung tema “Bersih Rumah Ibadah, Bersih Hati Indonesia”.

Aksi tersebut diikuti oleh seluruh penyuluh agama dari berbagai agama di Kabupaten Karanganyar, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Bersih-bersih dilakukan secara gotong royong di tiga rumah ibadah, yaitu:

  • Gereja Paroki Santo Pius X Cangakan
  • Masjid Baitussalam Karanganyar
  • Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Cendanawangi Bejen

Para penyuluh membersihkan area dalam dan luar rumah ibadah, termasuk halaman serta lingkungan sekitar. Kegiatan ini mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan, kenyamanan, dan keharmonisan antarumat beragama.

Selain itu, aksi ini juga menerapkan program ekoteologi Kementerian Agama, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan rumah ibadah. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual bagi umat beragama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, H. Hidayat Maskur, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa tema “Bersih Rumah Ibadah, Bersih Hati Indonesia” memiliki makna mendalam, yaitu ajakan untuk menjaga kebersihan fisik sekaligus membersihkan hati dari prasangka, intoleransi, dan perpecahan.

“Momentum Nataru dan HAB Kementerian Agama ke-80 ini menjadi sarana untuk meneguhkan kembali komitmen kita dalam merawat kerukunan umat beragama. Membersihkan rumah ibadah lintas agama adalah simbol bahwa Kementerian Agama hadir untuk semua dan mengajak umat beragama membangun Indonesia yang rukun dan damai,” ujar Hidayat.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam, H. Ruslan,, menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan ajaran Islam yang menekankan kebersihan, kepedulian sosial, dan ukhuwah kemanusiaan. Ia berharap aksi seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memperkuat toleransi dan moderasi beragama.

Baca Juga  Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026

“Menjaga kebersihan rumah ibadah adalah bagian dari iman. Ketika dilakukan secara lintas agama, kegiatan ini sekaligus mengajarkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk bekerja sama demi kebaikan bersama,” kata Ruslan..

Penyelenggara Kristen, Ayub Rulian Winarno., menyatakan bahwa aksi bersih-bersih tempat ibadah oleh para penyuluh agama ini, memberi semangat kasih, pelayanan, dan persaudaraan antarumat beragama, terutama relevan menyambut perayaan Natal untuk membangun suasana damai dan harmonis.

Sementara itu, Penyelenggara Katolik, Agustinus Triwiyarso, menyampaikan bila rumah ibadah tak hanya tempat berdoa saja, tetapi simbol persatuan dan kedamaian.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kasih dan pelayanan. Melalui kerja bersama lintas iman, kita menunjukkan bahwa rumah ibadah bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga simbol persatuan, kedamaian, dan tanggung jawab bersama,” kata Agustinus.

Melalui kegiatan ini, PD IPARI Kabupaten Karanganyar berharap dapat terus memperkuat peran penyuluh agama sebagai agen moderasi beragama, mempererat persaudaraan lintas iman, serta menghadirkan wajah Kementerian Agama yang humanis, inklusif, dan peduli terhadap lingkungan.

Related posts
Agama

Muhammadiyah Dorong Masjid Bertransformasi Jadi Pusat Pelayanan Sosial dan Keumatan

1 Mins read
IBTimes.ID – Muhammadiyah terus mendorong transformasi masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat layanan umat yang…
Agama

PP Muhammadiyah–DPP LDII Perkuat Silaturahmi, Dorong Sinergi Ormas Islam untuk Umat dan Bangsa

1 Mins read
IBTimes.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Selasa (13/1/2026) di Kantor…
Agama

Muhammadiyah Urai Alasan Ramadan 1447 H Dimulai 18 Februari 2026

2 Mins read
IBTimes.ID – Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah yang jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 kembali menjadi sorotan publik. Menanggapi perdebatan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *