back to top
Senin, Agustus 17, 2026

Pemulihan Pendidikan di NTT, Kemendikdasmen Kirim 50 Tenda Darurat dan Ribuan Paket Bantuan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung setelah bencana mengguncang Nusa Tenggara Timur. Pemulihan pendidikan pasca gempa menjadi perhatian utama pemerintah karena kerusakan fasilitas pendidikan terjadi di tujuh kabupaten di Pulau Flores.

Hingga 16 Agustus 2026, tercatat 253 satuan pendidikan terdampak, terdiri atas 199 satuan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB serta 54 satuan jenjang SMA, SMK, dan SLB. Data tersebut masih terus diperbarui melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK).

Kabupaten Manggarai tercatat memiliki 104 satuan pendidikan terdampak. Sementara itu, Manggarai Timur mencatat 51 satuan pendidikan terdampak, terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs. Musibah tersebut juga menyebabkan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan, yakni dua murid dan satu guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita atas musibah tersebut. Ia memastikan penanganan sekolah terdampak gempa dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga sekolah.

“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” jelasnya di Jakarta (16/8).

50 Tenda Darurat Disiapkan untuk Siswa

Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat yang dikirim melalui dua klaster ekspedisi.

Baca Juga:  Muhammadiyah-NU Kompak Soal Pemakaman Jenazah Covid-19

Sebanyak 30 tenda dikirim dari tempat penyimpanan di Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Pengiriman tersebut juga membawa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK untuk kebutuhan warga sekolah di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Bantuan dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus 2026 menggunakan KM Dharma Rucitra 7 dan tiba di Labuan Bajo pada 22 Agustus. Pemasangan tenda ditargetkan dimulai pada 23 Agustus.

Sementara itu, 20 tenda lainnya dikirim dari Malang menuju Pelabuhan Ende menggunakan KM Dharma Rucitra 8 pada 21 Agustus. Bantuan tersebut ditujukan untuk wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.

Penanganan sekolah yang terdampak gempa tidak berhenti pada penyediaan ruang belajar sementara. Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

Satuan pendidikan diminta menghentikan pembelajaran di ruang kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan ke ruang aman, tenda belajar, atau meliburkan pembelajaran sementara sesuai kondisi daerah. Pemerintah juga mendorong pembersihan sekolah yang masih aman digunakan.

Selain bantuan fisik, Kemendikdasmen menyiapkan dukungan konektivitas melalui Starlink untuk wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.

Pemulihan Pendidikan Dilakukan Bertahap

Tim lintas direktorat Kemendikdasmen terus melakukan asesmen dan verifikasi terhadap pemulihan pendidikan pasca gempa. Data awal sekolah rusak ditargetkan dihimpun hingga 18 Agustus 2026, sedangkan verifikasi lapangan dan penanganan melalui perjanjian kerja sama ditargetkan berlangsung pada pekan berikutnya.

Baca Juga:  Candra Sihotang, Guru Madrasah Berprestasi yang Pernah Jadi Buruh

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan bangunan, tetapi juga memastikan siswa tetap memperoleh ruang belajar yang aman, dukungan psikologis, serta fasilitas penunjang selama masa pemulihan.

Dengan demikian, penanganan untuk penanganan sekolah yang terdampak gempa diarahkan agar proses pendidikan di NTT dapat kembali berjalan secara bertahap dan aman. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru