IBTimes.ID – Mencari pasangan hidup di tengah perubahan pola interaksi generasi muda menjadi tantangan tersendiri. Di saat aplikasi kencan semakin mudah diakses, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur melalui Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) menghadirkan Biro TaarufMu Jatim sebagai alternatif pencarian pasangan yang mengedepankan proses taaruf dan pendampingan.
Kehadiran Biro TaarufMu Jatim tidak sekadar mempertemukan laki-laki dan perempuan yang ingin menikah. Program ini dirancang untuk memastikan proses pengenalan berlangsung dengan batasan yang jelas, menjaga privasi peserta, sekaligus memberikan ruang bagi calon pasangan untuk mengenal satu sama lain secara lebih terarah.
Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mengikuti proses pertukaran biodata atau Curriculum Vitae (CV) taaruf. Identitas dan kontak pribadi tidak ditampilkan secara terbuka. Komunikasi juga tidak dilakukan secara langsung antar peserta, melainkan melalui mediator yang ditunjuk.
Peserta yang merasa memiliki kecocokan berdasarkan biodata kemudian dapat mengikuti pertemuan tatap muka atau nazar. Pertemuan tersebut tetap didampingi mediator atau wali sehingga proses pengenalan tidak berlangsung secara personal tanpa pendampingan.
Model ini menjadi salah satu karakter utama Biro TaarufMu Jatim, terutama di tengah maraknya platform pencarian pasangan yang memungkinkan interaksi berlangsung tanpa batasan pendampingan.
Sukses “Pecah Telur” di Angkatan Perdana
Program tersebut mulai menunjukkan hasil setelah mempertemukan peserta pada angkatan perdananya. Salah satu pasangan yang berhasil melanjutkan proses taaruf ke jenjang pernikahan adalah Tofan Tri Nugroho (39), dosen asal Probolinggo, dan Ismi Nur Rachmawati (33), ASN Pemprov Jatim asal Surabaya.
Keduanya dipertemukan dalam pembekalan offline di Gedung Muhammadiyah Jatim pada September 2025. Proses tersebut kemudian berlanjut hingga akad nikah pada Jumat, 26 Desember 2025.
Keberhasilan pasangan tersebut menjadi pengalaman awal bagi Biro TaarufMu Jatim dalam mengembangkan layanan perjodohan berbasis pendampingan dan kesiapan menikah.
Wajib Ikut Pembekalan Pranikah Intensif
Selain mempertemukan peserta, Biro TaarufMu Jatim mewajibkan calon pasangan mengikuti bimbingan pranikah. Materinya mencakup fikih pernikahan dan ibadah rumah tangga, psikologi komunikasi dan manajemen konflik, kesehatan reproduksi, hingga manajemen finansial keluarga sakinah.
Pendaftaran peserta dibuka satu kali dalam setahun, yakni setiap Juni. Peserta laki-laki minimal berusia 25 tahun dan perempuan minimal 21 tahun, dengan kriteria memiliki komitmen beribadah serta kesiapan lahir dan batin untuk menikah.
Pola Biro TaarufMu Jatim menempatkan pencarian pasangan bukan hanya sebagai proses menemukan orang yang cocok, tetapi juga sebagai tahapan mempersiapkan kehidupan rumah tangga sejak sebelum akad. (NS)


