Kisah Perjuangan Pak Farhan AR Menghidupkan Pesantren Darul Arqam - IBTimes.ID
Akhlak

Kisah Perjuangan Pak Farhan AR Menghidupkan Pesantren Darul Arqam

6 Mins read

Sehabis subuh (tgl 13 oktober 2019), Ustadz Rohyadi Anwar (direktur SDI BINDATRA RSIJ CP) kirim WA ke saya yang mengabarkan bahwa Ust Farhan AR wafat. Kami sekeluarga kaget karena tiba tiba dapat kabar duka tanpa ada informasi bahwa beliau sakit. Selama belasan tahun kami sama sama tinggal di Depok Jabar dan selama belasan tahun kami sama sama berjuang melalui persyarikatan Muhammadiyah di Depok.

***

Pak Farhan ketua PDM depok sedangkan saya waktu itu seorang pamen polri yang tugas di Polda metro Jaya tinggal di Sawangan Depok tidak jauh dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Depok DARUL ARQOM. Selama hayatnya, beliau memimpin PD Muhammadiyah Depok selama tiga periode, yaitu periode 1990-1995, periode 1995-2000, dan periode 2005-2010.

Pada periode 2000-2005, PD Muhammadiyah Depok diketuai oleh H. Wazir Nuri, dan Pak Farhan sebagai Wakil Ketuanya. Ketika tugas di polda metro itulah saya sering mengunjungi pesantren tersebut dan kemudian bertemu dengan pak Farhan AR. Waktu itu Pesantren Darul Arqom kondisinya benar benar sangat memprihatinkan. Pesantren yang pernah memiliki santri ribuan tersebut kemudian tidak dikelola dg baik sehingga menyebabkan pesantren Darul Arqom hampir jatuh ke tangan NII KW 9 pimpinan Panji Gumilang.

Lama kelamaan pesantren ini betul betul hancur dan tinggal beberapa puluhan santri yg tetap tinggal di pondok karena memang mereka sdh tidak punya siapa siapa lagi kecuali tetap tinggal di pesantren.

Dalam kondisi pesantren terpuruk inilah pak Farhan mengajak saya untuk membangun dan membangkitkan kembali pesantren darul Arqom Sawangan. Karena status saya waktu itu masih sebagai anggota Polri maka saya belum bisa maksimal membantu pak Farhan. Alhamdulillah setelah saya resmi pensiun dini sebagai pamen polri maka kesempatan berjuang bersama beliau semakin leluasa.

Amanah saya sebagai DIrektur SDI BINDATRA di RSIJ CP sekaligus sebagai Ketua Lazismu RSIJ CP memungkinkan untuk membuat program bersama pak Farhan AR selaku ketua PDM Depok. Akhirnya RSIJ dan Lazismu RSIJ menjadi semacam bapak asuh bagi Pesantren Darul Arqom Depok.

Berkali kali beliau menemui saya di RSIJ Cempaka Putih hanya untuk diskusi mencari solusi agar pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Sawangan bisa bangkit kembali menjadi pessntren Muhammadiyah yang dibanggakan dan dipercaya ummat. Hampir 13 tahun pesantren ini terlunta lunta karena tidak dikelola dengan manajemen dan aturan yang baik. Hampir semua tanah yang ditempati pondok ini tidak jelas statusnya. Oleh karena itu menyelamatkan dan memperjelas status tanah yg ditempati pesantren menjadi prioritas utama.

***

Beliau kumpulkan pengurus Ranting dan para ustadz dan ustadzah yang masih peduli dengan nasib pesantren dan Muhammadiyah, beliau pastikan problem masing masing tanah pesantren dan akhirnya beliau pastikan solusinya. Beliau ajak saya menemui Bu Jumriyah dan keluarganya yang selama 13 tahun dianggab memusuhi pesantren dan muhammadiyah.

Baca Juga  Pemuda dan Al-Qur'an: Konstruksi Istimewa yang Mulai Rapuh

Dengan kesabaran pak Farhan AR berkomunikasi dg keluarga bu Jumriyah akhirnya persoalan tanah tercapai solusi. Kami semua menangis haru karena solusi tercapai dan yang lebih mengharukan adalah terjalinnya silaturrahiim yg sudah tiga belas tahun terputus. Ternyata yang paling menyedihkan dirasakan bu Jumriyah dan keluarganya adalah bukan masalah tanahnya tetapi ketika keluarga ini diperlakukan seperti bukan warga muhammadiyah. Sambil menangis beliau jelaskan bahwa almarhum suaminya dan dirinya benar benar orang Muhammadiyah.

Setelah RSIJ CP dan Lazismu nya bekerjasama dengan PDM Depok dalam membangkitkan kembali pesantren Darul Arqom maka pak Farhan AR semakin semangat untuk menghidupkan kembali pesantren Darul Arqom. Siang malam beliau pikirkan dan perhatikan pesantren ini agar hidup kembali. Ketika kondisi pesantren sdg terpuruk dan banyak masalah, hanya pak Farhan AR yang betul betul peduli dari pengurus PDM.

Beliau lakukan apa saja yg penting amal usaha milik persyarikatan ini hidup dan bangkit kembali. Beliau keluarkan uang pribadi beliau bahkan sampai tidak mempedulikan diri sendiri. Salah seorang putri beliau ditugaskan berjuang dengan mengajar di pesantren ini. Saya tahu berapa gaji para ustadz dan ustadzah yang ngajar di pesantren ini sebelum dibantu oleh Rumah sakit Islam Jakarta cempaka putih. Gaji mereka tidak cukup untuk mengganti uang transportasi mereka. Hal ini pula yang membuat pak Farhan AR sedih dan ingin meningkatkan kesejahteraan mereka.

***

Kesungguhan beliau untuk menghidupkan Amal Usaha Muhammadiyah tidak pernah setengah hati dan bukan hanya untuk pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Sawangan Depok tetapi juga untuk yang lainya. SD Muhammadiyah Sukmajaya, SMP Muhammadiyah 3 Cipayung, Klinik PKU Muhammadiyah Sukmajaya dan AUM yang lainnya adalah sebagian amal usaha muhammadiyah yang pernah dapat sentuhan beliau.

Kesungguhan dan totalitas perjuangannya tidak hanya berujud uang dan barang yang beliau berikan di jalan Allah tetapi juga kehadiran beliau secara fisik di AUM yang sedang beliau perjuangkan. Pernah suatu malam sekitar pukul 23.00 ketika saya baru pulang kerja saya sempatkan menengok pesantren. Apa yang saya saksikan? Pak.FARHAN AR seorang ketua PDM Depok sedang tidur sendirian diatas meja sekolah yang sehari harinya dipakai belajar para santri. Beliau tidur tanpa bantal. Masya Allah. Benar benar pemimpin yang memimpin dengan keteladanan dan pengorbanan.

Air mata ini jatuh satu persatu membasahi pipi menyaksikan pemimpinku yang sangat bersahaja. Duhai Allah, gantikan perjuangan dan pengorbanan beliau dengan ridho dan syurgamu untukk pak Farhan AR dan keluarganya.

Pak Farhan memang contoh keberhasilan Pak KH AR FAKHRUDDIN dalam mendidik putra putrinya. Ustadz Farhan AR betul betul putra KH AR FAKHRUDDIN secara biologis maupun secara ideologis. Memang pak AR Fakhruddin adalah salah satu contoh pimpinan persyarikatan yang seluruh putra putrinya tetap jadi aktivis dakwah melalui persyariktan Muhammadiyah.

Baca Juga  Surat Cinta Buat Corona

Keberhasilan pak AR Fakhruddin mengkader putra putrinya berjuang di persyarikatan sudah sepantasnya kita teladani. Saat ini banyak pemimpin persyariktan dari tingkat ranting hingga pimpinan pusat yang abai atau bahkan gagal mendidik dan mengkader putra putrinya utk aktif di persyarikatan muhammadiyah maupun ortom ortomnya.

Pak Farhan menyekolahkan seluruh putri beliau (memiliki tiga orang putri) di pondok pesantren Darul Arqom Garut dengan harapan kelak setelah lulus dan berprofesi apapun tetap berjuang dan berdakwah melalui persyarikatan muhammadiyah. Pak Farhan dan bu Farhan memang suami istri yang sangat memperhatikan pendidikan putri putrinya, disekolahkan disekolah kader, dididik untuk aktif di ortom, dididik untuk mampu prihatin dan mandiri.

Bahkan putri putri pak Farhan disela sela kuliah biasa jualan makanan di kereta KRL Bogor Jakarta, juga jualan berbagai barang secara langsung maupun secara online.Mereka menjalani semuanya dengan senang hati dan penuh senyuman. Pak Farhan dan bu Farhan kedua duanya berasal dari keluarga yg orangtuanya sangat peduli pada dakwah dan juga berasal dari keluarga besar (banyak putra), dua duanya berkarir sebagai PNS dan dua duanya mengambil keputusan utk pensiun dini pada saat karirnya sedang bagus.

Bu Farhan pernah menjabat sebagai kepala instslasi gizi RSUP Cipto Mangunkusumo. Dikalangan ahli Gizi, bu Farhan sangat dihormati dan dituakan. Saya tidak tahu pasti alasan beliau berdua pensiun dini sebagai PNS. Namun saya meyakini pensiun dini beliau berdua dilakukan agar lebih punya waktu dan focus untuk berjuang dan berdakwah dipersyariktan muhammadiyah, lebih punya waktubutk keluarga dan putri putri beliau dan yang ketiga agar beliau lebih bisa menjaga kesehatan beliau.

Pak Farhan AR ternyata sudah cukup lama memiliki problem.dengan jantung beliau. Bahkan setahu saya pak Farhan pernah menjalani operasi dengan jantungnya. Meski bermasalah dengan jantungnya namun pak Farhan tetap aktif berjuang di Muhammafiyah.

***

Bagi saya pribadi, pak Farhan adalah pribadi yang langka. Pribadi yg pada dirinya berkumpul sifat sifat mulia yg diajarkan rosulullah Muhammad SAW seperti : sifat ramah dan lemah lembut, teguh prinsip prinsip kehidupan, disiplin, memudahkan urusan, memimpin dengan memberikan contoh teladan, sederhana bahkan zuhud, suka silaturrahim, berkorban dan harta dan jiwanya, selalu husnudhon,sangat menghormati bahkan memuliaksn orang lain, aktif berdakwah, aktif mendatangi majelis ilmu/pengajian, sangat menyayangi istri dan putri putrinya dst.

Tentang kesederhanaanya dan zuhudnya, lihatlah dari pakaian yang beliau pakai. Beliau tidak pernah memakai pakain yang “bagus”. Lihatlah kendaraan yang beliau pakai, motor tua dan mobil jeep suzuki katana yang sudah tua, catnya sudah kusam dan terkelupas dibeberapa tempat dan juga beberapa kali mogok. Namun beliau bila bepergian lebih sering naik angkutan umum.Lihatlah rumah beliau, tidak ada barang yang “berharga” kecuali beberapa buku. Kalau ada tamu maka kita akan diterima dg lesehan di karpet yang sangat sederhana. Mengapa? Karena memang rumah beliau kecil dan hanya punya satu dua kursi.

Baca Juga  Membangun Akhlak Mulia Umat Manusia Masa Kini

Bu Farhan dan seluruh putri dan mantunya nampak sekali juga mengikuti cara hidup pak Farhan, hidup sederhana. Bu Farhan dan pak Farhan terasa sekali sebagai suami istri yang menghayati dan melanjutkan kesederhanasn pak AR Fakhrudin. Kalau melihat pak Farhan dan istri beliau kedua duanya adalah pegawai negri dan punya jabatan maka kita bisa membandingkan dengan pegawai negri lain yg sekedar pegawai biasa atau staf. Kesederhanaan dan hidup sederhana nampaknya menjadi pilihan beliau sehingga uang yang diperoleh dari kerjanya banyak digunakan untuk kepentingan dakwah.

Tentang kesukaan pak Farhan AR dalam silaturrahim, saya sampai malu pada beliau sekeluarga. Beliau sering sekali tiba tiba datang di rumah kami di Kukusan Beji Depok. Pak Farhan tinggal di Sukmajaya Depok. Kadang kadang beliau rawuh ke rumah kami hanya sekedar untuk ngundang saya ngisi pengajian, yang sebenarnya cukup dg telpon selesai. Beliau kadang tiba tiba datang di rumah kami sekedar mengantar oleh oleh untuk anak anak kami.

Pakdhe Farhan (anak anak kami menyebutnya begitu) bagi anak anak kami adalah idola. Apalagi kalau saya, istri dan anak anak sowan ke beliau, pasti bu Farhan dan pak Farhan sibuk memberikan “hidangan terbaik” untuk kami. Dari mie goreng dan mie godok, martabak telur dan martabak manis, snak-snak kesukaan anak anak dst.

Tentang sifat ramah dan sabarnya, tanyakan pada semua aktifis muhammadiyah di Depok atau temen teman beliau yang pernah sama sama bekerja dengan beliau semasa beliau masih menjadi pegawai di Badan Penanaman Modal. Beliau selalu tersenyum kepada siapapun. Beliau tidak pernah mengeluarkan kata kata yang menyakiti orang lain. Kalau suatu program sudah disepakati dan diputuskan namun tidak ada yang melaksanakan maka pak Farhan AR tdk pernah canggung utk melakukannya sendirian.

Beliau tidak suka memimpin dengan menyuruh nyuruh atau memerintah orang lain tetapi dengan memberi contoh dan memulai dari dirinya sendiri. Ketika sebagian tanah yang sudah ditempat pesantren Darul Arqom akhirnya harus dibeli sekitar Rp 400 an juta maka beliau mempelopori pengumpulan dana paling awal.

Beliau berprinsip sebagai pemimpin akan dimintai pertanggung jawabanya dimata Allah termasuk setiap orang yang sudah menyanggupi sebagai pengurus Muhammadiyah. Beliau juga pribadi yang sangat disiplin. Bila ada acara sering datang lebih awal dari waktu yang seharusnya. Beliau akan selalu datang acara rapat selama beliau tidak sakit atau ada uzur yang dibenarkan secara syar’i.

Bagi Pak Farhan AR, rapat di muhammadiyah bukanlah sekedar acara organisasi tapi rapat dipersyariktan Muhammadiyah adalah bagian dari ibadah dan jihad. Tidak hadir dirapat muhammadiyah tanpa alasan yang dibenarkan secara syar’i sama dengan prajurit yang lari dari medan jihad.

Avatar
3 posts

About author
Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PP Muhammadiyah
Articles
    Related posts
    Akhlak

    Taubat Nasuha untuk Revolusi Akhlak

    3 Mins read
    Sedang ramai orang bahas kata ‘revolusi akhlak’ yang akan dilakukan seorang tokoh agama sekembalinya ke Indonesia. Di sudut lain, ada yang melihat…
    Akhlak

    Kado Langit untuk Guru: Kemuliaan para Pendidik

    3 Mins read
    Biasanya, para guru mendapatkan kado yang bermacam-macam dari anak didiknya. Ada yang memberi hadiah berupa sabun, roti, baju, peniti emas, hingga ada…
    Akhlak

    Kiat Sukses dengan Selalu Melibatkan Allah SWT

    3 Mins read
    Menginginkan sesuatu atau bercita-cita mewujudkannya adalah hal yang umum dirasakan setiap manusia. Untuk mencapai hal tersebut harus dengan rasa sabar, ikhlas disertai doa…

    Tinggalkan Balasan