Azaki Khoirudin

Anggota Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2015-2020).

Mengapa Muhammadiyah Tidak Bermadzhab?

Oleh: Azaki Khoirudin “Memahami agama dalam perspektif tarjih dilakukan langsung dari sumber-sumber pokoknya, al-Quran dan Sunnah melaluin proses ijtihad dengan metode-metode ijtihad yang ada. Ini berarti Muhammadiyah tidak berafiliasi kepada mazhab tertentu. Namun ini tidak berarti menafikan berbagai pendapat fukaha yang ada. Pendapat-pendapat mereka itu sangat penting dan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan diktum norma/ajaran […]Read More

Scientia Sacra: Gagasan Seyyed Hossein Nasr

Oleh: Azaki Khoirudin Kredibilitas Seyyed Hossein Nasrsebagai intelektual dan akademisi di kenal di dunia internasional. Siapapun yang menekuni kajian sains Islam akan mengenal sosok ini. Nasr pernah datang ke Indonesia, Juni 1993, atas undangan Yayasan Wakaf Paramadina bekerja sama dengan penerbit Mizan. Di sini Nasr memberi tiga ceramah dengan topik berbeda, (1) tentang ‘Seni Islam’ […]Read More

Muhammadiyah itu “Salafi Reformis”

Muhammadiyah dapat dikategorikan sebagai gerakan ”Salafi”. Mengapa? Jika dilihat dari ciri-cirinya, secara umum gerakan Salafi memiliki tiga ciri. Pertama, purifikasi ajaran Islam dari anasir yang merusak seperti takhayul, bid’ah, dan khurafat. Kedua, mengajak untuk kembali kepada al-Qur’an dan Hadits sebagai sumber utama ajaran Islam. Ketiga, berpandangan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Saya kira Muhammadiyah […]Read More

ISLAM SYARIAT: Reproduksi Salafiyah Ideologis

Wacana formalisasi syariat Islam tidak pernah usai sejak NKRI lahir. Wacana ini diusung oleh gerakan Islam syariat yang berpaham Salafiyah Ideologis. Gerakan ini dilakukan oleh Hisbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan, dan kelompok-kelompok umat lainnya di sejumlah daerah. Di tengah kelompok Islam arus utama seperti Muhammadiyah […]Read More

Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Bedanya Mu’tazilah dengan Muhammadiyah?

Oleh: Azaki Khoirudin Tulisan ini hendak menyandingkan konsep Amar Ma’ruf Nahi Munkar (AMNM) dalam Mu’tazilah dan Muhammadiyah. Sebagaimana kita ketahui, Mu’tazilah adalah sebuah aliran teologi abad ke-8M/2 H, yang di pelopori oleh Washil ibn Atha (700-780) yang memisahkan diri dari gurunya, Imam Hasan al Bashri. Mu’tazilah memasukkan AMNM sebagai Rukun Iman yang keenam (Dawam Rahardja, […]Read More

Keunikan Bahasa Al-Qur’an

Asinonimitas Al-Qur’an Adalah Muhammad Shahrur dalam, al-Kitâb wa al-Qur’ân: Qirâ’ah Mu’âshirah mengupas tentang beberapa pengertian, perbedaan, dan relasi istilah-istilah yang berhubungan dengan Alqurân, seperti al-Kitâb, Umm al-Kitâb, al-Dzikr, al-Sab’ al-Matsâni, al-Nubuwwah, al-Risâlah, al-Inzâl, dan al-Tanzîl. Bahasa Al-Qur’an memiliki keunikan. Shahrur menggunakan istilah-istilah khas untuk menolak eksistensi sinonim dalam Alqur’an. Karena setiap kata dalam al-Qur’an memiliki makna yang […]Read More