Azaki Khoirudin

Azaki Khoirudin

Mahasiswa Doktor Kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Purifikasi KHA Dahlan (3): Mewujudkan Amal (Aktualisasi Islam)

Pada dua tulisan sebelumnya saya telah mengulas dua makna purifikasi KHA Dahlan. Pada tulisan pertama saya berkesimpulan bahwa konsep pemurnian Islam ala KHA Dahlan, bermakna spiritualisasi Islam (sufisme). Lalu tulisan kedua, menjelaskan pemurnian Islam lebih bermakna rasionalisasi Islam, mencerdaskan akal pikiran dalam beragama. KHA. Dahlan diidentifikasi sebagai sosok ‘ulama atau pemikir praktis (practical thinker) yang […]Read More

Purifikasi KHA Dahlan (2): Mencerdaskan Akal Pikiran (Rasionalisasi Islam)

Dalam tulisan pertama saya menjelaskan bahwa makna dan konsep purifkasi KHA Dahlan adalah lebih bagaimana memurnikan jiwa, membersihkan hati atau spiritualisasi syariat. Dalam bagian kedua ini saya akan lebih mengulas makna kedua purifikasi KHA Dahlan, yakni rasionalisasi pemahaman agama dan menyehatkan akal pikiran. Dawam Rahardjo dalam bukunya Intelektual Intelegensia, 225-226, menyatakan bahwa KHA Dahlan membaca […]Read More

AJAL Ditetapkan Allah, Kapan Waktunya Tergantung Manusia

Tadi malam saya mendapatkan Screenshoot Twitter Felix Y. Siau yang membahas tentang “Ajal”. Yang kemudian ditanggapi oleh aktivis Muhammadiyah yang bergerak melawan Covid-19, Arif Jamali Muis, yang pada intinya sangat menyayangkan twit tersebut. Tak lama kemudian setelah itu Felix melanjutkan twit-nya yang sepertinya bernada klarifikasi dengan memention @bintangemon, bahwa narasi itu bukan asli darinya. Saya […]Read More

Purifikasi KHA Dahlan (1): Membersihkan Hati (Spiritualisasi Syariat)

Dalam catatan KRH Hadjid, dijelaskan bahwa kitab-kitab yang dipelajari KHA Dahlan pada mulanya adalah kitab-kitab yang biasa dipelajari oleh kebanyakan ‘ulama di Indonesia dan ‘ulama Makkah yang bermadhhab Sunni. Misalnya, dalam ‘aqidah Dahlan menggunakan kitab-kitab yang beraliran Ahl al-Sunnah wa al-Jama‘ah, dalam ilmu fiqh dia menggunakan kitab-kitab dari madhhab Shafi‘iyyah, dalam tasawwuf dia mempelajari pemikiran […]Read More

Bagi Si Miskin, #DiRumahAja Lebih Berbahaya daripada Corona

Dalam bahasa Indonesia Kemiskinan adalah akar kata dari miskin dengan awalan ke dan akhiran an yang menurut kamus bahasa Indonesia mempunyai persamaan arti dengan kefakiran yang berasal dari asal kata fakir dengan awalan ke dan akhiran an. Dua kata tersebut seringkali juga disebutkan secara bergandengan; fakir miskin dengan pengertian orang yang sangat kekurangan. Al-Qur’an memakai […]Read More

Teologi Al-‘Ashr: Empat Unsur Peradaban

Al-‘Ashr ialah satu surat yang dapat ditautkan dengan konsep peradaban sebagai prasarat kualitas kehidupan yang baik. Surat al-‘Ashr itu sangat padat, mencakup kehidupan sejarah peradaban umat manusia. Pantas, jika Imam Syafii sampai berkata bahwa andai kata Allah tidak menurunkan ayat atau surat dari al-Qur’an maka cukuplah dengan wal-‘Ashri. Betapa ayat ini meliputi peradaban dan gerak […]Read More