Peristiwa

Prabowo Tegaskan Komitmen Penuh Penanganan Bencana Sumatera Meski Tak Berstatus Nasional

2 Mins read

IBTimes.ID – Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun baru 2026 dengan kunjungan kerja intensif ke wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera. Pada hari pertama tahun ini, ia memimpin rapat koordinasi di Aceh Tamiang sambil meninjau langsung pembangunan rumah hunian sementara (huntara) yang dikelola Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara). Kunjungan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025.

Dikutip dari Kumparan.com pada (1/1/2026), bencana hidrometeorologi ekstrem tersebut telah menimbulkan dampak bencana luar biasa di beberapa wilayah sumatera. Hingga akhir Desember 2025, ratusan hingga ribuan jiwa dilaporkan meninggal dunia, dengan ribuan rumah rusak berat, infrastruktur terputus, dan jutaan warga terdampak. Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah paling parah, di mana ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal. Namun, Prabowo kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu menetapkan status bencana nasional karena Indonesia sebagai negara besar mampu menanganinya secara mandiri dan maksimal.

“Saudara-saudara, masih ada yang mempersoalkan mengapa tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Kita punya 38 provinsi, dampak ini terjadi di tiga provinsi saja, sementara 35 provinsi lainnya masih aman. Selama kita sebagai bangsa dan negara mampu menghadapi, kita tidak perlu menyatakan status itu,” ujar Prabowo dalam rapat yang dihadiri gubernur, bupati, dan sejumlah menteri.

Pernyataan ini bukan berarti pemerintah menganggap remeh musibah tersebut. Sebaliknya, Prabowo menekankan bahwa respons sudah dilakukan secara all-out untuk penanagan bencana sumatera.

“Ini bukan hal ringan. Bukti keseriusan kita adalah kehadiran langsung para menteri di lapangan. Hari ini saja, 10 menteri berada di Aceh, dua di antaranya di Aceh Utara, sementara yang lain tersebar di wilayah terdampak lainnya,” tambahnya.

Baca Juga  Viral Foto Masta Unimuda Sorong, Muhammadiyah Praktikkan Toleransi

Kunjungan Prabowo ke Aceh Tamiang merupakan kelanjutan dari rangkaian tinjauan sebelumnya. Sehari sebelumnya, ia menghabiskan malam pergantian tahun bersama pengungsi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Di Aceh Tamiang, presiden secara langsung memeriksa struktur dan fasilitas Rumah Hunian Danantara di kawasan Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru.

Pembangunan ini dimulai sejak 24 Desember 2025, dengan target awal 600 unit siap huni dalam waktu singkat, dilengkapi toilet, dapur umum, mushola, taman bermain, klinik kesehatan, dan bahkan akses Wi-Fi gratis.

Danantara, di bawah arahan langsung presiden, menargetkan total 15.000 unit hunian sementara di tiga provinsi: sekitar 12.000 di Aceh, 2.000 di Sumatera Utara, dan 500 di Sumatera Barat. Proyek ini melibatkan BUMN seperti Hutama Karya dan didukung penuh anggaran negara yang besar. Prabowo menegaskan, pemerintah telah mengalokasikan dana signifikan, termasuk penghematan di pusat untuk prioritas bantuan kepada rakyat di tingkat bawah.

Selain pembangunan hunian, upaya pemulihan pasca bencana di Sumatera mencakup perbaikan jembatan bailey, rehabilitasi sawah dan bendungan, pembersihan material longsor, serta distribusi logistik. TNI-Polri, BNPB, dan kementerian terkait dikerahkan secara masif. Prabowo juga membuka pintu bagi bantuan dari masyarakat, swasta, hingga diaspora, asal mekanismenya jelas dan dikoordinasikan pemerintah.

Meski menuai kritik dari sebagian publik yang mendesak status nasional untuk mempercepat bantuan internasional, Prabowo menunjukkan bahwa tanpa status tersebut, respons tetap cepat dan terintegrasi.

“Kita akan habis-habisan membantu hingga masyarakat pulih sepenuhnya,” tegasnya.

Kunjungan ini tidak hanya memberikan harapan bagi korban, tapi juga mencerminkan ketangguhan bangsa Indonesia dalam menghadapi cobaan. Di tengah duka mendalam, langkah konkret pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo menjadi sinyal bahwa pemulihan Sumatera menjadi prioritas utama di awal 2026.

Baca Juga  Kebakaran Besar di Hong Kong Tewaskan 75 Orang, 270 Hilang dan Ribuan Mengungsi
Related posts
Peristiwa

Bantuan Korban Banjir Sumatera Dibuka, Prabowo: Asal Prosedurnya Transparan

1 Mins read
IBTimes.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah bersikap terbuka terhadap berbagai bentuk bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera….
Peristiwa

Bener Meriah dan Aceh Tengah Diguncang 4 Kali Gempa, Warga Panik

1 Mins read
IBTimes.ID – Gempa magnitudo 4,5 mengguncang Dataran Tinggi Gayo, meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, Aceh, Pukul 20.43 WIB Selasa (30/12/2025)….
Peristiwa

16 Lansia Tewas dalam Tragedi Kebakaran Panti Werdha di Manado

2 Mins read
IBTimes.ID – Kebakaran melanda Panti Werdha Damai yang berada di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, pada Ahad (28/12) malam sekitar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *