back to top
Rabu, Juni 17, 2026

PBB: Israel Bunuh Hampir 1.000 Warga Palestina Sejak Gencatan Senjata Diumumkan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, menyatakan bahwa hampir 1.000 warga Palestina telah terbunuh sejak gencatan senjata di Jalur Gaza diumumkan pada Oktober tahun lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Turk dalam pidatonya pada Sidang ke-62 Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Menurutnya, mayoritas korban yang tewas merupakan warga sipil. Informasi tersebut dilaporkan oleh WAFA dan dikutip Antara (16/6).

Dalam kesempatan itu, Turk menyoroti berbagai kebijakan Israel yang dinilai semakin mempersempit ruang hidup warga Palestina. Ia menyebut otoritas Israel terus mendorong penduduk Palestina ke area yang semakin terbatas, sekaligus membatasi distribusi bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di wilayah Tepi Barat, Turk mengatakan bahwa pasukan Israel bersama para pemukim mempercepat penghancuran komunitas Palestina serta memperluas pencaplokan wilayah.

Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pasukan Israel telah menewaskan 57 orang, melukai hampir 1.300 orang, menangkap ratusan warga, serta menerbitkan 23 perintah penyitaan tanah.

“Sejumlah pejabat senior Israel terang-terangan berbicara soal pengusiran seluruh warga Palestina dari Gaza, dan penghapusan kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak. Semua ini sepenuhnya ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memerintahkan militer negaranya untuk mengambil alih hingga 70 persen wilayah Jalur Gaza.

Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak Oktober 2025. Netanyahu mengklaim bahwa pasukan Israel terus memperluas wilayah yang mereka kuasai dan kini telah mengendalikan sebagian besar kawasan Gaza.

Baca Juga:  Eskalasi Konflik Terjadi di Tengah Gencatan Senjata Gaza, 46 Orang Tewas

“Kami saat ini sedang menjepit Hamas. Kami sekarang mengendalikan 60 persen wilayah di Jalur Gaza,” ujar Netanyahu dalam sebuah konferensi di permukiman Tepi Barat yang diduduki, sebagaimana ditayangkan Channel 12, Kamis (28/5/2026).

Netanyahu menjelaskan bahwa berdasarkan kesepakatan awal gencatan senjata, militer Israel seharusnya hanya menguasai sekitar 50 persen wilayah Gaza. Namun demikian, ia memilih untuk terus menginstruksikan pasukannya melanjutkan operasi militer dan memperluas area yang dikuasai.

“Arahan saya adalah bergerak hingga 70 persen. Kami menjepit mereka dari semua (sisi). Kami akan membereskan sisanya setelah itu,” kata Netanyahu.

Pernyataan tersebut memperkuat pernyataan Netanyahu yang disampaikan pada 15 Mei lalu, saat ia pertama kali mengungkap rencana perluasan operasi militer Israel di Jalur Gaza secara bertahap.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru