Pradana Boy ZTF

Kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Duta Perdamaian Antaragama Internasional.

Yunahar Ilyas: Wajah Islam Moderat ala Muhammadiyah

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Peribahasa Indonesia Profesor Yunahar Ilyas, telah meninggalkan kita semua menuju alam keabadian, pada saat keahlian dan ilmunya masih sangat dibutuhkan oleh umat Islam Indonesia. Muhammadiyah dan umat Islam Indonesia, tengah mengalami sebuah kehilangan besar. Kehilangan wajah Islam moderat ala Muhammadiyah pada sosok Profesor Yunahar Ilyas. Kepergian seorang […]Read More

Muhammadiyah dan Salafisme (3): Salafisme sebagai Orientasi Pemikiran Keagamaan

Pada tulisan terdahulu tentang Muhammadiyah dan salafisme, saya membahas tentang salafisme sebagai fase sejarah. Pemikir Muslim seperti Said Ramadhān al-Būthi dan Abdullah al-Bukhāri cenderung tidak setuju menganggap salafisme sebagai kelompok keagamaan, dengan sejumlah pertimbangan. Namun demikian, secara faktual, kita tidak bisa memungkiri bahwa salafisme pada hari ini telah menjadi suatu orientasi keagamaan khas yang memiliki […]Read More

Mengapa Ada Pelarangan Cadar?

Isu agama memang tak pernah kering. Selalu saja ada aspek perdebatan. Di antara sekian banyak isu yang berkembang, kini masyarakat Muslim Indonesia tengah menyaksikan kontroversi pemakaian cadar. Mengapa ada pelarangan cadar? Bisik-bisik tentang boleh dan tidaknya pemakaian cadar memang telah lama terdengar. Persoalan ini menarik, karena berbagai sudut pandang bisa diajukan untuk menganalisisnya. Ada yang […]Read More

Muhammadiyah dan Salafisme (1): Bukan Kembar Siam

Belakangan ini, pembahasan tentang hubungan antara Muhammadiyah dan salafisme meningkat cukup tajam. Pembahasan perlu diluruskan pada pendapat bahwa Muhammadiyah dan salafi bukan kembar siam. Beberapa persoalan yang sering dibincangkan adalah tentang pengaruh salafisme ke dalam gerakan dan identitas organisasi Muhammadiyah; dominasi salafisme dalam model dan orientasi keberagamaan Muhammadiyah; pengaruh salafisme dalam turut menentukan warna gerak […]Read More

Corak “Islam Ponorogo”

Pradana Boy ZTF*) TANGIS di ujung telepon itu memecah sunyi. Belum genap satu minggu kami mengantarkan Si Sulung kembali ke Pesantren setelah ia menjalani  liburan kurang lebih dua bulan, tiba-tiba siang itu dia menelpon sambil terisak. Apakah musabab tangisan itu? Mungkin dia masih merasa berat berpisah dengan kami? Atau ia masih terbayang teman-temannya yang begitu sering […]Read More

Iman, Toleransi dan Kebangsaan: Belajar dari Kasman Singodimedjo

Oleh : Pradana Boy ZTF* Sebuah pertanyaan teologis pernah bersarang dalam fikiran saya: Apakah keimanan yang kuat harus selalu mewujudkan diri dalam tindak intoleran. Sebaliknya, apakah sikap toleran merupakan ekspresi dari keimanan yang lemah? Muasal pertanyaan ini adalah realitas. Belakangan ini begitu banyak tindakan-tindakan yang dalam standar orang beriman tak pantas dilakukan. Namun, karena diatasnamakan […]Read More