back to top
Kamis, Februari 5, 2026

Muhammadiyah Buka Peluang Kolaborasi dengan WBSC untuk Penguatan Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Lihat Lainnya

IBTimes.IDPimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut positif inisiatif kerja sama yang ditawarkan Women Business Syariah Community (WBSC) dalam bidang pemberdayaan perempuan.

Audiensi tersebut berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (3/2/2026), sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi lintas lembaga untuk kemaslahatan umat.

Pertemuan ini diterima oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, didampingi Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jebul Suroso.

Dalam kesempatan itu, WBSC memaparkan sejumlah gagasan kerja sama yang berfokus pada penguatan kapasitas perempuan melalui sektor pendidikan, kesehatan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Izzul Muslimin menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, gagasan yang dibawa WBSC sejalan dengan arah gerak Muhammadiyah yang selama ini menempatkan kemandirian ekonomi umat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai agenda strategis persyarikatan.

“Pada dasarnya Muhammadiyah sangat terbuka terhadap berbagai tawaran kerja sama, terlebih jika memberikan dampak positif bagi umat. Muhammadiyah memiliki perhatian besar terhadap penguatan ekonomi keumatan. Ke depan, WBSC dapat kami hubungkan dengan Lembaga Pengembangan UMKM PP Muhammadiyah serta Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah,” tegasnya.

Sinergi Perempuan sebagai Kunci Pemberdayaan

Lebih lanjut, Izzul menilai bahwa keterlibatan organisasi perempuan Muhammadiyah, khususnya ‘Aisyiyah, akan menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program pemberdayaan.

Menurutnya, penguatan perempuan tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga. Lebih dari itu, hal tersebut juga berkontribusi pada kemajuan sosial dan kesehatan masyarakat secara luas.

Baca Juga:  Hamim Ilyas: Mari Me-Muhammad-kan Diri Kita

Kerja sama yang ditawarkan WBSC mencakup berbagai skema pemberdayaan. Program tersebut meliputi peningkatan literasi kewirausahaan berbasis syariah, pendampingan UMKM perempuan, serta penguatan peran perempuan di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan akan model pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Muhammadiyah melihat kolaborasi semacam ini sebagai peluang strategis untuk memperluas dampak amal usaha dan jaringan sosial yang telah dimiliki.

Dengan dukungan struktur organisasi yang kuat dan jaringan hingga tingkat akar rumput, Muhammadiyah dinilai mampu menjadi mitra efektif dalam mengimplementasikan program-program pemberdayaan perempuan.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal menuju penjajakan kerja sama yang lebih konkret. Ke depan, hasil pertemuan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan program bersama yang terukur dan berorientasi pada hasil nyata, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan perempuan dan penguatan UMKM berbasis komunitas.

Kolaborasi lintas lembaga seperti ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk terus berperan aktif dalam pembangunan sosial yang berkeadilan, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai motor penggerak ekonomi umat.

(NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru