Azaki Khoirudin

Anggota Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015-2020).

Tauhid Sosial, dari Tuhan untuk Manusia

Tauhid Sosial adalah gagasan fundamental yang dilontarkan oleh Prof. Amien Rais. Paradigma tauhid yang mengajarkan bagaimana orang bertauhid yang murni berdampak pada perubahan sosial dan memihak kepada kaum lemah yang menjadi korban ketidakadilan. Dasar-dasar ajaran sosial Islam, yang dapat dipandang sebagai ajaran fundamental, dapat ditemukan dalam beberapa argumen berikut: pertama, Islam selalu mempertautkan antara kesalehan […]Read More

Tafsir Maqashidi sebagai Basis Moderasi Islam: Pidato Guru Besar Abdul

Moderasi Islam (Islam Wasathiyah) dewasa ini menjadi isu yang selalu aktual. Terutama di tengah-tengah munculnya ekstremisme beragama yang seringkali disebabkan oleh pola pikir ekstrem (tatharruf) dalam memahami teks-teks keagamaan (al-Qur’an dan Hadis) secara rigid, tidak mempertimbangkan dinamika konteks dan maqâshid. Situasi ini disambut oleh Prof. DR. H. Abdul Mustaqim, S.Ag, M.Ag dalam Pidato Pengukuhan Guru […]Read More

Manifestasi Doktrin Tauhid

Doktrin tauhîd atau ajaran tentang me-Maha Esa-kan Tuhan, tidak sekedar pesan milik Islam saja, melainkan juga sebagai hati atau inti semua agama. Dalam Islam, tauhid merupakan konsep sentral yang berisi ajaran bahwa Tuhan adalah pusat dari segala sesuatu. Bahwa manusia harus mengabdikan diri sepenuhnya kepada-Nya. Konsep tauhid ini mengandung implikasi doktrinal lebih jauh bahwa tujuan […]Read More

Al-Musâwah, Kesetaraan Derajat Manusia: Tafsir QS al-Hujurat ayat 13

Salah satu pemikiran penting dari doktrin tauhid adalah bahwa kesadaran tauhid bukan hanya melahirkan kesadaran akan keesaan atau kesatuan ketuhanan (united of God). Melainkan juga harus melahirkan kesadaran akan kesatuan kemanusiaan (united of mankind). Jika Tuhan adalah Esa, maka ummatnya pun adalah esa. Dalam arti bahwa manusia merupakan ummat yang satu dan karena itu, memiliki […]Read More

MODERASI INDONESIA: Ringkasan Pidato Guru Besar Haedar Nashir

“Istilah radikalisme digunakan bergantian ketika menjelaskan radikalisme Islamis (Islamist Radicalism) atau secara umum untuk menunjukkan seberapa level ekstremitas. Islamophobia dan Islamist Radicalismmerupakan ideologi yang bertahan dan berkembang dengan melakukan penyalahan (blaming), fitnah (defaming), dan pengecaman terhadap pihak lain (other). Ideologi eksklusifis seperti ini tidak muncul dalam kondisi yang vakum. Kenyataan memang terdapat kelompok radikal, ekstrimis, dan […]Read More

Nasrudin Joha dan Upaya Penyesatan Isi Pidato Guru Besar Haedar

Pasca pidato pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Haedar Nashir (12/12/2019) muncul tulisan bernada tendensius. Tulisan itu berusaha menyesatkan isi dan substansi Pidato Pak Haedar yang sebenarnya. Tulisan itu berjudul dengan nada provokatif “HAEDAR NASHIR TELAH MENGOKOHKAN GELAR DENGAN ‘MEMAKAN DAGING’ SAUDARA MUSLIM” yang ditulis oleh Nasrudin Joha. Jujur, sebenarnya saya malas menanggapi tulisan tersebut. Dan […]Read More