back to top
Sabtu, Mei 30, 2026

Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, M.A.: Dari Kader Persyarikatan Menuju Transformasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Lihat Lainnya

Muhammad Amin Azis
Muhammad Amin Azis
Kepala Madrasah Digital Yogyakarta

Pendidikan tinggi hari ini terus berubah dan menghadapi tantangan yang begitu kompleks. Tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi kemudian membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya kuta secara akademis, tetapi juga pemimpin yang memiliki integritas, pengalaman berorganisasi dan memiliki jiwa transformasi untuk perubahan.

Sosok tersebut terlihat pada diri Assoc. Prof. Dr Darliana Sormin, M.A., akademisi perempuan Muhammadiyah yang tumbuh dari proses panjang pengabdian di persyarikatan Muhammadiyah dan dunia pendidikan.

Darliana, biasa disebut lahir pada tanggal 1 November 1982. Beliau tumbuh di lingkugan keluarga Muhammadiyah yang mengedepankan pendidikan dan pengabdian. Sejak muda, Darliana sudah aktif berorganisasi. Karir organisasinya dimulai dari Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) saat ini ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Kemudian pada saat kuliah menjadi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hingga Nasyiatul Aisyiyah dan saat ini menjadi pimpinan di Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Aktivitas organisasi ini kemudian membentuk karakter kepemimpinan yang disiplin, kolektif kolegaila dan berorientasi pada pelayanan. Baginya, bermuhammadiyah bukan sekadar mengikuti organisasi, tetapi ruang perjuangan dan pengabdian umat, khususnya melalui pendidikan. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan kemudian dasar dalam perjalanan akademik dan kepemimpinannya.

Perjalanan pendidikan Daliana menunjukkan konsistensinya pada bidang pendidikan Islam. Strata satunya diselesaikan di IAIN Sumatra Utara pada jurusan Ekonomi Islam pada tahun 2006. Selanjutnya ia menempuh pendidikan magister Pendidikan Islam dan lulus tahun 2010. Semangat belajar yang tinggi membawanya melanjutkan studi doktoral di UIN Sumatera Utara pada bidang Pendidikan Islam dan berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2021.

Baca Juga:  Profil Agus Salim: Sintesis Islam–Nasionalisme dalam Model Diplomasi Profetik Indonesia

Studi doktoral beliau selesaikan ditengah kesibukan sebagai pimpinan akademik di Universitas yang merupakan salah satu capaian penting dalam hidupnya. Menurutnya, pendidikan bukan hanya kebutuhan pribadi, tetapi bentuk tanggung jawab moral seorang dosen Muhammadiyah.

Karir didunia akedemik beliau mulai sejak tahun 2007, ketika mulai mengajar menjadi dosen Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS). Tak lama kemudian, pada tahun 2009 Darliana diangkat menjadi Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam. Amanah tersebut menjadi awal perjalanan kepemimpinannya di lingkungan kampus.

Sebagai ketua program studi, ia aktif membangun budaya akademik, memperkuat kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan mendampingi mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik untuk transformasi perguruan tinggi.

Salah satu capaian penting pada masa tersebut adalah peningkatan mutu program studi serta lahirnya berbagai inovasi kemahasiswaan. Setelah menjabat sebagai ketua Program studi, karir akademiknya kemudian berlanjut menjadi Pelaksana Tugas Dekan hingga akhirnya menjadi dekan Fakultas Agama Islam UM-Tapsel pada tahun 2023.

Dalam setiap posisi yang diemban, Dr. Darliana Sormin dikenal sebagai sosok yang mengedepankan kepemimpinan kolektif-kolegial. Ia percaya bahwa kemajuan institusi tidak dapat dibangun secara individual, melainkan melalui kerja sama seluruh elemen kampus.

Oleh karena itu, beliau selalu melibatkan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam pengembangan institusi. Baginya, kampus adalah ruang kolaborasi yang harus dibangun dengan semangat kebersamaan.

Baca Juga:  MPKSDI dan Lazismu Salurkan Beasiswa Kader Muhammadiyah 2025

Selain aktif menjadi pimpinan universitas, Darliana juga dikenal sebagai dosen yang produktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Bidang kajiannya berkaitan dengan pendidikan Islam, digitalisasi pendidikan, inovasi pembelajaran dan pengembangan lembaga pendidikan.

Karya ilmiah yang dilahirkan telah dipublikasi pada jurnal nasional dan internasional. Darlian tidak hanya aktif menulis dan publikasi, beliau juga terlibat dalam berbagai pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan pendidikan.

Dari keaktifan beliau dalam melangsungkan tri dharma perguruan tinggi dapat dilihat bahwa kampus tidak boleh menjadi menara gading para intelektual. Kampus harus hadir memberikan solusi dan dampak langsung bagi persoalan pendidikan, sosial dan pemberdayaan umat.

Dalam bidang kerja sama, Darliana terlibat berjejaring baik secara nasional maupun internasional. Beberapa kerja sama akademik berhasil dibangun dengan institusi pendidikan di Malaysia dan Thailand. Baginya, internasionalisasi kampus merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan transformasi daya saing perguruan tinggi Muhammadiyah.

Sebagai pemimpin, Darliana Sormin menerapkan prinsip servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. Ia meyakini bahwa pemimpin hadir untuk membantu, memberdayakan, dan menciptakan ruang tumbuh bagi orang-orang di sekitarnya. Prinsip ini beliau terapkan agar lingkungan kerja terbuka, supportif dan menghargai kontribusi setiap individu.

Banyak kolega mengenalnya sebagai sosok yang tegas namun tetap humanis. Di luar aktivitas kampus, ia tetap aktif di Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Saat ini ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Tapanuli Selatan. Keterlibatan tersebut semakin memperkuat komitmennya dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga:  Salat Tarawih: Sejarah, Hukum, dan Keutamaannya

Visi Transformasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Ketika mencalonkan diri menjadi rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Darliana mengusung visi besar “Menjadi Universitas Unggul berstandar Internasional dalam pendidikan. Riset, dan pengabdian kepada masyarakat dengan tata kelola inovatif berbasis nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan”.

Visi ini diambil, karena beliau ingin melihat bahwa UM-Tapsel dapat menjadi pusat pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang unggul serta memiliki reputasi internasional yang berjalan dengan bingkai nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Beliau meyakini transformasi perguruan tinggi tidak hanya sebagai wadah pencetak lulusan cerdas, tetapi juga membentuk generasi yang berintegritas, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

Perjalanan panjang Dr. Darliana Sormin menunjukkan bahwa kepemimpinan lahir dari proses pengabdian, ketekunan, dan konsistensi dalam belajar. Dari ruang kelas hingga ruang kepemimpinan fakultas, ia terus bergerak membawa semangat perubahan dan penguatan akademik.

Dengan pengalaman akademik, jejaring organisasi, dan komitmen terhadap nilai-nilai Muhammadiyah, Dr. Darliana Sormin menjadi salah satu figur akademisi perempuan yang terus berupaya membawa perguruan tinggi menuju arah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

(Najih)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru