Peristiwa

SUMU Luncurkan Serikat Blockchain Muhammadiyah

1 Mins read

IBTimes.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) meluncurkan Serikat Blockchain Muhammadiyah sekaligus menggelar Workshop Blockchain untuk Pengusaha Muhammadiyah pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Graha Kinasih, Kaliurang, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Kopdar Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) 2026.

Workshop tersebut mengusung tema “Blockchain untuk Pengusaha Muhammadiyah: Urgensi, Inovasi, dan Implementasi”, dengan tujuan meningkatkan pemahaman para pelaku usaha Muhammadiyah terhadap teknologi blockchain sebagai infrastruktur digital baru. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat transparansi, efisiensi, serta daya saing usaha di era ekonomi digital.

Koordinator Nasional Serikat Blockchain Muhammadiyah, Jodhi Adhikaprana Sardjono, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang tidak hanya sebagai forum pengenalan teknologi, tetapi juga sebagai ruang literasi dan diskusi strategis yang kritis dan reflektif terhadap blockchain.

“Blockchain adalah teknologi yang netral. Yang menentukan manfaat atau mudharatnya adalah desain penggunaan dan tata kelolanya. Workshop ini menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman yang utuh, terutama dari perspektif pengusaha Muhammadiyah,” ujarnya.

Workshop ini juga menghadirkan Ir. Noor Akhmad Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Associate Professor Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus Advisory Asosiasi Blockchain Syariah Indonesia (ABSI).

Dalam pemaparannya, ia mengulas integrasi teknis blockchain serta perspektif syariah dalam pemanfaatannya di sektor usaha dan organisasi. Noor Akhmad Setiawan menekankan bahwa blockchain dapat berfungsi sebagai instrumen penguatan tata kelola apabila diterapkan secara kontekstual dan bertanggung jawab.

“Blockchain relevan ketika masalah utamanya adalah kepercayaan dan transparansi. Dalam konteks Muhammadiyah, teknologi ini berpotensi mendukung pengelolaan usaha, aset, dan layanan sosial secara lebih akuntabel,” jelasnya.

Diskusi dalam workshop mencakup berbagai topik strategis, mulai dari peluang integrasi blockchain dalam usaha dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), prinsip dan perspektif syariah, hingga potensi implementasi konkret di sektor ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial.

Baca Juga  Inilah 5 Agenda Rakerpus Majelis Tarjih

Melalui kegiatan ini, Serikat Usaha Muhammadiyah berharap dapat mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pengusaha Muhammadiyah sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Pemanfaatan teknologi blockchain diharapkan dapat dikembangkan secara produktif, etis, dan selaras dengan nilai Islam berkemajuan.

(HZ)

Related posts
Peristiwa

Kopdar Akbar SUMU 2026: Meneguhkan Peran Pengusaha Berkemajuan

1 Mins read
IBTimes.ID – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) menggelar Kopdar Akbar SUMU 2026 pada 31 Januari–1 Februari 2026 atau bertepatan dengan 12–13 Syakban 1447…
Peristiwa

DPD IMM DIY Periode 2025–2027 Resmi Dikukuhkan, Usung Transformasi Inklusif Gerakan

2 Mins read
IBTimes.ID – Suasana yang sakral dan semangat regenerasi terasa kuat di Amphiteater Gedung AR Fachruddin Fakultas Kedokteran Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan…
Peristiwa

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) 2016 Digelar, Targetkan Transaksi Hingga 520 Miliar

2 Mins read
IBTimes.ID – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai bank partner resmi mulai menggelar Garuda Indonesia Umrah Travel…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *