Pendidikan

Abdul Mu’ti Ungkap Capaian Pendidikan Indonesia di UNESCO: Partisipasi Sekolah Hampir 100 Persen

1 Mins read

IBTimes.IDMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memaparkan capaian serta arah kebijakan pendidikan Indonesia di hadapan peserta Sidang Umum UNESCO yang digelar di Samarkand, Uzbekistan, Selasa (4/11).

Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa partisipasi sekolah di Indonesia hampir 100 persen. “ Saat ini angka partisipasi sekolah anak usia 7–12 tahun yang telah mencapai 99,19 persen, sementara untuk usia 13–15 tahun mencapai 96,17 persen,” ungkapnya.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, sejalan dengan amanat konstitusi dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus sebagai upaya membangun kemanusiaan yang adil dan beradab.

Keberhasilan itu, sebutnya, merupakan salah satu hasil dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan nasional dan memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat. Dimana saat ini Indonesia tengah meluncurkan Gerakan Semesta untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui berbagai langkah konkret di sektor pendidikan.

“Dalam hal tersebut kebijakan yang kami terapkan meliputi; pengembangan pembelajaran mendalam yang berkesadaran dan menggembirakan, pengenalan kecerdasan artifisial, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru, pemenuhan gizi anak sekolah melalui program makan bergizi gratis, hingga pengembangan sekolah rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin,” jelas Mu’ti.

Abdul Mu’ti menambahkan bahwa pemerintah juga terus memperluas program digitalisasi pendidikan dan mengembangkan Rumah Pendidikan, gagasan Presiden Prabowo untuk menyediakan layanan pendidikan bermutu bagi anak-anak di daerah terpencil.

“Sedangkan dalam bidang sains, kami berkomitmen memperkuat kapasitas nasional melalui berbagai program UNESCO seperti Man and the Biosphere, Global Geopark, dan situs warisan dunia,” tuturnya.

Abdul Mu’ti menyebutkan, pada tahun 2024 Indonesia menjadi tuan rumah Forum Air Dunia ke-10, yang menegaskan pentingnya air sebagai sumber daya fundamental bagi kesejahteraan bersama.

Baca Juga  Di AICIS+ 2025, Menag Bicara Pelestarian Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

“Kami juga berperan aktif dalam pengembangan kebijakan open science serta mendukung penerapan etika kecerdasan artifisial, agar transformasi digital di seluruh dunia tetap berpihak pada manusia dan menghormati martabatnya,” tegasnya.

Abdul Mu’ti mengajak seluruh negara anggota UNESCO untuk memastikan bahwa pendidikan mampu menerangi, sains memberdayakan, kebudayaan menyatukan, dan informasi memerdekakan umat manusia.

“Samarkand menjadi pengingat bagi kita bahwa peradaban tumbuh ketika kita saling berbagi pengetahuan dan menghormati perbedaan,” pungkasnya.

(MS)

Related posts
Pendidikan

Tunjangan Khusus Rp2 Juta untuk Tiap Guru Wilayah Terdampak Bencana dari Kemendikdasmen

1 Mins read
IBTimes.ID – Di tengah kepungan banjir dan longsor yang merusak sekolah serta memaksa ribuan warga mengungsi, para guru tetap berdiri di garis…
Pendidikan

Sejarah Baru: Untuk Pertama Kalinya Kongres Nasional Bahasa Indonesia 2025 Digelar di Australia

3 Mins read
IBTimes.ID – Tahun 2025 menjadi penanda penting ketika diplomasi, pendidikan, dan budaya bertemu dalam satu forum untuk merawat masa depan pembelajaran Bahasa…
Pendidikan

Ilmu Komunikasi UMM Gandeng UiTM Malaysia, Angkat Angkat Permainan Tradisional Jawa ke Ranah Global

1 Mins read
IBTimes.ID – Berbagai program internasional tersedia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya agenda bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *