back to top
Sabtu, Maret 21, 2026

UAD Gelar Program Mubaligh Hijrah, Perkuat Pemahaman Ibadah Masyarakat Gunungkidul

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) melaksanakan program pengabdian masyarakat melalui Mubaligh Hijrah di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Februari hingga 13 Maret 2026 di Kecamatan Girisubo dengan total 10 titik penugasan. Salah satu lokasi pelaksanaan berada di Masjid Al-Amin, Dusun Nujo, Desa Pucung, yang menjadi wilayah pendampingan Unit I.B.6.

Unit tersebut terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, yakni Muhammad Maulana Raafi, Martalia Ningtyas, dan Muhammad Hanifullatif. Dalam pelaksanaannya, tim menyusun berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, baik berupa program rutin maupun kegiatan insidental.

Salah satu program rutin yang dilaksanakan adalah pendampingan membaca Al-Qur’an bagi jamaah ibu-ibu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an yang sebelumnya telah dipelajari melalui metode dasar.

Pada tahap awal Mubaligh Hijrah, mahasiswa melakukan pemetaan kemampuan membaca peserta. Selanjutnya, pembelajaran dilakukan secara bertahap melalui metode membaca terputus, pemberian contoh, serta penggunaan isyarat lisan dan ketukan sebagai panduan.

Selain itu, Muhammad Hanifullatif turut menyampaikan materi tajwid kepada masyarakat. Materi tersebut difokuskan pada waqof ibtida’ untuk memperkuat pemahaman membaca Al-Qur’an secara benar.

Penguatan Praktik Ibadah dan Dukungan Masyarakat

Program utama lainnya adalah kajian kaifiyah sholat yang disampaikan oleh Muhammad Maulana Raafi. Materi yang diberikan mencakup pengertian, tujuan, serta variasi praktik sholat yang berkembang di masyarakat dengan merujuk pada hadis dan literatur keagamaan yang shahih.

Baca Juga:  HMPS PAI UAD Sukses Gelar Olimpiade Qur’ani ke-8

Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dan bertahap agar masyarakat dapat memahami serta mengamalkan ibadah dengan benar sesuai tuntunan.

Pelaksanaan program ini memperoleh respons positif dari masyarakat setempat.

“Program ini sangat bermanfaat karena masyarakat masih membutuhkan bimbingan dalam memahami dan melaksanakan ibadah dengan tepat.” Ujar Joko Haryanto, Takmir Masjid Al-Amin.

Muhammad Maulana Raafi menyampaikan bahwa kegiatan Mubaligh Hijrah menjadi sarana memberikan pemahaman tentang kaifiyah sholat kepada masyarakat. Hal itu agar mereka dapat beribadah dengan benar dan tidak terkejut dengan perbedaan praktik.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyampaikan pemahaman tentang kaifiyah sholat kepada masyarakat sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah dengan benar sesuai tuntunan dan tidak terkejut tatkala menemukan banyak perbedaan dalam prakteknya,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Dukuh Nujo, Sutarna, yang menilai bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam menambah pengetahuan keagamaan masyarakat.

Secara keseluruhan, program Mubaligh Hijrah berjalan dengan baik dan menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi akademik dan sosial.

(NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

This will close in 0 seconds