back to top
Jumat, September 4, 2026

Muhammadiyah Jangkau 7.225 Penyintas melalui Layanan Kemanusiaan di NTT

Lihat Lainnya

IBTimes.IDRespons kemanusiaan Muhammadiyah terus berjalan setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang tujuh kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 4 September 2026, layanan kemanusiaan Muhammadiyah telah menjangkau sedikitnya 7.225 penyintas melalui berbagai layanan yang digerakkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu.

Gerakan layanan kemanusiaan Muhammadiyah dimulai dengan membangun Pos Koordinasi Wilayah di Klinik Muhammadiyah Ende, Jalan Mahoni, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara. Posko tersebut menjadi pusat perencanaan dan evaluasi berbagai aksi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Dari pusat koordinasi tersebut, Muhammadiyah kemudian memperluas jangkauan dengan mendirikan tujuh Pos Koordinasi Daerah di tujuh kabupaten serta 10 Pos Pelayanan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi agar kebutuhan penyintas dapat dipetakan dan ditangani sesuai kondisi di masing-masing wilayah.

Tiga Klaster Layanan untuk Penyintas

Melalui program Indonesia Siaga, layanan kemanusiaan Muhammadiyah dijalankan melalui tiga klaster utama, yakni kesehatan, non-kesehatan, dan logistik.

Pada klaster kesehatan, Emergency Medical Team (EMT) Type-1 Fixed dan EMT Mobile telah memberikan pelayanan kepada 2.215 perempuan dan 1.487 laki-laki penyintas. Kehadiran tim medis tersebut menjadi bagian penting dari respons Muhammadiyah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat setelah bencana.

Sementara itu, klaster non-kesehatan mencakup layanan dapur umum yang telah melayani 1.750 jiwa. Muhammadiyah juga membangun fasilitas sanitasi dan air bersih di dua titik serta memberikan layanan psikososial kepada 1.773 jiwa.

Baca Juga:  Konsisten Tanggulangi Bencana, MDMC Raih Penghargaan dari Kemendagri

Dukungan Muhammadiyah turut diperkuat melalui distribusi berbagai kebutuhan logistik. Bantuan tersebut mencakup mobil dapur umum, mobil taktis, 500 paket family kit, 600 paket school kit, 1.440 kaleng RendangMu, dan terpal sepanjang 500 meter.

Dukungan pengobatan juga diberikan EMT Mobile yang berasal dari sejumlah Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang diterjunkan ke lokasi terdampak.

Direktur Utama Lazismu Barry Adhitya menyampaikan apresiasi kepada para relawan dan masyarakat yang terus mendukung respons bencana tersebut.

“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan Muhammadiyah di lapangan atas kerja-kerja kemanusiaan dan tentu terima kasih kepada donatur dan jamaah salat Jumat atas kepercayaannya sehingga aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah kepada penyintas bencana di NTT dapat terus dilanjutkan”, kata Barry Adhitya, Direktur Utama Lazismu, pada Jum’at (4/9/2026).

Ke depan, layanan kemanusiaan Muhammadiyah tidak hanya diarahkan pada masa tanggap darurat. Lazismu akan melakukan pemantauan dan evaluasi agar dukungan masyarakat dapat dioptimalkan untuk pemulihan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.

Dengan pendekatan tersebut, layanan kemanusiaan Muhammadiyah di NTT diarahkan untuk membantu penyintas melewati masa darurat sekaligus membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru