back to top
Rabu, Februari 18, 2026

Resensi Buku: Berlayarlah! Jangan Lupa Pulang

Lihat Lainnya

“Katanya Pram, menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Kalimat itu menjadi napas utama dalam buku ini. Berlayarlah! Jangan Lupa Pulang bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan deklarasi emosional dari ratusan santri yang telah menempuh perjalanan panjang dalam menuntut ilmu, jauh dari rumah, jauh dari keluarga—namun dekat dengan harapan dan cita-cita.

Selama enam tahun mereka menapaki kehidupan di pesantren, suka dan duka berbaur dalam satu perahu yang sama. Di tengah keterbatasan, mereka belajar tentang makna persaudaraan, keikhlasan, pengorbanan, dan ketangguhan menghadapi rindu. Buku ini menangkap momen-momen kecil yang sering luput dari perhatian, mulai dari percakapan ringan di ruang makan, lantunan doa di tengah malam, hingga gejolak batin saat menghadapi cobaan.

Melalui gaya narasi yang jujur dan puitis, para penulis menyampaikan isi hati mereka tanpa topeng. Ini bukan cerita tentang pahlawan, tapi tentang manusia yang belajar menjadi lebih baik. Buku ini menjawab rasa penasaran: bagaimana rasanya menjadi santri di era digital, ketika dunia luar begitu bising dan menggoda? Bagaimana mereka menjaga nilai dan identitas dalam derasnya arus zaman?

Berlayarlah! Jangan Lupa Pulang adalah simbol perjuangan dan pengingat bahwa dalam pencapaian sebesar apa pun, rumah adalah tempat untuk kembali. Buku ini tidak hanya menyentuh kalangan pesantren, tapi juga siapa pun yang pernah merasakan rindu, kehilangan, dan kerinduan untuk pulang—baik secara fisik maupun batin.

Baca Juga:  Trans7 Datang Minta Maaf ke Pesantren Lirboyo Kediri

Identitas Buku

Judul Buku: Berlayarlah! Jangan Lupa Pulang

Penulis: Aswana 3042

Editor: Yahya Fathur Rozy

Jumlah Halaman: 350 halaman

Penerbit: PT Litera Cahaya Bangsa

Tahun Terbit: 2025

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru