back to top
Selasa, Februari 17, 2026

Sambut Ramadan, Muhammadiyah Tawangsari Sukoharjo Perkuat Ideologi untuk Majukan Amal Usaha

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tawangsari Sukoharjo, menggelar acara silaturahmi sekaligus pembinaan ideologi yang penuh makna. Kegiatan ini berlangsung di Aula Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Watubonang, Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta, termasuk para guru dari berbagai madrasah Muhammadiyah di wilayah setempat seperti MTs Muhammadiyah Tawangsari, MIM Watubonang, MIM Ngadirejo, MIM Lorog, MIM Pojok, dan MIM Pundungrejo—menjadi momentum penting untuk mengokohkan kelembagaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah naungan PCM Tawangsari.

Ketua Majelis Dikdasmen PCM Tawangsari, Sri Raharjo, menjelaskan bahwa acara ini dirancang dengan semangat ukhuwah Islamiyah untuk membangun dan menguatkan jaringan AUM.

“Spirit ukhuwah dan berjejaring harus menjadi agenda bersama. Dengan begitu, AUM PCM Tawangsari akan semakin berkembang dan kuat,” ujarnya penuh semangat.

Sambutan hangat juga disampaikan Ketua PCM Tawangsari Sukoharjo, Muh Subekti. Di hadapan para peserta, ia menegaskan makna mendalam dari pengabdian di lingkungan Muhammadiyah.

“Bapak dan Ibu tidak sekadar keluar rumah mencari rezeki ketika bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah. Ini adalah perjalanan dalam tauhid dan ibadah di jalan Allah SWT,” katanya Subekti.

Puncak acara diisi sesi pembinaan ideologi oleh Benni Setiawan, Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumberdaya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta. Ia mengupas pokok-pokok pikiran dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah sebagai landasan gerak Persyarikatan.

Baca Juga:  Kolaborasi Global untuk SDM Unggul: Cerita Perjalanan KKN PLUS 2024 ITB Ahmad Dahlan

“Muqaddimah Anggaran Dasar mengajarkan penguatan ajaran Islam dalam setiap langkah mengelola Persyarikatan. Ini menjadi fondasi bagi gerakan pemurnian (tanfid) dan pembaruan (tajdid),” jelas Benni.

Ia menambahkan, keberhasilan laju AUM sangat bergantung pada komitmen pimpinan dan pengelola.

“Sinergi dan gerak bersama harus terus ada dalam setiap denyut aktivitas kita,” tegasnya.

Di akhir sesi, sesepuh dan penasehat PCM Tawangsari, Sedyo Santosa yang juga dosen UIN Sunan Kalijaga memberi semangat kepada para guru.

“Dalam proses mengajar, teruslah mengasah diri dan tingkatkan kapasitas. Ini bagian dari pengabdian yang tak pernah berhenti,” pesan Sedyo.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bersama bagi seluruh elemen Muhammadiyah Tawangsari untuk terus memajukan AUM dan mengokohkan gerakan persyarikatan menuju ke depan yang lebih gemilang. Semangat ukhuwah dan ideologi Muhammadiyah kian terasa jelang Ramadan tiba!

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru