back to top
Minggu, Juli 12, 2026

FH UNY Kenalkan Deep Learning kepada Guru Muhammadiyah, Pembelajaran Tak Lagi Sekadar Hafalan

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Deep Learning menjadi fokus utama pelatihan yang digelar Fakultas Hukum Universitas Negeri Yogyakarta (FH UNY) bagi guru-guru Muhammadiyah di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), para pendidik dibekali pemahaman mengenai Deep Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang kini menjadi arah baru kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.

Kegiatan berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Tonjong, Sabtu (11/7/2026), dan diikuti para guru di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tonjong. Selain meningkatkan kompetensi pendidik, pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara FH UNY dan PCM Tonjong dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

Mendorong Pembelajaran Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Mukhammad Murdiono, menjelaskan bahwa Deep Learning tidak sekadar menghadirkan metode pembelajaran baru, tetapi mengubah cara guru memandang proses belajar. Menurut Dekan FH UNY tersebut, pendidikan saat ini harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

“Proses pembelajaran saat ini perlu diarahkan pada tiga hal utama, yaitu kebermaknaan (mindful learning), berkesadaran (meaningful learning), dan kegembiraan (joyful learning). Tiga hal inilah yang menjadi ruh dalam pendekatan Deep Learning yang kini ditekankan oleh kementerian,” ujar Prof. Murdiono.

Baca Juga:  Abdul Mu’ti Umumkan Kenaikan Tunjangan Guru di Bulan Guru Nasional 2025

Ia menegaskan bahwa pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata, melainkan membantu siswa memahami konsep secara mendalam sehingga mampu mengembangkan potensi berpikir mereka.

Pandangan serupa disampaikan anggota tim pengabdi FH UNY, Budi Mulyono. Ia menjelaskan bahwa Deep Learning menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif.

“Pelatihan ini hadir untuk mendorong kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas, serta pemecahan masalah (problem solving) pada siswa. Melalui formula yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, siswa tidak lagi merasa tertekan, melainkan merasa butuh untuk belajar,” jelas Budi.

Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran PCM Tonjong. Ketua PCM Tonjong, Moh. Sobir, mengapresiasi kontribusi FH UNY yang menghadirkan penguatan kapasitas guru melalui implementasi kerja sama yang telah disepakati.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh civitas akademika FH UNY yang telah memercayai kami dan merealisasikan implementasi kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) antara UNY dan PCM Tonjong,” ungkap Moh. Sobir.

Menurutnya, pendampingan akademik seperti ini sangat penting agar sekolah Muhammadiyah di daerah tidak tertinggal dalam merespons perubahan kebijakan pendidikan nasional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para guru di Persyarikatan Muhammadiyah semakin tanggap dan cepat merespons setiap perubahan kebijakan. Muaranya, tentu saja agar sekolah-sekolah Muhammadiyah di Tonjong bisa semakin maju, unggul, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Menag Nasaruddin Umar: Pembentukan Ditjen Pesantren Segera Terwujud, Tinggal Tunggu Keppres

Melalui pelatihan ini, FH UNY dan Muhammadiyah menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya dilakukan melalui perubahan kurikulum, tetapi juga melalui peningkatan kompetensi guru.

Dengan menguasai pendekatan Deep Learning, para pendidik diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang lebih kritis, kreatif, dan menyenangkan, sehingga peserta didik tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami dan menghayati proses pembelajaran. (NS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru