back to top
Jumat, Juli 10, 2026

Ali Khamenei Resmi Dimakamkan di Kota Kelahirannya, Mashhad

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei resmi dimakamkan di kompleks suci Imam Reza, Mashhad, kota tempat kelahirannya, setelah rangkaian prosesi penghormatan terakhir selama sepekan yang dihadiri lautan pelayat di Iran dan Irak.

Pemakaman berlangsung di tengah memanasnya kembali konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS), menyusul pecahnya kembali serangan setelah gencatan senjata yang sempat diberlakukan.

Di sisi lain, Mojtaba Khamenei yang merupakan putra sekaligus penerus Ali Khamenei masih belum muncul di hadapan publik sejak perang pecah.

Pemakaman Ali Khamenei

Pada Kamis (9/7/2026), iring-iringan jenazah Khamenei bergerak perlahan menggunakan sebuah truk melewati jalan-jalan Kota Mashhad yang dipenuhi ribuan pelayat sebelum tiba di kompleks makam Imam Reza, salah satu tempat paling suci bagi umat Muslim Syiah, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Di sepanjang perjalanan, sejumlah ulama berjubah putih berjalan mengiringi kendaraan pembawa jenazah.

Sementara itu, ribuan warga yang mengenakan pakaian hitam mengikuti dari belakang sambil mengibarkan bendera Iran, membawa foto Khamenei, serta poster berisi slogan-slogan revolusi.

Prosesi tersebut menjadi penutup seluruh rangkaian penghormatan terakhir yang telah berlangsung selama sepekan di Iran maupun Irak.

Pemerintah Republik Islam juga mengajak masyarakat menghadiri prosesi itu sebagai simbol kekuatan bangsa sekaligus semangat mempertahankan ideologi negara.

Menjelang malam, halaman kompleks makam dipadati pelayat yang terus meneriakkan slogan “Matilah Amerika” diiringi lantunan ratapan duka dan musik prosesi.

Baca Juga:  Treacherous Alliance: Benarkah Iran Membela Palestina? (2)

Sebuah helikopter kemudian mengangkat peti jenazah dari atas truk untuk dibawa menuju lokasi pemakaman di dalam kawasan kompleks suci Imam Reza.

Salat jenazah dipimpin oleh putra sulung Khamenei, Mostafa Khamenei. Setelah prosesi salat selesai, peti yang dibalut bendera Iran diusung oleh para pelayat laki-laki menuju area pemakaman.

Rekaman yang beredar memperlihatkan banyak warga menyalakan lilin, mengulurkan tangan ke arah peti jenazah, serta menangis sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan pada Jumat dini hari bahwa proses pemakaman Khamenei bersama empat anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari telah rampung dilaksanakan.

Sebelum dimakamkan di Mashhad, jenazah Khamenei terlebih dahulu dibawa dalam prosesi penghormatan di Teheran, kota suci Qom, serta dua kota suci umat Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala.

Ribuan pelayat memadati setiap lokasi yang dilalui iring-iringan jenazah, diiringi ratapan khas tradisi Syiah dan berbagai slogan revolusi.

Mojtaba Tak Hadir

Mengutip Kompas.com pada Jumat (10/7) hingga kini, keberadaan Mojtaba Khamenei masih memunculkan berbagai pertanyaan. Meski telah ditetapkan oleh majelis ulama sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret, sekitar sepekan setelah wafatnya Ali Khamenei, ia belum sekali pun tampil di hadapan masyarakat sejak perang dimulai.

Menurut laporan Reuters, Mojtaba mengalami luka cukup serius akibat serangan pada 28 Februari, termasuk cedera pada bagian wajah dan beberapa anggota tubuh.

Baca Juga:  Rusia Tawarkan Indonesia Bantuan Pengembangan Nuklir

Sejumlah sumber senior di Teheran menyebutkan kondisi kesehatannya terus menunjukkan perkembangan positif, namun belum cukup pulih untuk tampil di depan publik.

Selain itu, aparat keamanan Iran disebut masih membatasi aktivitasnya karena adanya kekhawatiran terhadap potensi serangan lanjutan dari Amerika Serikat.

Menutup Era Kepemimpinan Khamenei

Prosesi pemakaman tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya era kepemimpinan Ali Khamenei yang memimpin Iran sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989.

Sepanjang hampir empat dekade masa kepemimpinannya, Khamenei memperkuat pengaruh kantor pemimpin tertinggi terhadap sektor politik, ekonomi, dan militer dengan dukungan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Hingga kini, IRGC dipandang sebagai kekuatan paling dominan dalam politik dan strategi nasional Iran serta menjadi salah satu pilar utama yang menopang kepemimpinan Mojtaba Khamenei.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru