IBTimes.ID – Kementerian Kebudayaan RI membuka peluang kerja sama dalam pengembangan film tentang Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai bagian dari strategi memperkuat diplomasi budaya sekaligus memanfaatkan momentum 400 tahun tokoh ulama dan pejuang nasional tersebut.
Upaya ini juga mencakup pengembangan skenario film serta pemanfaatan Dana Indonesia Raya sebagai bagian dari skema dana abadi kebudayaan yang dapat digunakan untuk mendukung produksi.
“Kementerian Kebudayaan juga baru saja meluncurkan Dana Indonesia Raya yang bisa digunakan untuk matching fund. Kita juga baru buka untuk development fee dan post-production khusus film. Sekarang juga ada lomba penulisan skenario film sejarah, serta rencana afirmasi lima film sejarah,” jelas Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (7/4).
Di sisi lain, Direktur Mizan Grup, Haidar Bagir, mengungkapkan bahwa minat untuk mengangkat kisah Syekh Yusuf Al-Makassari sebenarnya telah lama ada. Hal tersebut didorong oleh kompleksitas sosok Syekh Yusuf yang dikenal sebagai ulama, pemikir tasawuf, pejuang anti-kolonialisme, sekaligus figur dengan dimensi kehidupan personal yang kuat.
“Mizan berpengalaman dalam memproduksi berbagai film nasional, termasuk film Laskar Pelangi. Namun demikian, saya menekankan bahwa produksi film sejarah atau biografi memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang sangat kompetitif,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Antara.
Dalam pertemuan tersebut, tim kreatif turut memaparkan pendekatan yang dirancang agar kisah Syekh Yusuf dapat lebih dekat dengan generasi muda. Salah satunya melalui penggabungan narasi sejarah dengan elemen cerita kontemporer.
Diskusi juga menekankan pentingnya penguatan riset akademik sebagai dasar pengembangan cerita. Berbagai sumber ilmiah, seperti disertasi dan karya akademik mengenai Syekh Yusuf, dinilai penting untuk menjaga akurasi sejarah sekaligus memperkaya kedalaman narasi film.
Kementerian Kebudayaan menilai bahwa pengembangan film berbasis tokoh sejarah nasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi sejarah, membangun karakter bangsa, serta mendorong pemanfaatan kebudayaan sebagai sumber inspirasi dalam industri kreatif nasional.
(MS)


