Azaki Khoirudin

Anggota Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015-2020).

Nidhal Guessoum, Penggagas Rekonsiliasi Islam dan Sains Modern

Nidhal Guessoum seorang fisikawan berhasil membangun jembatan (rekonsiliasi epistemic) antara tradisi Islam dan sains modern. Nidhal Guessoum lahir tanggal 6 September 1960 di Aljazair. Ayahnya guru besar filsafat di Universitas Aljazair sekaligus seorang hafiz, lulusan dua universitas terkemuka dunia, yaitu Universitas Sorbone, Paris dan Universitas Kairo, Mesir. Ibunya  pecinta santra yang bergelar Master dalam bidang […]Read More

A. Mukti Ali dan Delapan Tugas Pokok Saat Menjadi Menteri

Oleh: Azaki Khoirudin Dalam situasi intern umat Islam dan antarumat beragama di Indonesia, muncul seorang pembaru, yaitu A. Mukti Ali (1923-2004). Sosok intelektual Muslim yang visioner, pluralis dan sangat menghargai ilmu. Banyak julukan yang disematkan kepada A. Mukti Ali seperti “Penggagas Kerukunan Umat”, atau “Bapak Kerukunan Antaragama”, “Bapak Ilmu Perbandingan Agama” Sekembali dari Kanada, tahun […]Read More

Bahtiar Effendy: Jejak dan Pemikiran Politik Islam

Oleh: Azaki Khoirudin Bahtiar Effendy merupakan pakar dan pengamat politik serta religi kelahiran Ambarawa yang lahir pada 1958 silam. Kepergiannya pada tanggal  meninggalkan duka yang begitu dalam bagi seluruh kita semua. Ia adalah Guru Besar Ilmu Politik dan “Dekan Pertama” Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 2009 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, […]Read More

Empat Model Hubungan Agama dan Sains Menurut Ian G. Barbour

Oleh: Azaki Khoirudin Ian G. Barbour adalah seorang ilmuwan yang menekuni bidang sains dan agama. Barbour lahir di Beijing tahun 1923. Ayahnya ahli geologi asal Skotlaindia, sementara ibunya berasal dari Amerika. Pada usia 20 tahun Barbor lulus S1 di Swartmore College, lalu S2 ke Universitaas Duke, dan Ph.D di Universitas Chicago tahun 1949. Mulai tahun […]Read More

“Integralisme Islam” Armahedi Mahzar

Oleh: Azaki Khoirudin Armahedi Mahzar, seorang ilmuwan di bidang ilmu fisika yang berusaha mengolaborasikan antara sains dan agama. Pemikiran-pemikirannya banyak membincangkan  keterkaitan antara sains dan agama. Mahzar mencentuskan konsep integralisme Islam. Pemikirannya dapat ditemukan dalam buku terkenalnya Revolusi Integralisme Islam, Merumuskan Paradigma Sains dan Teknologi. Bandung, PT. Mizan Pustaka, 2004. Pemikiran yang lahir atas konstruksi […]Read More

Mengapa Muhammadiyah Tidak Bermadzhab?

Oleh: Azaki Khoirudin “Memahami agama dalam perspektif tarjih dilakukan langsung dari sumber-sumber pokoknya, al-Quran dan Sunnah melaluin proses ijtihad dengan metode-metode ijtihad yang ada. Ini berarti Muhammadiyah tidak berafiliasi kepada mazhab tertentu. Namun ini tidak berarti menafikan berbagai pendapat fukaha yang ada. Pendapat-pendapat mereka itu sangat penting dan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan diktum norma/ajaran […]Read More