back to top
Kamis, Juli 23, 2026

Zohran Mamdani Sebut Netanyahu sebagai Penjahat Perang

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Zohran Mamdani, Wali Kota New York menegaskan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merupakan seorang penjahat perang. Ia juga mendesak pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar melaksanakan surat perintah penangkapan yang telah diterbitkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) apabila Netanyahu memasuki wilayah Amerika Serikat.

“Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang, arsitek genosida mengerikan terhadap rakyat Palestina,” kata Mamdani, dalam pesan video yang di-posting dikutip dari Kompas pada Rabu (22/7).

Zohran Mamdani, yang merupakan wali kota Muslim pertama di New York, menilai Netanyahu bertanggung jawab atas kematian lebih dari 73.000 warga Gaza. Ia juga menuding pemerintah Israel berada di balik serangan terhadap rumah sakit serta pemblokiran distribusi bantuan pangan dan kemanusiaan sehingga tidak dapat menjangkau masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut Mamdani, Amerika Serikat turut memikul tanggung jawab atas kerusakan dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza karena terus memasok persenjataan dan bom kepada Israel.

“Kita, sebagai orang Amerika, membayar bom yang melakukan pembunuhan,” tuturnya.

Ia selanjutnya menegaskan bahwa Pengadilan Kriminal Internasional memiliki dasar yang kuat saat menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024. Dalam perkara tersebut, Netanyahu bersama mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant didakwa atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Siapa pun yang memiliki mata, hati, dan nurani, harus mengakui kehancuran yang telah dia timbulkan serta memahami bahwa dia pantas disidang di pengadilan,” katanya.

Baca Juga:  Sambut Gencatan Senjata Hamas-Israel, Indonesia Siap Dukung Rekonstruksi Gaza

Mamdani mengakui bahwa Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan hukum untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan dari ICC. Namun, menurutnya, pemerintah federal Amerika Serikat memiliki otoritas untuk mengambil langkah tersebut.

“Namun, pemerintah federal memilikinya, dan saya menyerukan mereka (negara-negara) untuk bergabung dengan ICC, melaksanakan surat perintah ini. Saya ingin menegaskan kembali: Benjamin Netanyahu tidak diterima di Kota New York, begitu pula penjahat perang lain yang masih bebas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun New York tidak dapat menghentikan konflik yang berlangsung di Gaza secara langsung, kota tersebut tetap dapat menunjukkan sikap moral melalui berbagai langkah yang dimilikinya.

“Meski kami tidak bisa mengakhiri genosida sendirian, kami bisa memutuskan apakah keheningan ini akan menjadi senjata lainnya,” katanya.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin lalu menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap di wilayah Amerika Serikat dalam bentuk apa pun.

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru