Agama

Rakornas LDK Muhammadiyah Tegaskan Dakwah Komunitas yang Lebih Tajam dan Relevan

2 Mins read

IBTimes.ID – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan kembali fondasi ideologis Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang kokoh sejak berdiri pada 1912.

Menurut Haedar, nilai, orientasi, dan karakter Muhammadiyah hari ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dirintis para pendiri. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Rakornas II LDK PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

“Semua dasar gerakan Muhammadiyah hari ini, fondasinya sudah diletakkan oleh para pendiri. Kita ini sesungguhnya melanjutkan, meneruskan, dan mengembangkan apa yang telah mereka rintis,” jelas Haedar.

Rakornas LDK kali ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi dakwah komunitas secara nasional, tetapi juga menegaskan relevansi dakwah Muhammadiyah di tengah dinamika kebangsaan. Kehadiran sejumlah tokoh lintas latar belakang menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah tetap mendapat perhatian luas di ruang publik.

Haedar menegaskan bahwa salah satu pilar utama Muhammadiyah adalah spirit Al-Ma’un yang digagas Kiai Ahmad Dahlan. Al-Ma’un, menurutnya, tidak berhenti sebagai teks, melainkan diterjemahkan sebagai praksis sosial yang melintasi batas kelas dan kelompok.

“Al-Ma’un itu inklusif. Bukan teologi untuk satu golongan. Orang miskin membutuhkannya, orang kaya pun memerlukannya. Bahkan mereka yang berada di lapisan atas juga ingin masuk surga,” tegasnya.

Dakwah Al-Ma’un dan Tantangan Segmentasi Baru

Spirit tersebut melahirkan berbagai amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial sebagai ekspresi nyata dakwah yang membumi. Namun demikian, Haedar mengingatkan bahwa tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Masyarakat kian terfragmentasi sehingga pendekatan dakwah tidak lagi bisa bersifat umum.

Baca Juga  Saat 60 Anggota PKI Bergabung Muhammadiyah Madiun

“Dakwah Muhammadiyah ke depan perlu menyasar segmentasi yang lebih kecil, yang mikro, dengan pendekatan yang semakin khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan, dakwah komunitas harus hadir dengan empati dan pemahaman sosial yang mendalam, menyentuh kelompok marjinal sekaligus kalangan atas yang juga memiliki kegelisahan spiritual.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan pentingnya collaborative government dalam pembangunan daerah. Ia menilai Muhammadiyah, khususnya LDK, memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat hingga ke akar rumput.

“Pembangunan Jawa Tengah tidak cukup hanya terintegrasi dengan pemerintah pusat. Kita membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi kemasyarakatan yang sudah terbukti bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, memaparkan bahwa hingga periode 2024–2025, LDK membina 26 segmen dakwah komunitas dengan dukungan 1.594 dai di 933 titik dakwah. Total jamaah yang terlayani mencapai 42.097 orang, termasuk di lebih dari 180 lokasi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dari Aceh hingga Papua.

Rakornas II LDK PP Muhammadiyah diharapkan menjadi momentum penguatan dakwah komunitas yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak luas bagi kehidupan umat dan bangsa.

(NS)

Related posts
Agama

Muhammadiyah Dorong Umat Islam Berkualitas dan Sejahtera, Bukan Sekadar Besar Jumlah

1 Mins read
IBTimes.ID – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa kekuatan umat Islam tidak cukup diukur dari besarnya jumlah penduduk. Menurutnya,…
Agama

Muhammadiyah Lantik Direksi Madrasah Mu’allimaat 2026–2029, Perkuat Kaderisasi Pemimpin Perempuan

1 Mins read
IBTimes.ID – Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi melantik Direksi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta untuk masa jabatan 2026–2029. Pelantikan yang berlangsung di Aula Madrasah…
Agama

Muhammadiyah Dorong Masjid Bertransformasi Jadi Pusat Pelayanan Sosial dan Keumatan

1 Mins read
IBTimes.ID – Muhammadiyah terus mendorong transformasi masjid agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah ritual, tetapi juga menjadi pusat layanan umat yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *