back to top
Jumat, September 25, 2026

Dua Wamen Kabinet Merah Putih Ajak Mahasiswa UMMI Siapkan Kompetensi Masa Depan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Dua Wakil Menteri Kabinet Merah Putih bertemu mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Kamis (24/9). Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq memberikan sambutan sekaligus mendampingi Wamenaker Afriansyah Noor yang memberikan kuliah umum tentang pengembangan kompetensi menghadapi transformasi dunia kerja.

Kegiatan tersebut membawa semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas serta menyiapkan generasi muda yang kompeten dan produktif.

Di hadapan mahasiswa baru, Fajar mengajak mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk melatih diri, memperkuat soft skills, dan membangun mentalitas sebagai pencipta lapangan kerja.

“Adik-adik harus betul-betul melatih diri. Mindset-nya jangan hanya besok saya akan bekerja apa, tetapi lapangan kerja apa yang bisa saya buka,” ujar Fajar.

Fajar yang juga bagian dari Badan Pembina Harian (BPH) UMMI dan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) PP Muhammadiyah mengatakan Muhammadiyah memiliki peran penting dalam perjalanan pengabdiannya. Ia juga merupakan alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Muhammadiyah adalah ruang aktivisme saya dan Kemendikdasmen adalah ruang pengabdian saya. Saya juga alumni perguruan tinggi Muhammadiyah seperti adik-adik,” ungkapnya.

Dalam kuliah umum bertema “Strategi Pengembangan Kompetensi di Era Disrupsi Menghadapi Transformasi Dunia Kerja”, Wamenaker Afriansyah menekankan bahwa kampus harus menjadi ekosistem pembelajaran sepanjang hayat. Mahasiswa harus berani mencoba, belajar dari kegagalan, dan terus beradaptasi.

Baca Juga:  KHGT Muhammadiyah: Ijtihad Ilmiah Menjawab Tantangan Zaman

“Kompetensi bukan hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman. Teori harus bertemu dengan praktik. Karena itu, pemagangan dan sertifikasi menjadi penting,” kata Afriansyah.

Dalam paparannya, Afriansyah menyampaikan data BPS Februari 2026 yang mencatat angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka 4,68 persen.

Menurutnya, kampus tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri perlu diperkuat agar kompetensi mahasiswa semakin sesuai dengan perubahan dunia kerja.

“Dunia berubah, maka kita harus cepat belajar. Adik-adik jangan pulang hanya membawa catatan, tetapi membawa komitmen untuk terus mengejar kompetensi,” pesannya.

Kuliah umum diakhiri dengan tanya jawab seputar pengangguran, proses rekrutmen, hingga kesiapan menghadapi kecerdasan artifisial (AI). Menjawab pertanyaan mahasiswa, Afriansyah menekankan pentingnya terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat soft skills.

Rektor UMMI menyampaikan bahwa tahun ini UMMI menerima 2.035 mahasiswa baru. Ia berharap kuliah umum tersebut semakin memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan mempersiapkan masa depan.

Fajar mengapresiasi kehadiran Wamenaker di UMMI. Menurutnya, pesan pendidikan dan ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut bertemu pada satu tujuan, yakni menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan produktif.

“Kehadiran kami di UMMI merupakan bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan visi Presiden Prabowo dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Pendidikan harus membekali generasi muda agar siap menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus mampu menciptakan peluang di masa depan,” ujar Fajar.

Baca Juga:  Mahasiswa, Buku, dan Masa Depan Bangsa

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru