back to top
Minggu, Agustus 23, 2026

23 Fakultas Kedokteran dan Disebut Terbanyak di Dunia, Begini Jejaring Medis Muhammadiyah

Lihat Lainnya

IBTimes.IDPengembangan pendidikan kedokteran menjadi salah satu wajah baru gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi. Di balik perkembangan tersebut, Fakultas Kedokteran Muhammadiyah kini menjadi bagian dari jejaring pendidikan medis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data 2026 yang disampaikan dalam materi tersebut, Persyarikatan ini mengelola 23 Fakultas Kedokteran di Indonesia. Jejaring Fakultas Kedokteran Muhammadiyah tersebut juga didukung tujuh Fakultas Kedokteran Gigi dan 16 program spesialis. Mayoritas fakultas disebut telah memperoleh akreditasi Unggul.

Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy menilai jumlah tersebut menjadi capaian penting bagi Persyarikatan dalam mengembangkan pendidikan kedokteran.

“Saya kira di dunia ini tidak ada organisasi keagamaan yang punya Fakultas Kedokteran sebanyak Muhammadiyah ini,” tegas Muhadjir Effendy saat di Surabaya, Selasa (17/4/2026).

Jejaring Pendidikan Medis yang Menjangkau Berbagai Daerah

Kehadiran Fakultas Kedokteran Muhammadiyah tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sejumlah perguruan tinggi diluar Jawa yang memiliki fakultas kedokteran berada di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga wilayah Indonesia lainnya.

Sebaran tersebut memperlihatkan upaya memperluas akses pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat kapasitas perguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat daerah. Kampus-kampus tersebut antara lain UAD, UNISA Yogyakarta, UM Gorontalo, UMJ, UMKT, Unismuh Makassar, UMP, UMRI, UNIMUS, UMSIDA, UMSU, UMSURA, UMM, UMMAT, UM Metro, UMPR, UM Palembang, UHAMKA, UMS, UMY, UM Kendari, UM Palu, dan UNIMMA.

Baca Juga:  Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus Berteknologi Italia, Perkuat Kemandirian Industri Kesehatan

Dengan jejaring Fakultas Kesehatan Muhammadiyah tersebut, pendidikan medis tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga tenaga kesehatan yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.

Pengembangan pendidikan kedokteran juga berjalan beriringan dengan penguatan fasilitas, laboratorium, riset, serta ekosistem rumah sakit yang menjadi bagian dari amal usaha Muhammadiyah. Pola tersebut memungkinkan proses pendidikan dan pelayanan kesehatan saling mendukung.

Pendidikan Kedokteran sebagai Bagian dari Dakwah Kemanusiaan

Keberadaan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah dapat ditempatkan dalam kerangka dakwah melalui pendidikan dan pelayanan kemanusiaan. Nilai keislaman dan kemanusiaan menjadi bagian dari upaya membentuk dokter yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

Persebaran Kedokteran Muhammadiyah di berbagai daerah pada akhirnya membuka peluang lebih luas bagi lahirnya sumber daya manusia bidang kesehatan dari daerah untuk daerah.

Dengan 23 fakultas kedokteran, Muhammadiyah tidak hanya memperluas jaringan pendidikan tingginya. Jejaring tersebut juga menjadi modal untuk memperkuat kontribusi Persyarikatan dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan dan tantangan layanan medis di Indonesia. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru