IBTimes.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Selasa (13/1/2026) di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah dan sinergi antarorganisasi kemasyarakatan Islam untuk menjawab berbagai tantangan umat dan kebangsaan.
Rombongan DPP LDII dipimpin Ketua Umum Chriswanto Santoso, dan disambut oleh Ketua PP Muhammadiyah Saad Ibrahim bersama jajaran pimpinan. Keduanya menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan kerja sama konkret lintas ormas demi memperkuat kontribusi sosial-keagamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Saad menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menilai silaturahmi sebagai modal strategis membangun kekuatan bersama.
“Kami atas nama Pimpinan Muhammadiyah menyampaikan terima kasih atas kehadirannya kepada DPP LDII untuk yang kedua kalinya ini. Kita saling belajar, kita saling melihat sisi positif dari masing-masing, lalu kemudian kita gunakan untuk kekuatan kita bersama,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan baik ini berlanjut pada kolaborasi nyata dalam konteks keumatan, kebangsaan, hingga isu-isu universal, serta mendoakan kesuksesan Musyawarah Nasional LDII yang akan datang.
Sinergi Ormas Islam untuk Kemaslahatan Publik
Dalam kesempatan yang sama, Chriswanto mengakui peran Muhammadiyah sebagai gerakan pencerah bangsa. Menurutnya, LDII banyak belajar dari pengalaman Muhammadiyah, khususnya dalam pengelolaan amal usaha di bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. “Kita banyak belajar,” kata Chriswanto. Ia menambahkan, penguatan institusi seperti rumah sakit dan lembaga pendidikan menjadi cita-cita bersama agar ormas Islam dapat saling mengisi kebutuhan masyarakat.
Chriswanto menilai persoalan bangsa tidak bisa ditangani pemerintah semata atau oleh segelintir organisasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dengan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.
“Indonesia ini sudah kesepakatan umum dibentuk atas dasar perbedaan. Justru dengan perbedaan ini memperkaya… yang paling penting adalah mengkomunikasikan agar saling mengisi di antara kelebihan dan bagaimana meminimalkan kekurangan,” jelasnya.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen memperkuat ta’awun (tolong-menolong) antarlembaga demi kemaslahatan umat. Baik Pimpinan Pusat Muhammadiyah maupun Dewan Pimpinan Pusat LDII sepakat bahwa sinergi yang berkelanjutan, berbasis dialog, pembelajaran bersama, dan aksi kolaboratif akan memperluas dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.
(NS)

