back to top
Senin, Oktober 19, 2026

Kemendikdasmen Kucurkan Rp846,68 Miliar untuk Renovasi Sekolah di Kalbar

Lihat Lainnya

IBTimes.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan sebanyak 943 satuan pendidikan di Kalimantan Barat (Kalbar) telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) untuk program renovasi sekolah pada 2026. Total anggaran yang dialokasikan dalam program tersebut mencapai Rp846,68 miliar.

“Pada 2025, program renovasi sekolah di Kalimantan Barat (Kalbar) menjangkau 343 sekolah dengan total anggaran Rp424,19 miliar dan menyerap 7.064 tenaga kerja,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti dikutip Antara pada (17/10).

Mendikdasmen Mu’ti menjelaskan, dari total anggaran revitalisasi tahun 2026 tersebut, pemerintah telah menyalurkan dana sebesar Rp667,07 miliar kepada 943 sekolah. Pelaksanaan program ini juga telah melibatkan 11.137 tenaga kerja di Kalimantan Barat.

Di Kota Pontianak, program revitalisasi pada 2026 menyasar 46 sekolah dengan nilai perjanjian kerja sama sebesar Rp36,35 miliar. Hingga saat ini, dana yang telah disalurkan mencapai Rp29,88 miliar dan melibatkan 565 tenaga kerja.

Sebagai perbandingan, pada 2025 program serupa di Kota Pontianak mencakup 17 sekolah dengan total anggaran Rp27,43 miliar. Pelaksanaannya menyerap sebanyak 477 tenaga kerja.

Sementara itu, Kabupaten Kubu Raya mendapatkan alokasi revitalisasi untuk 89 sekolah pada 2026. Nilai kerja sama program tersebut mencapai Rp94,75 miliar, dengan realisasi penyaluran dana sebesar Rp70,12 miliar dan melibatkan 1.757 tenaga kerja.

“Sementara itu, di Kabupaten Kubu Raya, program revitalisasi pada 2026 mencakup 89 sekolah dengan nilai kerja sama Rp94,75 miliar. Dana yang telah disalurkan mencapai Rp70,12 miliar, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 1.757 orang,” tuturnya.

Baca Juga:  Wamendikdasmen Fajar Dorong Tajdid Pendidikan dan Reformasi Guru di Sekolah Muhammadiyah

Pada tahun sebelumnya, program revitalisasi di Kabupaten Kubu Raya menjangkau 34 sekolah dengan anggaran Rp45,29 miliar. Program tersebut turut menyerap 765 tenaga kerja.

Di samping pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan, pemerintah juga melaksanakan program digitalisasi pembelajaran dengan menyediakan perangkat Interactive Flat Panel (IFP), laptop, serta dukungan akses internet dan listrik.

Sepanjang 2025, Kalimantan Barat memperoleh 7.581 unit IFP dan 7.579 unit laptop. Total anggaran untuk penyediaan perangkat dan dukungan penunjang tersebut mencapai Rp252,41 miliar.

Memasuki 2026, pada pengiriman tahap pertama, pemerintah mengalokasikan 8.906 unit IFP untuk 3.424 satuan pendidikan di Kalimantan Barat. Nilai anggaran pengadaan perangkat tersebut mencapai Rp275,20 miliar.

Khusus di Kota Pontianak, pengiriman tahap pertama pada 2026 mencakup 587 unit IFP yang diperuntukkan bagi 190 satuan pendidikan, dengan nilai anggaran sebesar Rp18,14 miliar.

Sementara itu, Kabupaten Kubu Raya pada 2025 menerima program digitalisasi pembelajaran untuk 780 sekolah, yang mencakup 783 unit IFP dan 780 unit laptop dengan total anggaran Rp26,05 miliar.

Pada pengiriman tahap pertama 2026, Kabupaten Kubu Raya kembali mendapatkan alokasi 927 unit IFP untuk 364 satuan pendidikan. Nilai anggaran pengadaan perangkat tersebut tercatat sebesar Rp28,64 miliar.

“Di Kabupaten Kubu Raya, program digitalisasi pada 2025 mencakup 780 sekolah dengan 783 unit IFP dan 780 laptop senilai Rp26,05 miliar. Pada pengiriman tahap pertama 2026, sebanyak 927 unit IFP disiapkan untuk 364 satuan pendidikan dengan nilai Rp28,64 miliar,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pak Abdul Mu'ti, Aku Padamu

(MS)

Peristiwa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terbaru