IBTimes.ID – Pemerintah tengah menelaah kemungkinan penerapan skema baru penyelenggaraan ibadah haji tanpa sistem antrean, dengan tetap menjamin perlindungan bagi jutaan calon jamaah yang sudah lama menunggu keberangkatan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa wacana tersebut masih berada pada tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
“Sekarang Presiden berkeinginan supaya dipikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Jadi, haji yang tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil di Jakarta, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan bahwa panjangnya antrean haji di Indonesia berkaitan erat dengan sistem pengelolaan keuangan haji yang mendorong tingginya jumlah pendaftar, sementara kuota keberangkatan tetap terbatas.
“Semakin banyak itu (pendaftar) semakin lama ngantre,” ujar Dahnil.
Sebagai perbandingan, Dahnil menyinggung bahwa sejumlah negara memiliki pendekatan berbeda dalam pengelolaan haji. Di Malaysia, antrean panjang terjadi melalui sistem tabung haji, sedangkan di beberapa negara lain seperti India, antrean tidak sepanjang di Indonesia.
Lebih lanjut, pemerintah sedang mengkaji kemungkinan penerapan sistem yang lebih fleksibel, menyerupai mekanisme pembelian tiket langsung atau perebutan kursi sesuai kuota yang diberikan oleh Arab Saudi.
“Jadi kita dikasih kuota oleh Arab Saudi 200 ribu. Nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa. Kemudian nanti nggak perlu ngantre. Jadi masing-masing langsung pesan siapa yang dapat, itu yang berangkat,” kata dia sebagaimana dikutip dari Antara.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap akan mengutamakan perlindungan bagi jamaah yang sudah lebih dahulu terdaftar dalam daftar tunggu.
“Kita sedang memikirkan pola itu. Namun tentu juga kita harus pastikan yang selama ini sudah ngantre. Kan, ada yang ngantre sekarang mau naik haji itu 5,7 juta orang. Nah bagaimana perlindungan terhadap mereka?” kata Dahnil.
“Nah ini kami akan terus godok. Nanti mungkin akan saya jelaskan keterangannya, modelnya seperti apa. Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden Haji tidak ngantre itu bisa terwujud,” pungkas dia.
(MS)


