back to top
Sabtu, Februari 14, 2026

OlympiCAD VIII Muhammadiyah Jadi Panggung Lahirnya Generasi Emas 2045

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Ajang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympiCAD) VIII yang digelar di Balai Sidang Muktamar Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis (12/2/2026), diproyeksikan menjadi ruang strategis mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Didik Suhardi, Ph.D., menegaskan bahwa OlympiCAD bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari ikhtiar sistematis membangun daya saing pelajar Muhammadiyah di tingkat nasional dan global.

“Dari OlympiCAD ini kita berharap lahir anak-anak terbaik Muhammadiyah yang kelak bisa mewakili Indonesia di ajang nasional maupun internasional,” ujar Didik di hadapan ribuan peserta dan pendamping.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Unismuh Makassar sebagai tuan rumah.

Keputusan memilih Makassar, menurutnya, telah melalui pertimbangan matang, meskipun sempat muncul keraguan karena lokasi penyelenggaraan berada di luar Pulau Jawa.

“Alhamdulillah hari ini terbukti, antusiasme luar biasa. Peserta OlympiCAD VIII di Makassar mencapai 8.525 orang, belum termasuk penggembira,” katanya.

Penguatan Mutu dan Standar Internasional

Didik menjelaskan bahwa selain OlympiCAD, Majelis Dikdasmen dan PNF juga mengembangkan OMBN (Olimpiade Muhammadiyah Bertaraf Nasional/Internasional) untuk menyiapkan siswa menghadapi kompetisi yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurutnya, kualitas soal OlympiCAD telah diselaraskan dengan standar internasional, termasuk mengacu pada IMSO (International Mathematics and Science Olympiad). Bahkan, Muhammadiyah direncanakan menjadi tuan rumah IMSO pada Oktober 2026 yang diperkirakan diikuti sekitar 25 negara.

Baca Juga:  Cetak Kader Programmer, PP IPM Selenggarakan Bootcamp DevMu

“Kami berharap dari OlympiCAD ini muncul wakil-wakil terbaik Indonesia untuk IMSO 2026,” ujarnya.

Sebagai langkah penguatan mutu pendidikan, Muhammadiyah juga mengembangkan kelas NIPA (Matematika dan Sains) yang saat ini telah diikuti lebih dari 100 sekolah pada tahap awal. Program tersebut diharapkan menjadi model kebangkitan pendidikan Muhammadiyah secara nasional.

Selain itu, Majelis Dikdasmen dan PNF telah menyiapkan buku ajar bilingual guna memperkuat kompetensi komunikasi internasional siswa. Buku tersebut telah melalui proses kurasi dan siap digunakan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Didik turut mendorong partisipasi aktif sekolah Muhammadiyah dalam program sekolah unggul dan sekolah terintegrasi yang tengah digagas pemerintah. Ia mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dalam kompetisi.

“Dalam setiap lomba pasti ada yang menang dan ada yang belum berhasil. Yang belum berhasil tetap semangat, karena kesempatan selalu terbuka,” ujarnya.

Dalam momentum yang sama, diluncurkan aplikasi Kontenmu sebagai platform digital pendukung pembelajaran Muhammadiyah. Peluncuran dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd.

OlympiCAD VIII mempertemukan pelajar dari berbagai provinsi dalam ajang kompetisi akademik sekaligus penguatan karakter, yang diharapkan memperkuat budaya prestasi dan daya saing pendidikan Muhammadiyah di kancah global.

(NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru