back to top
Senin, Maret 30, 2026

Ihram Isytirath: Niat Bersyarat untuk Jemaah Haji Lansia Resiko Tinggi

Lihat Lainnya

Dalam konteks haji dan umrah, ihram adalah niat mulai mengerjakan ibadah haji atau umrah yang sekaligus mengharamkan hal-hal yang dilarang selama beriḄrām. Dengan mengucapkan niat ihram haji atau umrah, seseorang berarti telah mulai melaksanakan haji atau umrah.

Ihram isytirath adalah ihram yang disertai dengan persyaratan. Hal ini dilakukan bila seseorang khawatir dia bakal terhalang oleh suatu masyaqqah (kesulitan) seperti sakit atau halangan lain saat melaksanakan ibadah haji atau umrah. Hal ini berdasar hadist dari riwayat Aisyah ra:

Artinya: Dari Aisyah ra. berkata, ā€œDiba’ah binti Zubeir masuk ke tempat Rasulullah SAW. Dan berkata, ā€œYa Rasulullah saya ingin melaksanakan haji akan tetapi saya sakit-sakitan.ā€ Rasulullah bersabda: ā€œLaksanakanlah haji dengan bersyarat (yaitu diucapkan sesudah niat) bahwa tempat taįø„allul-ku dimana aku terhalang.ā€ (HR. Muslim).

Karena itu, seyogyanya seorang jemaah haji lansia risti (resiko tinggi) dan sakit melakukan ihram isytirat. Terlebih-lebih bagi jamaah lansia sakit yang akan dievakuasi masuk ke Mekkah dan jemaah haji peserta safari wukuf saat ia berniat ihram sebelum menuju Arafah.

Niat isytirat ini dilakukan dengan menambahkan kalimat isytirat setelah ia melafalkan niat ihram, sebagai berikut:

ŁŁŽŲ„ŁŁ†Ł’ Ų­ŁŽŲ³ŁŽŁ‰ Ų­ŁŽŲ§Ų³ŁŽ Ų§Ł„Ł„Ł‡ŁŁ… ŁŁŽŁ…ŁŽŲ­Ł„Ł‘Ł‰ حيث حسنى

Artinya: “Jika aku terhalang oleh sesuatu, ya Allah, maka aku akan bertahallul di tempat aku terhalang itu.”

UntukĀ antisipasi kemungkinan terjadinya halangan dalamĀ  perjalanan ibadah haji, terutama bagi jamaah lansia, resiko tinggi dan jamaah yang fisiknya lemah maka dianjurkan ketika niat ihram dengan bersyarat. Hal ini sebagaimana penjelasan berikut :

Baca Juga:  Keutamaan Sepuluh Hari Pertama di Bulan Zulhijah

يستحب للحاج Ų¢ŁˆŲ§Ł„Ł…Ų¹ŲŖŁ…Ų± ان خؓي ؓيئا ŁŠŲ¹ŁˆŁ‚Ł‡ عن Ų§ŲŖŁ…Ų§Ł… Ł†Ų³ŁƒŁ‡ آن يؓترط عند الاحرام ŁŁŠŁ‚ŁˆŁ„ عند عقده : ان Ų­ŲØŲ³Ł†ŁŠ Ų­Ų§ŲØŲ³ ŁŁ…Ų­Ł„ŁŠ حيث Ų­ŲØŲ³ŲŖŁ†ŁŠ . لما Ų±ŁˆŲŖŁ‡ Ų¹Ų§Ų¦Ų“Ų© رضي الله عنها قالت : دخل Ų§Ł„Ł†ŲØŁŠ صلعم على Ų¶ŲØŲ§Ų¹Ų© بنت Ų§Ł„Ų²ŲØŁŠŲ± فقالت : ŁŠŲ§Ų±Ų³ŁˆŁ„ الله , Ų§Ł†ŁŠ آريد الحج ŁˆŲ¢Ł†Ų§ ؓاكية. فقال Ų§Ł„Ł†ŲØŁŠ صلعم : حجي واؓترطي ان Ł…Ų­Ł„ŁŠ حيث Ų­ŲØŲ³ŲŖŁ†ŁŠ (متفق Ų¹Ł„ŁŠŁ‡ ) .

“Disunahkan bagi jamaah haji atau umrah jika khawatir akan terjadi halangan dalam perjalanannya dianjurkan ketika berniat ihramĀ  di miqat disertai dengan isytirath (niat ihram dengan syarat), sebagaimana perintah Nabi Saw kepada Dhuba’ah binti ZubairĀ  ketika dia menyampaikan kepada Nabi ā€œwahai Rasulullah, saya hendak melaksaakanĀ  haji tapi saya sakitā€ lalu Nabi SawĀ  menjawab: BerniatĀ  hajilahĀ  dengan syarat seperti berikut : sesungguhnyaĀ  akau akan tahallul ketika sesuatu menghalangikuā€.

Dalam kaitan ini, para ulama (fuqaha) berbeda pendapat tentang hukum ihram isythirat. (1)Ā MazhabĀ Syafi’i menyatakan jawaz (diperbolehkan). (2) Mazhab Hambali menyatakan mustahab. (3)Ā MazhabĀ Hanafi dan Maliki menyatakan makruh. (4) Ibnu Hazm menyatakan wajib (Lihat al-Mughni fi Fiqh al-Haj wal Umrah, h. 88).Ā 

Dalam kitab at-Taqrirat as-Sadidah fi al-Masalah al-Mufidah, (h. 511), dijelaskan tahallul bagi Jemaah haji sakit sebagai berikut :

   Ų­ŁƒŁ… تحلل Ų§Ł„Ł…Ų±ŁŠŲ¶ : لا ŁŠŲŖŲ­Ł„Ł„ المحرم ŲØŁ…Ų¬Ų±ŲÆ مرضه, ŁŲ¹Ł„ŁŠŁ‡ أن ŁŠŲ³ŲŖŁ…Ų± الى أن يبرأ ,  فان فاته Ų§Ł„ŁˆŁˆŁ‚ŁˆŁ ŁŲ¹Ł„ŁŠŁ‡ ŲÆŁ… Ų§Ł„ŁŁˆŲ§ŲŖ ŁˆŲŖŲ­Ł„Ł„ بعمل عمرة , الا Ų§Ų°Ų§ Ų§Ų“ŲŖŲ±Ų· Ų§Ł„Ł…Ų±ŁŠŲ¶ عند الاحرام, فهنا يجوز له التحلل. ŁˆŁŠŲŖŲ­Ł„Ł„ Ų§Ł„Ł…Ų±ŁŠŲ¶ ŁˆŲŗŁŠŲ±Ł‡ على Ł…Ų§ اؓترطه (Ų§Ł„ŲŖŁ‚Ų±ŁŠŲ±Ų§Ł„Ų³ŲÆ يدة فى المسائل Ų§Ł„Ł…ŁŁŠŲÆŲ©, صحيفة 511).

Baca Juga:  Dari I’tikaf Ritual ke I’tikaf Substantif

Maksudnya, seorang Jemaah haji yang sedang dalam keadaan ihram tidak boleh tahallul karena sakit, dia wajib meneruskan ihramnya sampai selesai. Jika orang yang sedang sakitĀ  terlambat tidak mendapatkan waktu wukuf, maka dia wajib membayar dam dan dapat bertahallul dengan mengerjakan amalan umrah, kecualiĀ  orang sakit yang ketika berniat ihram dengan bersyarat (isytirath), maka ketika dia sakit boleh bertahallul di tempat di mana dia sakit.

Bagi jamaah haji yang berihram dengan isytirath dan tidak dapat menyelesaikan manasik haji, maka menurut madzhab Syafi’i, Hanbali, Ibnu Hazm, Ibnu al-Qayyim, ia tidak wajib membayar hadyu (hewan dam) dan tidak wajib qadha. Hal ini terdapat penjelasan dalam (1) Al-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, juz 8, h. 311; (2) al-Ramli, Nihayah al-Minhaj ā€˜ala Syarh al-Minhaj, juz 3, h. 364; (3) Al-Mardawi, Al-Inshaf, juz 3, h. 307; (4) Al-Hajjawi, Al-Iqna’, juz 1, h. 401; (5) Ibnu Hazm, al-Muhalla, juz 7, h. 99; dan (6) Ibnu al-Qayyim, I’lam al-Muwaqqi’in, juz 3, h. 426).

Niat isytirat dilakukan dengan menambah kalimat isytirath setelah ia melafalkan niat ihram. Adapun niat ihram bersyarat dicontohkan sebagai berikut:

             Ų§Ł„لهم Ų§Ł†ŁŠ أريد الحج , أو العمرة , Ų£ŁˆŲ§Ł„Ų­Ų¬ ŁˆŲ§Ł„Ų¹Ł…Ų±Ų© Ł…Ų¹Ų§ , ŁˆŁ…Ų­Ł„ŁŠ حيث ŲŖŲ­ŲØŲ³Ł†ŁŠ

ā€œYa Alloh, sesungguhnya aku hendak melaksanakan haji, atau umrah, atau  melaksanakan haji dan umrah sekaligus, dan aku akan bertahallul sekiranya sesuatu menghalangikuā€.   

Editor: Azaki KH

Baca Juga:  Tiga Kakak Beradik dari KNO 8 Medan Berangkat Haji Bersama. Daftar Sejak 2012

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru

This will close in 0 seconds