back to top
Selasa, September 1, 2026

Muhammadiyah Senior Care, Langkah Baru Berdayakan Lansia di Tengah Perubahan Demografi

Lihat Lainnya

IBTimes.IDBertambahnya jumlah penduduk lanjut usia mendorong Muhammadiyah menyiapkan pendekatan pelayanan sosial yang tidak hanya berorientasi pada perawatan. Melalui Muhammadiyah Senior Care, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mulai merancang pusat pelayanan lansia yang sekaligus menjadi ruang pemberdayaan dan pengembangan kemandirian.

Program Muhammadiyah Senior Care diproyeksikan hadir di kawasan Layangsari, Bogor Selatan, Kota Bogor. Gagasan ini muncul sebagai respons terhadap perubahan struktur demografi Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Ketua MPKS PP Muhammadiyah Mariman Darto, penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai sekitar 34,07 juta jiwa atau 11,97 persen dari total populasi nasional.

“Pengembangan Muhammadiyah Senior Care ini menjadi tanggapan Muhammadiyah terhadap perubahan struktur demografi Indonesia tersebut, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia,” ujarnya.

Membangun Layanan yang Menjaga Martabat Lansia

Rencananya ini tidak sekadar diarahkan sebagai tempat tinggal atau pelayanan bagi lansia. MPKS PP Muhammadiyah ingin membangun model pelayanan yang mampu menjaga martabat, kemandirian, produktivitas, sekaligus membuka ruang bagi lansia untuk tetap berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Gagasan tersebut dibahas setelah MPKS PP Muhammadiyah meninjau lahan sekitar 1.500 meter persegi yang telah dilengkapi fasilitas villa. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat pelayanan lansia terpadu.

“Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk kita dirikan Muhammadiyah Senior Care. Penguatan kelembagaan diperlukan agar pengelolaan pelayanan sosial memiliki dasar yang jelas,” ujar Mariman dalam keterangannya pada Sabtu (15/8).

Baca Juga:  Menteri Agama Resmikan Gedung Baru UINSA Kampus Gunung Anyar

Selain menyiapkan fasilitas, aspek sumber daya manusia menjadi perhatian penting. Pengelolaan lansia membutuhkan pendamping yang mampu berkomunikasi dengan baik, sabar, serta memiliki empati terhadap kebutuhan kelompok usia lanjut.

“Mengelola lansia itu tidak mudah, harus banyak mendengar. Karena usia lansia betul-betul membutuhkan pendengar yang baik atas gagasan dan ide mereka,” katanya.

Ke depan, Muhammadiyah Senior Care berpotensi dikembangkan dengan berbagai layanan, termasuk daycare lansia. Model pelayanan akan disusun berdasarkan kebutuhan kelompok usia lanjut sekaligus mempertimbangkan aspek sosial dan pemberdayaan.

MPKS PP Muhammadiyah akan menyiapkan rencana strategis secara bertahap, mulai dari program jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Sebelum dikembangkan secara resmi sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), kesiapan kelembagaan dan SDM menjadi fondasi yang perlu diperkuat.

Dengan konsep tersebut, semoga menjadi bentuk baru pelayanan sosial Muhammadiyah yang melihat lansia bukan semata sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, tetapi sebagai bagian masyarakat yang tetap memiliki pengalaman, gagasan, potensi, dan kontribusi.

Kehadiran Muhammadiyah Senior Care sekaligus menunjukkan upaya Muhammadiyah membaca perubahan sosial melalui layanan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru