back to top
Rabu, Agustus 26, 2026

Muhammadiyah Bangun Rumah Sakit Lapangan Berstandar WHO untuk Korban Gempa NTT

Lihat Lainnya

IBTimes.ID Respons Muhammadiyah terhadap kebutuhan kesehatan warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki tahap penguatan layanan. Melalui Emergency Medical Team (EMT), Muhammadiyah membangun Rumah Sakit Lapangan Muhammadiyah di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, dengan standar pelayanan yang berada dalam supervisi World Health Organization (WHO).

Pembangunan Rumah Sakit Lapangan Muhammadiyah tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat terdampak bencana. Fasilitas ini tidak hanya berupa tenda darurat, tetapi dilengkapi fasilitas medis, prosedur operasional, tenaga kesehatan, hingga dukungan logistik yang disiapkan untuk memastikan pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Arif Nur Cholis, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut akan memberikan pelayanan melalui EMT Tipe 1 Fixed standar WHO atau EMT Muhammadiyah Internasional.

Dari Tim Mobile hingga Rumah Sakit Lapangan

Sebelum membangun Rumah Sakit Lapangan Muhammadiyah, Muhammadiyah telah mengerahkan sejumlah EMT dalam bentuk unit layanan mobile sebagai respons awal terhadap kebutuhan kesehatan warga.

“Sebelumnya Muhammadiyah sudah menggerakkan paling tidak enam tim Emergency Medical Team yang berupa unit layanan mobile sebagai respon awal,” ungkapnya.

Tim yang telah diberangkatkan mencakup EMT Klinik Muhammadiyah Ende untuk Dampek, Manggarai Timur, EMT RS PKU Muhammadiyah Bima, Klinik ‘Aisyiyah Kupang, EMT Unismuh Makassar, EMT RS Muhammadiyah Lamongan, serta Klinik Muhammad Ende dan Klinik UNIMOF.

Baca Juga:  Kemenag, PeaceGen, dan UPI Kolaborasi Rayakan Moderasi Beragama di Grand Final Festival Film Pendek 2023

Setelah melakukan koordinasi dengan Ketua Satuan Tugas Kementerian Kesehatan untuk Gempa NTT dan Camat Lamba Leda Utara, Muhammadiyah kemudian mengerahkan EMT Muhammadiyah Internasional.

“EMT Muhammadiyah membawa 70 orang nakes (tenaga kesehatan) dan named (tenaga medis), 15 tenda, fasilitas penjernih air, ruang rawat inap, farmasi, peralatan dibawa pake truk dan 2 mobil operasional, 1 mobil ambulan dan 1 mobil 4×4,” tutur Arif.

Rumah Sakit Lapangan Muhammadiyah mulai beroperasi pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan masa pelayanan selama 30 hari ke depan. Kehadiran fasilitas ini sekaligus memperlihatkan penguatan kapasitas Muhammadiyah dalam membangun layanan kesehatan berbasis resiliensi.

Arif menambahkan, penguatan respons bencana juga ditopang jaringan Amal Usaha Muhammadiyah serta sinergi antar-pengampu program. Dukungan tersebut berjalan melalui kepemimpinan Muhammadiyah dari tingkat pusat, wilayah, daerah, hingga cabang dan ranting.

Dengan pendekatan tersebut, Rumah Sakit Lapangan Muhammadiyah diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas layanan medis sementara, tetapi menjadi bagian dari sistem respons kemanusiaan yang terkoordinasi untuk mendampingi masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru