back to top
Selasa, Juni 2, 2026

PBNU Dorong Gerakan Pesantren Aman dan Ramah Anak

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Satuan Anti Kekerasan (Saka) Pesantren meluncurkan roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak di empat provinsi. Program ini bertujuan memperkuat perlindungan terhadap santri sekaligus mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pesantren.

Ketua Saka Pesantren PBNU, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan perdana digelar di Pondok Pesantren Al Yasini, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 1–2 Juni 2026. Agenda kegiatan mencakup sosialisasi, konsolidasi pengasuh pesantren, hingga pelatihan bagi ustaz, ustazah, musyrif, musyrifah, dan santri.

“Gerakan ini hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren, sekaligus menegaskan bahwa pesantren merupakan ruang yang aman, ramah, dan mendidik bagi seluruh santri,” katanya dikutip dari ANTARA (1/6/26).

Alissa Wahid menjelaskan, para peserta memperoleh berbagai materi pelatihan seperti tarbiyah jinsiyah atau pendidikan seksual, literasi media, serta penguatan pola pengasuhan berbasis perlindungan anak. Materi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang aman dan kondusif di lingkungan pesantren.

Selain itu, panitia turut mengadakan Halaqah Pengasuh Pesantren yang menghadirkan para kiai, pengasuh pesantren, dan narasumber ahli. Forum tersebut membahas penguatan sistem perlindungan anak yang tetap selaras dengan karakter serta nilai-nilai pesantren.

Menurutnya, gerakan nasional ini diharapkan dapat membantu pesantren membangun mekanisme internal yang efektif, terutama dalam mendeteksi, menangani, dan melaporkan kasus kekerasan.

Baca Juga:  Daftar Lima Pesantren Besar di Jawa Timur

Setelah pelaksanaan di Jawa Timur, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Secara keseluruhan, program ini menargetkan keterlibatan sekitar 4.400 peserta yang berasal dari pesantren tuan rumah maupun pesantren sekitar.

Sementara itu, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH Hodri Arief, menilai kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh pemangku kepentingan pesantren guna memperkuat komitmen bersama dalam perlindungan santri.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” ujarnya.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara akan diakhiri dengan pembacaan sembilan aksi Pesantren Aman, deklarasi bersama, serta penandatanganan komitmen untuk menghadirkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, bermartabat, dan ramah anak.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru